Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sambut HPN ke80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sosial
TANGSEL - Pandemi virus corona (Covid-19) telah mengganggu perekonomian warga di Indonesia. Salah satu yang mengalaminya adalah keluarga Saeful Margasana yang tinggal di Tangerang Selatan (Tangsel).
Saeful merupakan mahasiswa di Universitas Islam Negeri (UIN) Syatif Hidayatullah Jakarta. Ia mengatakan ayah ibunya tak memiliki uang untuk membayar uang kuliahnya sehingga Saeful terpaksa membongkar celengan. Celengan Saeful Margasana sejak 2016 itu berisi uang koin atau dikenal dengan sebutan uang logam pecahan Rp1.000.
Namun karena seluruhnya uang koin, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini tidak bisa begitu saja langsung menyetorkan ke bank guna pembayaran. Dibantu ibunya, Saeful harus menghitung satu per satu koin tersebut, lalu menyatukannya per Rp100.000 dalam satu plastik agar mudah disetorkan ke bank.
Baca Juga:
Video saat mahasiswa semester lima ini hendak menyetorkan uang koin Rp1.000 satu kardus untuk membayar uang kuliah menjadi viral di media sosial. Saeful terlihat sempat berteduh di sebuah bangunan karena hujan deras, dalam perjalanan menuju salah satu bank yang ada di Balaraja, Tangerang.
Saeful mengaku, setelah sampai di bank, awalnya petugas bank kaget karena dirinya hendak menyetorkan uang kuliah dalam bentuk uang logam. Apalagi, uang koin senilai Rp3,5 juta tersebut dalam satu kardus, membutuhkan waktu lama untuk menghitungnya.
Baca Juga:
“Pas udah ke teller, teller nanya mana duitnya. Pas teman ngangkat satu kardus, tellernya bilang, uangnya receh koin ya. Iya saya bilang. Tellernya bingung. Saya bilang, udah dibagi kok per Rp100.00 dan sisanya ditimbang. Tellernya bilang, enggak ada timbangannya,” kata Saeful saat ditemui di Tangerang, Selasa (18/8/2020).
Dia akhirnya terpaksa menukarkan terlebih dulu sekardus uang logam itu ke lima mini market terdekat dari bank. Setelah itu, dia kembali lagi ke bank untuk menyetorkan uang kuliah semester limanya.
“Saya nukar ke mini market itu ada yang Rp1 juta, ada yang Rp500.000 dan Rp1,5 juta,” katanya.
Saeful Margasana mengatakan, ide membongkar celengan itu pertama kali muncul dari ayahnya. Berawal dari saat dia meminta uang untuk membayar uang kuliah. Namun, kondisi pandemi membuat orangtuanya tidak punya uang. Sang ibu tidak bisa berdagang karena sekolah tutup dan usaha ayahnya juga tidak lancar.
(okezone.com)
Sambut HPN ke80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sosial
Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Pemerintahan
Aksi Hardiknas Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Peristiwa
kabarmelayu.comJAKARTA Indonesia pernah menjadi kiblat pendidikan di Asia Tenggara, bahkan sampai diminta negara tetangga untuk membantu m
Article
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Hukrim
kabarmelayu.comINHIL Wakil Bupati Indragiri Hilir Yuliantini S.Sos, M.Si menghadiri Rapat Paripurna Ke 7 DPRD Kab. Inhil Masa Persidan
Pemerintahan
kabarmelayu.comKUANSING Puluhan tahun menunggu kepastian, kesabaran Kelompok Tani Kelompok Tani SKB akhirnya memuncak Rabu (29/4/2026). Me
Sosial
kabarmelayu.comPEKANBARU Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau, H Zufra Irwan SE, MM, SpAp mengecam sikap Kadisdik Provinsi Riau,
Pemerintahan
kabarmelayu.comROHIL Warga binaan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi berinisial SN alias KN menjadi sorotan di kalangan masyarakat Rokan Hilir.
Hukrim
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musr
Parlemen