Minggu, 03 Mei 2026 WIB

Klaster Perkantoran Tinggi, Satgas Covid Rekomendasikan WFH

Harijal - Rabu, 29 Juli 2020 15:58 WIB
Klaster Perkantoran Tinggi, Satgas Covid Rekomendasikan WFH
(CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Klaster perkantoran covid-19 di DKI Jakarta meningkat.

JAKARTA - Anggota Tim Pakar Satuan Tugas Covid-19 Dewi Nur Aisyah merekomendasikan perusahaan atau perkantoran lebih baik menerapkan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) untuk mencegah penularan virus corona. Hal ini lantaran terus meningkatnya klaster perkantoran terkait penyebaran Covid-19.

"Untuk perusahaan yang masih bisa melakukan kerja WFH, lebih baik WFH," kata Dewi di BNPB, Rabu (29/7).

Menurut Dewi, jika WFH tidak memungkinkan untuk diterapkan, kantor sebaiknya melakukan pembagian dua sif jam kerja. Sif pertama masuk pukul 07.00 WIB dan shift kedua pukul 09.00 WIB.

Baca Juga:

Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya kerumunan di pintu masuk dan saat jam makan siang, serta saat pulang kerja.

Dewi juga mengatakan, perusahaan bisa mengurangi risiko penularan Covid-19 dengan mengurangi kapasitas pekerja dalam kantor maksimal hanya 50 persen.

Baca Juga:

"Kalau harus masuk [kantor] kapasitasnya jangan lebih dari 50 persen, kalau bisa 25 persen lebih bagus, supaya bisa jaga jarak dengan baik, kepadatan di kantor bisa dikurangi," jelas Dewi.

Selain merekomendasikan kantor WFH, Satgas juga mengimbau pekerja yang akan pergi ke kantor juga diharapkan waspada saat menggunakan kendaraan umum seperti KRL dan MRT.

Dewi yang juga epidemiolog mengatakan, transportasi umum bisa jadi merupakan salah satu tempat penularan Covid-19. Minimnya ventilasi udara di transportasi umum memungkinkan penyebaran virus terjadi, sementara banyak orang bergantian menggunakan transportasi umum.

"Kita harus waspada terutama yang menggunakan transportasi umum bersama, karena mau nggak mau kita berkumpul dengan banyak orang di satu waktu kerumunan bisa jadi ventilasinya kurang baik," jelas Dewi.

Membawa bekal sendiri juga dapat mejadi opsi agar tidak terjadi kerumunan di kantin saat jam makan siang. Dewi juga mengimbau agar menggunakan peralatan makan mandiri.

"Bawa bekal sendiri bisa menjadi opsi. Jadi tidak perlu berkumpul di kantin semua misalnya," ucap Dewi.

Diketahui, Satgas Covid-19 mencatat hingga Selasa (28/7) sudah 90 klaster perkantoran di DKI Jakarta dan menyumbang 459 kasus positif Covid-19.

"Kalau lihat angkanya sampai tanggal 28 Juli 2020 ditemukan 90 klaster dengan total kasus 459," kata Dewi.

"Ini artinya kita alert bahwa ternyata tetap di manapun berada kita harus mematuhi protokol kesehatannya," pungkasnya.

Klaster perkantoran covid-19 meningkat setelah aktivitas ekonomi dibuka kembali. Protokol kesehatan sudah jauh-jauh hari diminta untuk diterapkan untuk mencegah penularan corona di perkantoran.

Selain perkantoran, klaster besar di masa adaptasi kebiasaan baru ini adalah mal, pesantren, hingga pasar tradisional.

(CNNIndonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025
komentar
beritaTerbaru