Kamis, 15 Januari 2026 WIB

Ternak Warga Dayun Mati dengan Luka Parah, BBKSDA Riau Temukan Jejak Kaki Harimau

Redaksi - Jumat, 12 Desember 2025 14:36 WIB
Ternak Warga Dayun Mati dengan Luka Parah, BBKSDA Riau Temukan Jejak Kaki Harimau
Ternak sapi warga Dayun yang ditemukan mati dengan luka parah. Ada jejak harimau di lokasi tersebut.(Foto: Istimewa)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Seekor ternak sapi milik warga Dusun Batang Sepetai, Desa Dayun, Kecamatan Dayun Kabupaten Siak, ditemukan mati dengan tubuh terluka parah, Rabu (10/12/2025). Diduga sapi tersebut korban serangan Harimau Sumatera.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melakukan pengecekan dan mitigasi setelah menerima informasi tersebut. Pemilik ternak, Selamat, awalnya menemukan sapinya mati di kebun sawit milik warga bernama Purba.

Setelah dilaporkan kepada aparat setempat, tim gabungan dari BBKSDA Riau, TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat langsung turun ke lokasi.

Baca Juga:

Hasil pengecekan, tim mendapati bangkai sapi dalam kondisi mengenaskan dengan kondisi mengalami luka pada bagian tubuh belakang dan paha atas.

"Hasil identifikasi lapangan menunjukkan adanya jejak kaki satwa yang diduga kuat milik Harimau Sumatera dengan ukuran sekitar 15 sentimeter," kata Kepala BBKSDA Riau, Supartono, Jumat (12/12/2025).

Baca Juga:

Lokasi kejadian berada di Areal Penggunaan Lain (APL) yang merupakan kawasan perkebunan sawit masyarakat. Lokasi ini kerap menjadi titik interaksi manusia dan satwa liar akibat beririsan dengan wilayah jelajah harimau.

Di lokasi, memasang dua kamera trap untuk mengidentifikasi individu harimau, memantau perilaku, serta pola pergerakannya di sekitar lokasi.

"Pemasangan kamera trap merupakan langkah penting untuk menentukan mitigasi lanjutan yang tepat dan aman, baik bagi warga sekitar maupun bagi satwa dilindungi seperti Harimau Sumatera," ujar Supartono.

Ia mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada, serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi membahayakan diri. BBKSDA Riau akan menangani kasus ini secara profesional dengan prioritas keselamatan masyarakat tanpa mengabaikan perlindungan harimau.

Selain itu, pihaknya akan terus melakukan monitoring intensif dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat keamanan untuk memastikan situasi tetap terkendali dan langkah mitigasi berjalan efektif.

"Kerja sama dan informasi dari masyarakat sangat kami perlukan dalam upaya mitigasi konflik manusia dan satwa liar," tambahnya.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Seram, Warga Siak Berpapasan dengan Harimau Jarak 4 Meter di Kebun Sawit
PT. GIN dan Koperasi Rindang Benua Kuasai dan Alihkan Lahan Masyarakat Tanpa Persetujuan
Celupkan kaki ke Sungai, Remaja di Dumai Tewas Disambar Buaya
Anak Gajah Liar Terluka, Diduga Terjerat di Tesso Tenggara Pelalawan
Audiensi dengan Pemkab Kampar, BBKSDA Riau Ajak Jaga Ekosistem Hutan Rimbang Baling
Warga Rohil Hilang Misterius di Bekoan, Diduga Diterkam Buaya
komentar
beritaTerbaru