Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sambut HPN ke80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sosial
RENGAT, kabarmelayu.com - Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Dinas Pertanian dan Perikanan kabupaten Inhu, Dedy Dianto SP mengatakan ada oknum wartawan yang berusaha melakukan pemerasan kepada PT Inecda, berujung ke Polisi. Hal ini dikatakan dia saat membuka rapat penyelesaian perselisihan antara masyarakat Desa Tani Makmur Kecamatan Rengat Barat, Inhu, Riau dengan PT Inecda Plantation, Selasa (26/9) lalu.
Dedy menyesalkan apa yang disampaikan Humas PT Inecda beberapa waktu lalu kepadanya, bahwa ada oknum wartawan yang berusaha melakukan pemerasan terhadap Joko Dwiyono, Humas PT Inecda, sontak membuat kaget sejumlah wartawan yang turut menghadiri rapat tersebut.
Mukadimah yang disampaikan Kabid Perkebunan, Dedy Dianto membuat suasana rapat mengalihkan pandangan ke sejumlah petinggi PT Inecda yang dihadiri oleh Senior Menejer Khamdi, HRD Khairul dan Humas Joko Dwiyono, bahkan sejumlah wartawan yang mengikutinya sempat memandang sinis kepada Joko Dwiyono, yang merasa ingin tahu siapa oknum wartawan dimaksud.
Baca Juga:
Usai rapat yang dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Inhu Agus Widodo itu, sejumlah wartawan langsung mendatangi Polsek Rengat Barat dan melaporkan saudara Dedy Dianto, Joko Dwiyono Humas PT Inecda ke Polisi untuk dilakukan proses hukum. Adapun pelapornya Ali Usman salah seorang reporter media online didampingi sejumlah wartawan.
Akibat laporan Ali Usman dengan tudingan pencemaran nama baik wartawan di Polsek Rengat Barat itu, baik Kadis Pertanian dan Perikanan Inhu, Agus Widodo maupun Kabid Perkebunan, Dedy Dianto beberapa hari lalu sudah dimintai keterangannya oleh penyidik Polsek Rengat Barat.
Humas PT Inecda, Joko Dwiyono dikonfirmasi awak media ini Rabu (22/11) mengaku dirinya tidak pernah menyampaikan kepada Kabid Perkebunan Dedy Dianto bahwa dia diperas wartawan, “Saya tidak ada ucapkan seperti yang disampaikan Dedy Dianto dalam acara mukadimah rapat penyelesaian masalah antara masyarakat Tani Makmur dengan PT Inecda seperti itu,” Kata Joko.
Menurut Joko, setelah didesak siapa yang dimaksudkan wartawan sebagaimana yang disampaikan Dedy Dianto itu, akhirnya Joko mengaku ada yang mengaku dirinya wartawan atas nama Jum dari media online yang memohonkan kepadanya untuk membuat iklan seharga Rp.8 juta, agar masalah kebakaran lahan masyarakat dan hama kumbang tanduk tidak diungkap.
Baca Juga:
Kata Joko, dia tidak menyanggupi permintaan wartawan itu, ironisnya tambah Joko, reporter dan apapun itu namanya sebab kurang paham masalah kewartawanan ini, Jum malah menawarkan agar dirinya dipekerjakan sebagai Petugas Keamanan (PK) di PT Inecda sehingga tidak perlu membayar uang yang dimohonkan Rp.8 juta itu.
Tambah Joko lagi, memang kala itu Jum ada menelphone Heri yang juga mengaku wartawan salah satu media online, “Saya tidak mengetahui persis apa yang mereka bicarakan,” ujar Joko.
Karena masalah ini sudah dilaporkan ke Polisi, silahkan kita jalani saja proses hukumnya, dan saya sendiri sudah dipanggil penyidik Polsek Rengat Barat untuk dimintai keterangan, “Saya tidak pernah menyampaikan kepada Dedy Dianto bahwa saya diperas wartawan, dan sayapun nggak merasa ada diperas wartawan kog, kalaupun Jum ada meminta dibuat iklan tapi saat itu perusahaan tidak menyanggupinya,” Beber Joko menegaskan.
Jumadi yang mengaku wartawan media online dikonfirmasi mengakui ada memohonkan kepada Humas PT Inecda, Joko Dwiyono untuk dibuatkan iklan, namun tidak ada embel embel apapun, "kalau nggak mau buat iklan ya udah," ujar Jumadi.
Jumadi mengaku memang belum memiliki surat tugas dari media online tempat dia bekerja, namun karena yang membawanya adalah Heri wartawan media online yang berdomisili di Airmolek itu, maka segala sesuatu persyaratannya sudah diserahkannya kepada Heri.
Heri yang mengaku wartawan media online berdomisili di Airmolek itu menghubungi awak media ini setelah mendapatkan laporan dari Jumadi mengatakan, bahwa Jumadi benar wartawan salah satu media online yang surat tugasnya masih dalam proses di Pekanbaru.
Dari hasil diskusi sejumlah awak media, sebagaimana yang disampaikan Kabid Perkebunan, Dedy Dianto saat membuka acara rapat penyelesaian masalah masyarakat Desa Tani Makmur dengan PT Inecda terkait hama kumbang tanduk (28/9) itu, sebenarnya tidak perlu disampaikan di forum secara terbuka.
Terkesan apa yang disampaikan Dedy Dianto itu, sepertinya menyebarkan ujaran kebencian kepada wartawan yang banyak dihadiri awak media kala itu terhadap pejabat PT Inecda, sehingga wartawan menjadi sinis kepada PT Inecda.
Selain itu, bisa jadi Dedy Dianto diduga tidak menyenangi wartawan sehingga mempermalukan wartawan dimuka umum, dengan ucapan wartawan telah dan atau berusaha melakukan pemerasan terhadap Humas PT Inecda, artinya ada wartawan yang melakukan pemerasan, sebab yang mengucapkan dan menebarkan ujaran kebencian tadi adalah Dedy Dianto sendiri, sementara Humas PT Inecda Joko Dwiyono tidak mengakui ada unsur pemerasan terhadap dirinya, begitu juga pengakuan Jumadi saat dikonfirmasi tidak pernah melakukan pemerasan terhadap Joko Dwiyono, tapi memohon untuk membuat iklan semata. (zap/rec)
Sambut HPN ke80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sosial
Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Pemerintahan
Aksi Hardiknas Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Peristiwa
kabarmelayu.comJAKARTA Indonesia pernah menjadi kiblat pendidikan di Asia Tenggara, bahkan sampai diminta negara tetangga untuk membantu m
Article
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Hukrim
kabarmelayu.comINHIL Wakil Bupati Indragiri Hilir Yuliantini S.Sos, M.Si menghadiri Rapat Paripurna Ke 7 DPRD Kab. Inhil Masa Persidan
Pemerintahan
kabarmelayu.comKUANSING Puluhan tahun menunggu kepastian, kesabaran Kelompok Tani Kelompok Tani SKB akhirnya memuncak Rabu (29/4/2026). Me
Sosial
kabarmelayu.comPEKANBARU Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau, H Zufra Irwan SE, MM, SpAp mengecam sikap Kadisdik Provinsi Riau,
Pemerintahan
kabarmelayu.comROHIL Warga binaan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi berinisial SN alias KN menjadi sorotan di kalangan masyarakat Rokan Hilir.
Hukrim
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musr
Parlemen