Senin, 04 Mei 2026 WIB

Kecelakaan Maut di Ciloto, Diduga Rem Bus Blong

Harijal - Minggu, 30 April 2017 15:54 WIB
Kecelakaan Maut di Ciloto, Diduga Rem Bus Blong
(Foto: Putra Ramadhani Astyawan/Okezone)
Bus maut yang kecelakaan beruntun di Ciloto, Cianjur, Jawa barat

BOGOR - Kecelakaan beruntun yang menewaskan 13 orang di Jalan Raya Puncak tepatnya di Desa Ciloto, Cipanas, Kabupaten Cianjur diduga disebabkan rem bus yang blong.

Kasat Lantas Polres Cianjur, AKP Erik Prakarsa mengatakan, kecelakaan bermula saat bus pariwisata B 7057 BGA melaju dari arah Puncak menuju Cianjur sekira pukul 10.30 WIB.

Setibanya di lokasi dengan kondisi jalan yang menurun, bus diduga mengalami rem blong dan menabrak kendaraan lainnya dari arah yang berlawanan.

Baca Juga:

"Total ada 9 kendaraan yang terlibat kecelakaan. 1 bus, 4 mobil, sisanya motor dari arah berlawanan," kata Erik, saat ditemui di lokasi kecelakaan, Minggu (30/4/2017).

Setelah menabrak kendaraan, bus menabrak warung dan terperosok ke dalam jurang yang di bawahnya terdapat perkebunan milik warga sekitar 5 meter.

Baca Juga:

"Kendaraan yang di atas cuma mobil pickup sama angkot. Sisanya ikut tersapu bus itu. Dugaan sementara bus itu mengalami rem blong," jelasnya.

Akibat kecelakaan tersebut, terdapat 13 orang meninggal dunia dan 20 orang lainnya mengalami luka-luka dan masih dalam perawatan di RS Cimacan, Cianjur.

"Data sementara yang kita dapat ada 13 korban meninggal dunia termasuk sopir busnya. Semuanya ada di RS Cimacan," tutupnya.


(ulu/okezone)

SHARE:
beritaTerkait
Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025
komentar
beritaTerbaru