Kamis, 11 Juni 2026 WIB

Komnas Waspan Sebut Ada Kejanggalan Penyebab Siswa SDN di Inhu Meninggal Dunia

Redaksi - Sabtu, 31 Mei 2025 13:51 WIB
Komnas Waspan Sebut Ada Kejanggalan Penyebab Siswa SDN di Inhu Meninggal Dunia
Ahmad Arifin Pasaribu
INHU, kabarmelayu.com - Direktur Komnas-Waspan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Ahmad Arifin Pasaribu menyatakan ada kejanggalan atas meninggalnya siswa kelas 2 SDN di Desa Buluh Rampai, Kecamatan Seberida. Pernyataan ini disampaikannya berdasarkan hasil investigasi Komnas Waspan Kabupaten Inhu.

"Sehari sebelum meninggal dunia tepatnya hari Minggu (25/5/2025) korban sempat dibawa ke tukang pijet. Penuturan tukang pijet saat itu tidak menemukan lebam pada tubuh korban. Sementara korban dikabarkan meninggal dunia pada Senin (26/5/2025) sudah ada lebam dan memar pada tubuh korban," ungkapnya.

Menurut Ahmad Arifin Pasaribu, hasil investigasi yang dilakukannya korban mengalami sakit jalan membungkuk kemudian dibawa ke tukang pijet. Ada dua tukang pijet yang menolong korban.

Baca Juga:

"Tukang pijet pertama inisial P mengatakan, dia dibawa oleh orangtua korban pada hari Kamis (23/5/2025) untuk mengurut tubuh korban. Saat diurut P mengaku tidak menemukan tanda memar dan lebam pada tubuh korban. Hanya saja ditemukan ada sakit pada bagian bahu sebelah kiri dan benjolan pada perut sebelah kanan di tubuh korban," sebutnya.

Kemudian, sambung Ahmad Arifin Pasaribu, korban sempat dibawa lagi ke tukang urut kedua inisial U pada hari Minggu (25/5/2025). Pada tukang urut ini hanya mengurut bagian kaki dan tangan. Juga tidak ada ditemukan tanda memar dan lebam pada tubuh korban.

Baca Juga:

"Jadi sehari sebelum meninggal dunia tukang urut tidak menemukan tanda memar dan lebam. Namun anehnya pada Senin (26/5/2025) dikabarkan korban meninggal dunia ada lebam dan memar pada tubuh korban. Kabar ini tidak benar karena ada saksi yang bersedia memberikan keterangan seperti tukang urut yang sebelumnya menangangi kondisi kesehatan korban," ucapnya.

Komnas Waspan, sambung Ahmad Arifin Pasaribu berharap kepada semua pihak agar dapat memberikan informasi yang akurat terhadap kematian korban.

"Sebaiknya kita menunggu hasil autopsi dan keterangan resmi pihak kepolisian agar penyebab peristiwa kematian korban siswa SDN ini jelas dan tidak menjadi asumsi publik yang hanya menyudutkan secara sepihak saja," ungkapnya.(Yudi)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Hj. Katerina Susanti Sambut Kunjungan Ketua Dekranas RI di Stand Dekranasda Inhil
Setelah Sukses Ujian Akhir TP 2025-2026, UPT SDN 019 Pandau Jaya Siap Hadapi Ujian Kenaikan Kelas Senin mendatang
BBKSDA Riau Pasang Box Trap di Lokasi Kemunculan Beruang Madu Pelalawan
Paguyuban UPT SDN 024 Tarai Bangun Gelar Pelepasan Siswa Kelas VI
Dorong Pendidikan Vokasi di Daerah,  Pemerintah Diminta Perkuat Beasiswa hingga CSR Industri
Ini Guru dan Siswa Terbaik Penerima Anugerah Pendidikan Riau 2026
komentar
beritaTerbaru