Dinkes Bersama KONI Pekanbaru dan PMI Riau Bagikan 2000 Masker ke Pengguna Jalan
kabarmelayu.com, PEKANBARU Upaya menjaga kesehatan masyarakat terus dilakukan di tengah kondisi udara Kota Pekanbaru yang terdampak kabut
Sosial
KAMPAR, kabarmelayu.com - Berbagai lapisan masyarakat Melayu Tapung diresahkan dengan adanya postingan di Media Sosial (Facebook-red) Oshin Photograph beberapa hari lalu tentang sejarah Kota Batak di Desa Pantai Cermin dan Asal muasal nama Kota Garo yang diplesetkan menjadi Kota Karo, dan menyatakan kedua desa tersebut sebagai salah satu tanah nenek moyang Karo.
Untuk itu, berbagai unsur masyarakat Tapung mulai dari Pemuda, Pimpinan Desa, Ninik Mamak, Dubalang dan Tokoh Masyarakat bersatu untuk menyikapi pelecehan dan pemutarbalikan fakta tersebut.
Ketua Umum Ikatan Keluarga Sungai Tapung (IKST) Riau, H. Sapaat menjelaskan, Tanah Melayu Tapung dimulai sejarahnya sejak tahun 600 Masehi. Ketika itu di Tapung (Petapahan) sekarang punya Tambang Emas sehingga terkenal sampai ke Belahan Dunia Timur dan Barat, hal ini sedang diteliti ulang oleh IKST bekerjasama dengan University Leiden Belanda.
Baca Juga:
"Merujuk hasil Seminar Sejarah Tapung yang ditaja IKST bersama Sejarawan Riau Prof. Suwardi MS pada 2017 lalu juga disimpulkan bahwa di Petapahan (Tapung) dulu ada Kerajaan Petapahan yang masyhur di abad ke 13 Masehi, dan itu berlangsung sampai abad 18 Masehi," jelas Sapaat saat dihubungi via WhatsApp pada Jum'at (27/08/2021).
Baca Juga:
Selain itu, Sapaat juga memaparkan bahwa pada abad ke 18 Masehi guna mempertahankan Jalur Perdagangan Internasional di Petapahan - Sungai Jantan, Pokanbaghu (Pekanbaru-red) pada masa itu maka Kerajaan Petapahan bergabung dengan Kerajaan Siak Sri Indrapura dan menjadi Propinsi ke 9 dan 10 dari Kerajaan Siak Sri Indrapura yang bernama Provinsi Tapung Kanan dan Provinsi Tapung Kiri di bawah Kerajaan Siak Sri Indrapura.
"Eks Wilayah Kerajaan Petapahan dengan satu Adat Istiadat utuh tersebut saat ini menjadi 5 Kecamatan. Dipecah oleh dua Kabupaten (Kampar dan Rohul) yaitu Kecamatan Tapung, Kecamatan Tapung Hilir, Kecamatan Tapung Hulu, Kecamatan Tandun dan Kecamatan Kabun," papar Sapaat.
Ketua Umum Ikatan Keluarga Sungai Tapung (IKST) Riau, H. Sapaat
Sapaat menegaskan, agar pemilik akun Facebook Oshin Photograph meminta maaf ke Masyarakat Tapung secara terbuka dan mendatangi Ninik Mamak Kenegerian Pantai Cermin dan Ninik Mamak Kenegerian Sekijang.
"Atas dasar di atas maka kami meminta pemilik akun Fb Oshin Photograph yang bekerja di Kantor Pengacara di Medan dapat meminta maaf ke Masyarakat Tapung secara terbuka dan mendatangi Ninik Mamak Kenegerian Pantai Cermin dan Ninik Mamak Kenegerian Sekijang," tegasnya.
Ia menegaskan mengutuk tindakan sengaja pemutarbalikkan Fakta di Media Sosial yang dilakukan secara sengaja dan meminta Paguyuban yang bersangkutan yang berada di wilayah Tapung juga turun tangan untuk memfasilitasi permasalahan tersebut guna menghindari keresahan berkelanjutan di masyarakat.
Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Kenegerian Melayu Tapung (LAKTA), Zulfahmi menyebutkan, Kota Karo di Tapung yang disebut dalam postingan akun Facebook tersebut termasuk ke dalam wilayah Kenegerian Sekijang, yang sejak dahulu kala adalah tanah Melayu yang terbuka untuk perdagangan dan orang, hingga sekarang dimekarkan menjadi Desa Koto Garo.
"Nama Koto Batak itu ada (dibuat-red) baru sejak setelah Kemerdekaan (era tahun 60an), sebelumnya nama Koto Batak yang dahulu termasuk ke dalam Desa Petapahan dan sekarang masuk ke dalam Desa Pantai Cermin itu, dahulunya kita sebut Koto Sekotuok, karena dekat dengan Sungai Sekotuok yang mengalir ke Sungai Tapung," sebut Zulfahmi.
Terpisah, para Tokoh Adat dan Tokoh masyarakat Pantai Cermin juga menyatakan tidak ada yang kenal satu orang pun dengan nama Kota Batak yang ada di Desa Pantai Cermin sejak nenek moyang mereka, tapi mereka baru mengenal nama koto Batak itu ada di Pantai cermin setelah PT Caltex (Chevron-red) beroperasi di Desa Pantai cermin.
"Dengan segala keterbatasan kala itu, nama Koto Batak memang pernah digugat oleh masyarakat Pantai Cermin ke pihak PT Caltex melalui pemerintahan yang lebih tinggi, bahkan sampai ke propinsi Riau namun sampai hari ini belum ada membuahkan hasil," ungkap Nurbay Yus salah seorang Ninik Mamak Kenegerian Pantai Cermin. (Raf)
kabarmelayu.com, PEKANBARU Upaya menjaga kesehatan masyarakat terus dilakukan di tengah kondisi udara Kota Pekanbaru yang terdampak kabut
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kepedulian Gerakan Pramuka terhadap masyarakat kembali diwujudkan melalui aksi nyata dalam mewujudkan Zero Stunt
Sosial
kabarmelayu.com,TEMBILAHAN Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, membakar lahan gambu
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, melakukan peninjauan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di K
Hukrim
kabarmelayu.com,PELALAWAN Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hingga pendinginan, terus dilakukan secara berkelanjutan. P
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru meminta pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan Teratai, Kecamatan Senapela
Pemerintahan
Peringati HUT ke81 RI, Bea Cukai Bengkalis Gelar Bakti Sosial dan Doa Bersama di Sungai Pakning
Pemerintahan
kabarmelayu.com,JAKARTA Kasus serius tengah mengguncang publik tanah air. Kasus itu menyangkut dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen oten
Hukrim
kabarmelayu.comPEKANBARU Pengguna Jalan Tol PekanbaruDumai perlu menyesuaikan rute perjalanan mulai Jumat (28/8/2026) hari ini. PT Huta
Pemerintahan
Pimpin Apel Gelar Pasukan Siaga Karhutla, Wabup Siak Dorong Perusahaan Ikut Jaga Lahan Sekitar
Pemerintahan