Rabu, 29 April 2026 WIB

Negara Arab dan Islam Tunjukkan Solidaritas Buat Lebanon Usai Ledakan

Redaksi - Kamis, 19 September 2024 13:33 WIB
Negara Arab dan Islam Tunjukkan Solidaritas Buat Lebanon Usai Ledakan
Korban ledakan pager Lebanon.(Foto: CNNIndonesia/Reuters/Mohamed Azakir)
JAKARTA - Sejumlah negara Arab dan Islam menyatakan solidaritas kepada Lebanon dan menawarkan bantuan medis setelah ledakan penyeranta (pager) yang menewaskan setidaknya 12 orang dan melukai ribuan lainnya di Lebanon.

Pager, perangkat telekomunikasi nirkabel, meledak pada Selasa (17/9) di beberapa wilayah di Lebanon, termasuk ibu kota Beirut, yang menurut media Lebanon diduga sebagai peretasan sistem oleh Israel.

Sumber keamanan Lebanon mengatakan bahwa badan intelijen Israel, Mossad, menanam bahan peledak di dalam pager yang digunakan oleh anggota Hizbullah beberapa bulan sebelum meledak.

Baca Juga:


Duta Besar Lebanon untuk PBB, Hadi Hachem, menyebut hal ini sebagai "agresi yang setara dengan kejahatan perang" dan memperingatkan bahwa insiden ini akan memperburuk konflik.

Tidak ada komentar dari Israel terkait ledakan pager, tetapi Hizbullah bersumpah akan membalas Israel atas ledakan tersebut.

Baca Juga:


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melakukan panggilan telepon dengan Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati, dan menyatakan kesedihan atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa itu.


Ia menggambarkan upaya Israel untuk memperluas konflik di kawasan tersebut sebagai "berbahaya" dan menegaskan bahwa upaya untuk menghentikan Israel akan terus berlanjut.


Menteri Luar Negeri Lebanon Abdullah Bou Habib menerima panggilan telepon dari Menlu Mesir, Badr Abdelatty, yang menyatakan solidaritas negaranya dengan Lebanon setelah ledakan tersebut.


Abdelatty mengatakan bahwa Mesir siap memberikan segala bentuk bantuan untuk merawat korban luka.


Bou Habib juga menerima panggilan telepon lainnya dari Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, yang menyampaikan belasungkawa dan menawarkan bantuan perawatan medis bagi mereka yang terluka akibat ledakan.


Menteri Kesehatan Lebanon Firas Al-Abiad juga melakukan panggilan telepon dengan Menlu Iran, Mohammadreza Zafarghandi, yang mengatakan bahwa Iran siap memberikan bantuan medis dan dukungan kepada korban ledakan tersebut.


Kementerian Kesehatan Irak mengirimkan bantuan dan tim medis untuk membantu upaya perawatan korban luka, menurut laporan dari kantor berita negara Irak, INA.


Tim medis yang terdiri dari dokter dan paramedis dari Bulan Sabit Merah Iran juga tiba di Beirut untuk memberikan bantuan dan perawatan medis bagi korban luka, menurut kantor berita negara IRNA.


Raja Yordania Abdullah II juga memerintahkan pengiriman pesawat C-130 untuk mengantarkan bantuan darurat ke sektor kesehatan Lebanon setelah ledakan tersebut.


Ledakan pager ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi di perbatasan antara Israel dan Hizbullah, yang telah terlibat dalam peperangan lintas batas sejak dimulainya perang mematikan oleh Tel Aviv di Jalur Gaza. Serangan Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 41.200 orang, sebagian besar wanita dan anak-anak, setelah serangan Hamas pada 7 Oktober tahun lalu.

Antara/Republika

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Di Hadapan Perwakilan 150 Negara, Syahrul Aidi Kecam Keras Tindakan Israel di Timur Tengah
Praka Farizal Gugur Saat Salat Isya Karena Terkena Mortir Israel
BKSAP DPR Kutuk Serangan Israel ke Markas Unifil yang Tewaskan Prajurit TNI
Perang di Timur Tengah: Seruan Keadilan dan Perdamaian dari Indonesia
BKSAP Rakor dengan Kemlu, Kepesertaan RI di BoP Jadi Sorotan
Israel Gunakan Bom Terlarang, Uapkan Ribuan Warga Gaza Tanpa Jejak
komentar
beritaTerbaru