Minggu, 30 Agustus 2026 WIB

Resmikan Pocadi, Buku Fopertas dan GNSTA, Kepala BNPP: Manfaatkan Dengan Baik

Harijal - Jumat, 17 September 2021 13:56 WIB
Resmikan Pocadi, Buku Fopertas dan GNSTA, Kepala BNPP: Manfaatkan Dengan Baik

PEKANBARU - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian sebagai Kepala BNPP meresmikan pencanganan pojok baca digital (Pocadi) di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sekaligus melakukan peluncuran buku "Inovasi Sains Untuk Pembangunan Perbatasan Indonesia" dalam kerjasama dengan Forum Peruguran Tinggi Untuk Perbatasan Negara (Foperta) dan pencanangan Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA).

"Dengan resminya Pocadi, Buku Fopertas dan GNSTA ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik - baiknya oleh seluruh pihak," ujarnya dalam kegiatan HUT BNPP ke-11 yang berlangsung secara virtual, Jumat (17/9/2021).

Tito berharap dengan telah disediakannya bahan bacaan seperti pojok baca digital (Pocadi) pada setiap Pos Lintas Batas Negara Terpadu (PLBN), dapat memacu minat masyarakat seperti masyarakat perbatasan dalam hal membaca.

Baca Juga:

"Semoga dengan adanya Pocadi pada pada setiap pos lintas batas negara terpadu ini bisa memacu minat masyarakat perbatasan dalam hal membaca juga dapat meningkatkan literasi baca tulis atau digital," harapnya.

Selain itu, pihaknya meminta kepada seluruh pihak terkait untuk dapat terus mendukung pihaknya terkait kebijakan dalam pembangunan perbatasan di indonesia ini dengan harapan indonesia dapat terus berkembang sehingga mampu menjangkau desa-desa di pelosok wilayah perbatasan.

Baca Juga:

Pihaknya menambahkan melalui kerjasama dengan Forum Peruguran Tinggi Untuk Perbatasan Negara (Fopertas) menghasilkan terobosan buku "Inovasi Sains Untuk Pembangunan Perbatasan Indonesia". Dimana buku ini merupakan salah satu sumber pengetahuan dari kerjasama sebagai wujud kolaborasi pentahelix dalam pengelolaan perbatasan negara.

"Untuk itu, dengan kerjasama ini diharapkan dapat melahirkan inovasi-inovasi baru untuk pembangunan perbatasan indonesia dalam rangka mendorong pemberdayaan masyarakat perbatasan sehingga daerah perbatasan bisa menjadi titik ekonomi baru bagi bangsa dan negara," ungkap Tito.

Tito menuturkan bahwa melalui kolaborasi Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) ini akan dimulai dengan Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA) perbatasan negara sehingga dokumen-dokumen tersebut dapat diimplementasikan kepada pengarsipan secara sistematis dengan menggunakan digitalisasi.

Pihaknya berpesan agar semua kegiatan perbatasan yang menghasilkan dokumen penting bernilai kearsipan ini harus dijaga dengan baik dan benar.

"Dokumen perundingan dan kesepakatan batas negara, titik referensi dan titik batas negara merupakan dokumen penting yang harus dijaga dan dirawat untuk kedaulatan negara dan sekaligus menjadi sumber pembelajaran bagi seluruh pihak dan generasi generasi selanjutnya," tutupnya. (MC)

SHARE:
beritaTerkait
Babinsa Koramil 06/Siak Hulu Hadiri Malam Puncak Peringatan HUT RI ke-81 Desa Tanah Merah
Pemkab Bengkalis Usul Pembangunan RSUD Bukit Batu dan Pengembangan Layanan Jantung-Kanker ke Kemenkes
Pria di Pekanbaru Diancam dan Diperas, 5 Pelaku Ditangkap
Tim Alpha Lakukan Fastrope ke Titik Api di Riau, Buka Jalan Tim Free Fall
PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta, Komitmen Bersama Kawal Industri Sawit Nasional
Ratusan Anggota Koperasi Produsen Tani Aman Makmur Didampingi Pengacara dan LSM Penjara Rohul Tuntut PT. SRL Tinggalkan Lahan 2.050 Hektare
komentar
beritaTerbaru