Karhutla Kerumutan Pelalawan Capai 969 Hektare, Tim Gabungan Terus Berjibaku
kabarmelayu.com,PEKANBARU Api masih menyala di kawasan semak belukar di atas tanah gambut Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Ratusa
Peristiwa
PEKANBARU, kabarmelayu.com - Dijanjikan mendapatkan pekerjaan di Malaysia, sebanyak 16 orang warga kota Pekanbaru, terbuai bujuk rayuan pelaku penipuan dengan modus menjanjikan berangkat kerja ke negeri jiran Malaysia.
Pelaku diketahui berinisial SP alias Sugeng (45) tahun. Ia dilaporkan oleh rekannya sendiri, lantaran menjadi korban penipuan yang juga bertugas sebagai marketing untuk merekrut para calon pekerja lainnya.
Atas kejadian itu, korban bersama empat calon pekerja lainnnya, mengalami kerugian sebesar Rp5 juta dan melaporkan kejadian tersebut ke Polresta pada Jumat 20 Juli 2018 sekira pukul 14.15 Wib. Sesuai Laporan Polisi Nomor : LP / 652 / VII / 2018 / Polresta Pekanbaru.
Baca Juga:
Informasi yang dirangkum dari Polresta Pekanbaru, sebelum rekannya tersebut dilaporkan ke Polresta, pelaku Sugeng menjanjikan kepada korban untuk ikut bekerja di salah satu perusahaan di Malaysia, dengan syarat korban harus bersedia menyiapkan satu juta untuk ongkos keberangkatan.
Selain itu, korban juga diberikan kewenangan untuk merekrut calon pekerja lainnya, dengan syarat masing-masing calonnya itu harus bersedia merogoh kocek sebesar satu juta rupiah.
Baca Juga:
Alhasil, korban pun berhasil merekrut sebanyak 16 orang untuk ikut bergabung dan berhasil mengumpulkan Rp 16 juta untuk diberikan kepada pelaku Sugeng.
Tepat pada Sabtu 30 Juni 2018 sekira pukul 15.30 Wib lalu, pelaku menyuruh korban untuk segera mentransfer duit sebesar Rp 5 juta kepada pelaku lewat rekening a.n. Siti via Bank BRI, dengan alasan agar bisa mengurus medical chek up untuk keberangkatan.
Merasa mendapat perintah pelaku, korban pun dengan segera mentranfer uang sebesar Rp5 juta tersebut, ke rekening yang dimaksud tersebut melalui Gerai ATM Mandiri Jalan Jenderal Sudirman Kota Pekanbaru.
Usai mentranfer uang tersebut sejak tanggal 30 Juni, hari demi hari bahkan berminggu hingga kini korban bersama 15 lainnnya tak kunjung berangkat ke Malaysia untuk bekerja. Sementara uang sebesar Rp16 juta telah lesap bersama pelaku, dan hilang kontak.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian mencapai Rp 5 juta dan melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Pekanbaru, guna dilakukan pengusutan lebih lanjut.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK SH MH melalui Paur Humas Ipda Budhia Dianda saat dikonfirmasikan Jumat 20 Juli 2018 sore, membenarkan adanya laporan korban penipuan dengan modus dijanjikan kerja di Malaysia, dan petugas tengah menangani kasus tersebut.
"Ya laporannya sudah kita terima tadi siang, dan saat sedang ditangani oleh petugas kita," pungkas Budhia singkat. (ars)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Api masih menyala di kawasan semak belukar di atas tanah gambut Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Ratusa
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Riau, mem
Hukrim
Polda Riau Bongkar Sindikat Curanmor, 44 Unit Kendaraan Disita, 6 Orang Ditetapkan Tersangka
Hukrim
Polsek Teluk Meranti Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan, Imbau Warga Cegah Karhutla
Lingkungan
kabarmelayu.com,KAMPAR Prestasi luar biasa diraih oleh tim futsal UPT SD Negeri 024 Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Kali
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk program beasiswa m
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sejumlah kios di Pasar Higienis, Jalan Teratai, Kota Pekanbaru, yang selama ini terbengkalai, dimanfaatkan oknum
Pemerintahan
ISPU Memburuk, Sekolah di Sejumlah Wilayah Siak Terapkan PJJ, ASN Hamil Boleh WFH
Pemerintahan
kabarmelayu.com,ROHUL Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) ke27, Persatuan Wartawan Indonesia (P
TNI/Polri
kabarmelayu.com,JAKARTA Program Pemantapan Nilainilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan 73 Lemhannas RI diikuti oleh Kalangan Birokrat, Akademis
Pemerintahan