Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sambut HPN ke80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sosial
BANDUNG - Polisi membeberkan hasil autopsi jenazah Suryo Utomo (31), dosen School Buissine Management Institut Teknologi Bandung (ITB). Dari hasil autopsi sementara di RSUD Cianjur itu, polisi menduga kuat Suryo Utomo tewas akibat bunuh diri dengan meloncat ke jurang.
Suryo Utomo sempat hilang secara misterius sebelum ditemukan meninggal dunia di Waduk Cirata, Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada 13 Mei 2017. Untuk mengungkap misteri penyebab kematiannya, jenazah dosen ITB itu lalu diautopsi.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Yusri Yunus mengatakan, dari hasil autopsi menunjukkan bahwa terdapat luka yang tidak tertata di kepala Suryo Utomo. Selain ada sayatan di tangan kiri atas, terdapat juga empat bagian tulang iga dada kirinya patah.
Baca Juga:
Selain itu, di bagian belakang tubuh korban terdapat patahan tulang punggung kiri dan kanan, di bagian paha kanan patah tertutup. Selanjutnya ada resapan darah di bagian kepala dan dada Suryo Utomo.
Maka dari itu, polisi menduga kuat bahwa korban meninggal karena bunuh diri. "Dugaan bahwa korban bunuh diri dengan meloncat ke jurang dari ketinggian 20 meter, TKP meloncat ke jurang tidak jauh dari ditemukannya kendaraan pribadinya," kata Yusri Yunus, Selasa (16/5/2017).
Baca Juga:
Mobil Toyota Vios berpelat F 1031 DC yang dikendarai Suryo Utomo sebelum dinyatakan hilang ditemukan polisi dalam kondisi tak berawak di Ciranjang, Kabupaten Cianjur, pada Kamis 11 Mei 2017 atau sehari setelah dosen ITB itu menghilang.
Yusri menuturkan, sebelum meloncat, hasil pemeriksaan polisi menyebutkan Suryo Utomo diduga sempat berupaya bunuh diri dengan menyayat lengan kirinya, namun tak berhasil. Kemudian ia mencoba mengguyur dirinya dengan bensin untuk bakar diri.
"Dia mencopot celananya karena kepanasan dan terlihat dari hasil autopsi ada luka bakar di kakinya. Selain itu tercium bau bensin dari tubuhnya itu," tambahnya.
Polisi saat ini masih mendalami lagi kasus tersebut. "Sebelumnya keluarga menyatakan korban tertekan tapi penyebabnya apa masih kita dalami," terangnya.
Sebelum ditemukan tewas, Suryo Utomo sempat mengantar ibunya Ika Rini Astuti ke Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Rabu 10 Mei 2017. Ia lalu menghilang dan didapati sudah tak bernyawa di Cianjur.
Sambut HPN ke80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sosial
Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Pemerintahan
Aksi Hardiknas Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Peristiwa
kabarmelayu.comJAKARTA Indonesia pernah menjadi kiblat pendidikan di Asia Tenggara, bahkan sampai diminta negara tetangga untuk membantu m
Article
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Hukrim
kabarmelayu.comINHIL Wakil Bupati Indragiri Hilir Yuliantini S.Sos, M.Si menghadiri Rapat Paripurna Ke 7 DPRD Kab. Inhil Masa Persidan
Pemerintahan
kabarmelayu.comKUANSING Puluhan tahun menunggu kepastian, kesabaran Kelompok Tani Kelompok Tani SKB akhirnya memuncak Rabu (29/4/2026). Me
Sosial
kabarmelayu.comPEKANBARU Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau, H Zufra Irwan SE, MM, SpAp mengecam sikap Kadisdik Provinsi Riau,
Pemerintahan
kabarmelayu.comROHIL Warga binaan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi berinisial SN alias KN menjadi sorotan di kalangan masyarakat Rokan Hilir.
Hukrim
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musr
Parlemen