Senin, 04 Mei 2026 WIB

Tolak UU MD3, Ratusan Massa BEM Se Indonesia Kepung DPRD Riau

Harijal - Kamis, 22 Februari 2018 19:13 WIB
Tolak UU MD3, Ratusan Massa BEM Se Indonesia Kepung DPRD Riau
(Azf/Detak Indonesia.co.id)
Sedikitnya 120 perutusan BEM se Indonesia ambil bagian dalam aksi demo ke Gedung DPRD Riau di Jalan Sudirman Pekanbaru, Kamis sore (22/2/2018) menolak UU MD3 yang ditetapkan DPR RI baru-baru ini.

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Puluhan gabungan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Indonesia dengan tensi tinggi berusaha merangsek masuk ke gedung DPRD Riau Jalan Sudirman Pekanbaru Kamis sore (22/2/2018) sekira pukul 16.45 WIB.  Namun diblokir oleh aparat kepolisian dan Satpol PP Riau. Sementara polisi anti huru hara lengkap dengan tameng sudah siaga di dalam halaman gedung dewan itu termasuk pasukan TNI. Massa ingin bertemu anggota dewan guna menolak UU MD3 yang baru ditetapkan DPR RI. 

Perwakilan mahasiswa itu antara lain BEM Institut Pertanian Bogor (IPB), BEM Unri Pekanbaru, BEM Universitas Islam Riau (UIR), BEM Universitas Lancang Kuning Pekanbaru, BEM Poltekes Kemenkes Bandung, BEM Universitas Indonesia, BEM Universitas Gajah Mada, BEM Universitas Sudirman Purwokerto, Universitas Negeri Lampung, dan lain-lain melancarkan aksi demo besar-besaran ke DPRD Riau menolak implementasi UU MD3 oleh DPR RI. 

"Kami mengingatkan para wakil rakyat agar selalu berpihak pada kepentingan rakyat," teriak mahasiswa dengan membakar dua ban bekas di depan gerbang Gedung DPRD Riau di badan Jalan Sudirman Pekanbaru Kamis siang (22/2/2018).

Baca Juga:

Memanasnya aksi ini massa meneriakkan lawan, dan lawan. Sampai simpul jalan macet di simpang Jalan Sudirman-Jalan Imam Munandar Pekanbaru. Oleh Satlantas Polresta Pekanbaru jalur Jalan Sudirman depan DPRD Riau ditutup total. 

Massa meneriakkan Pemerintah saat ini tidak pro demokrasi. Aneh bila ada perbedaan dianggap musuh. Bila dibungkam hanya satu kata dari kita, lawan!. 

Baca Juga:

Melalui survei Global Corruption Barometer (GBC) 2017. DPR diklaim sebagai lembaga terkorup di Indonesia, 54 persen responden yang disurvei pada 2015-2017 kurang lebih menyatakan demikian. 

Karenanya DPR patut menjadi lembaga yang perlu dikritik dan diawasi setiap elemen bangsa. DPR merupakan representatif masyarakat Indonesia sepatutnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Ditambah adanya UU MD3 baru,  opini yang terbangun adalah DPR seolah ingin "menjauh" dari rakyat dan meningkatkan kekebalan hukum setiap anggota DPR.

Ada beberapa poin RUU MD3 yang baru disahkan Senin lalu yang akhirnya menimbulkan opini yang sedemikian rupa menganggap para dewan ingin mengeksklusifkan lembaga MPR,  DPR dan juga cenderung anti-kritik.

Beberapa pasal tersebut dianggap menjadi indikator kemunduran demokrasi di negeri ini serta tidak sesuai dengan amanat reformasi.

Sementara Wakil Ketua DPRD Riau fraksi Demokrat Ir Noviwaldy Jusman didampingi Wakil Ketua DPRD Riau lainnya dr Sunaryo dari fraksi PAN dan Suhardiman Amby dari Hanura menerima kedatangan massa mahasiswa demonstran yang sudah marah dan tensi tinggi ini. Menurut Noviwaldy Jusman apa yang disampaikan mahasiswa ini diterima DPRD Riau dan akan segera disampaikan ke DPR RI. 


(azf/detakindonesia.co.id)

SHARE:
beritaTerkait
Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025
komentar
beritaTerbaru