Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sambut HPN ke80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sosial
KUALA LUMPUR - Sebuah sekolah agama Islam atau madrasah di Malaysia mengalami kebakaran hebat pada Kamis (14/9/2017). Dalam waktu kurang dari satu jam, 25 siswa dan guru tewas terpanggang.
Musibah ini terjadi di Kuala Lumpur. Para pejabat setempat mengatakan, insiden ini merupakan salah satu bencana kebakaran terburuk di Malaysia dalam beberapa tahun terakhir.
Api berkobar sebelum fajar di sebuah tahfiz—sebutan untuk madrasah—di jantung ibu kota Kuala Lumpur. Petugas pemadam kebakaran bergegas ke lokasi kejadian dan kobaran api bisa dipadamkan dalam waktu satu jam. Kendati demikian, kehancuran yang mengerikan telah terjadi.
Baca Juga:
Sejumah video dan foto yang dilansir media lokal menunjukkan, gedung madrasah tertutup api. Sejumlah siswa mencoba melarikan diri dari sekolah saat api berkobar. Sedangkan beberapa tetangga terdekat mengaku mendengar teriakan minta tolong.
”Anak-anak itu dengan putus asa berusaha membebaskan diri dari api,” kata Menteri Wilayah Federal Tengku Adnan Tengku Mansor dalam sebuah wawancara di televisi.
Baca Juga:
”Ada pemotong logam yang mencegah mereka keluar dari gedung yang terbakar,” imbuh Kepala Polisi Kuala Lumpur Amar Singh.”Jasad-jasad itu terbakar total,” ujarnya, seperti dilansir The Star.
“Sayangnya hanya ada satu pintu masuk, jadi mereka tidak bisa lepas. Semua jasad ditemukan saling menyatu,” paparnya.
Media setempat melaporkan, orang-orang di sekitar lokasi kejadian telah terbangun untuk Salat Subuh. Mereka mendengar teriakan minta tolong dan melihat api menelan lantai atas bangunan, tempat anak-anak tidur di asrama.
Khirudin Drahman, Direktur Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kuala Lumpur mengatakan kepada AFP bahwa ini adalah salah satu tragedi kebakaran terburuk di negara tersebut dalam 20 tahun terakhir.
Menurutnya, para korban tewas adalah 23 siswa dan dua guru. Para siswa yang jadi korban adalah siswa laki-laki berusia antara 13 dan 17 tahun.
Sambut HPN ke80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sosial
Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Pemerintahan
Aksi Hardiknas Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Peristiwa
kabarmelayu.comJAKARTA Indonesia pernah menjadi kiblat pendidikan di Asia Tenggara, bahkan sampai diminta negara tetangga untuk membantu m
Article
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Hukrim
kabarmelayu.comINHIL Wakil Bupati Indragiri Hilir Yuliantini S.Sos, M.Si menghadiri Rapat Paripurna Ke 7 DPRD Kab. Inhil Masa Persidan
Pemerintahan
kabarmelayu.comKUANSING Puluhan tahun menunggu kepastian, kesabaran Kelompok Tani Kelompok Tani SKB akhirnya memuncak Rabu (29/4/2026). Me
Sosial
kabarmelayu.comPEKANBARU Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau, H Zufra Irwan SE, MM, SpAp mengecam sikap Kadisdik Provinsi Riau,
Pemerintahan
kabarmelayu.comROHIL Warga binaan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi berinisial SN alias KN menjadi sorotan di kalangan masyarakat Rokan Hilir.
Hukrim
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musr
Parlemen