HUT Polwan Ke-78, Police Woman Goes To School Kunjungi UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota
kabarmelayu.com,KAMPAR Dalam rangka HUT Polwan ke78 tahun yang jatuh pada tanggal 1 September 2026, Polwan Polres Kampar mengunjungi UPT
Pendidikan
MAKASSAR - Sebanyak 70 sekolah SMA di Kota Makassar terancam dibekukan pasca ditemukannya sejumlah ketidaksesuaian antara standar aturan dan pelaksanaannya di sekolah. Salah satunya praktik mark up jumlah siswa yang dilakukan oleh sejumlah sekolah swasta.
Hal tersebut terungkap saat pelaksanaan Pekan Integritas Sekolah yang dicanangkan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Senin 17 April 2017.
"Hasil pelaksanaan Pekan Integritas Sekolah ada 70 sekolah dari 261 sekolah di Makassar yang akan kita periksa ulang," kata Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo yang ditemui di Makassar, Jumat (28/4/2017).
Baca Juga:
Pemeriksaan ulang, kata dia, akan dilakukan terkait berbagai standar sekolah seperti standar administrasi, dan standar administrasi proses belajar mengajar di kelas.
"Sekolah-sekolah ini kita duga berjalan tanpa memenuhi standar yang ditetapkan, misalnya standar jumlah siswa dalam satu sekolah," ucapnya.
Baca Juga:
Irman mencontohkan terdapat standar aturan di mana jumlah siswa dalam satu sekolah SMA minimal 60 orang dengan asumsi masing-masing kelas 10, 11, dan 12 terdiri atas 20 siswa.
Pemeriksaan ulang, kata Irman, dilakukan dalam rangka pembinaan sekolah, namun apabila dalam jangka waktu tertentu sekolah tidak mampu memenuhi standar tersebut pihaknya akan membekukan sekolah tersebut.
"Sekolah akan kita bekukan dengan terlebih dahulu menggabungkan siswa sekolah tersebut ke sekolah lain," jelas Irman.
Pihaknya, kini juga tengah menunggu hasil evaluasi sekolah dari Kabupaten Maros, Gowa, dan Takalar yang kini laporannya mulai masuk.
Sebelumnya, Disdik Sulsel meluncurkan Pekan Integritas Sekolah, untuk menjadi momentum memperbaiki integritas sekolah dan membangun komitmen para pemangku kepentingan di bidang pendidikan.
Kegiatan tersebut dihadiri pihak Disdik, Unit Pelaksana Teknis (UPT), Pengawas, Kepala Sekolah, Guru, dan petugas teknis.
Pada Pekan Integritas ini, menurut Irman, pihak sekolah diberi kesempatan untuk memperbaiki basis Data Pokok Pendidikan (Dapodik) agar sesuai dengan realitas di lapangan.
"Kami beri kesempatan sekolah untuk memperbaiki sesuai standar yang ada, dan akan kita lakukan pembinaan secara maksimal," ucapnya.
Data yang dimasukkan oleh pihak sekolah akan diverifikasi di lapangan oleh pihak pengawas sekolah.
"Mari kita perbaiki kesinambungan data dan fakta dalam Pekan Integritas ini," imbau Irman.
kabarmelayu.com,KAMPAR Dalam rangka HUT Polwan ke78 tahun yang jatuh pada tanggal 1 September 2026, Polwan Polres Kampar mengunjungi UPT
Pendidikan
kabarmelayu.com,TANGERANG Kunjungan ke Kawasan Industri Cikupa Mas, Kabupaten Tangerang, Banten, menghasilkan sejumlah catatan penting dar
Parlemen
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru resmi meningkatkan status penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari
Lingkungan
kabarmelayu.com,JAKARTA Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) organisasi yang menaungi pemilik atau CEO Media di Indonesia, dan merupakan k
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Api masih menyala di kawasan semak belukar di atas tanah gambut Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Ratusa
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Riau, mem
Hukrim
Polda Riau Bongkar Sindikat Curanmor, 44 Unit Kendaraan Disita, 6 Orang Ditetapkan Tersangka
Hukrim
Polsek Teluk Meranti Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan, Imbau Warga Cegah Karhutla
Lingkungan
kabarmelayu.com,KAMPAR Prestasi luar biasa diraih oleh tim futsal UPT SD Negeri 024 Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Kali
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk program beasiswa m
Pendidikan