Kamis, 24 September 2026 WIB

Media Asing Bongkar Keretakan Hubungan Megawati & Jokowi

Harijal - Sabtu, 03 Juni 2023 19:27 WIB
Media Asing Bongkar Keretakan Hubungan Megawati & Jokowi
Foto: Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di HUT ke-47 sekaligus Rakernas I PDIP (Isal-detikcom)

JAKARTA - Situasi politik di Indonesia kian panas, terutama di dalam tubuh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), jelang pemilihan umum (Pemilu) 2024.

Berdasarkan laporan The Strait Times yang dikutip Sabtu (3/6/2023), terjadi keretakan hubungan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal ini terkait bakal calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi Ganjar Pranowo dalam Pemilu tahun depan.

Mengutip sumber dari dalam partai, Megawati telah 'mengesampingkan' peran Jokowi dalam memilih cawapres untuk Ganjar. Hal tersebut disebut telah menimbulkan rasa tak nyaman bagi Jokowi.

Baca Juga:

Adapun, Jokowi yang tak lama lagi menyelesaikan periode kedua pemerintahannya tak bisa lagi maju sebagai capres. Hal itu menimbulkan kekhawatiran sejumlah kebijakan yang telah dimulai tidak berlanjut.

Alhasil, Jokowi sangat 'berkepentingan' untuk terlibat dalam pemilihan cawapres yang diusung partainya, PDIP.

Baca Juga:

"Dua tokoh yang diunggulkan Jokowi menjadi cawapres Ganjar disikapi dingin oleh Megawati," kata politisi senior PDIP yang tak mau disebutkan namanya itu, sebagaimana dikutip The Strait Times.

Kedua tokoh tersebut adalah Menteri Pariwisata Sandiaga Uno yang berperan penting dalam membantu menantu Jokowi, Bobby Nasution, memenangkan pemilihan Wali Kota Medan pada 2020. Seorang lagi adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang keluarganya disebut donatur utama kampanye kepresidenan Jokowi pada 2019.

Menurut politisi lain, hal ini memperparah ketidaknyamanan Jokowi, yang sebelumnya juga kaget dengan waktu pengumuman Ganjar sebagai capres dari PDI-P pada 21 April.

Politisi, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan hal ini dapat mendorong Jokowi yang tidak senang untuk mendukung kandidat saingan partainya, Prabowo Subianto, yang ia tunjuk sebagai menteri pertahanan empat tahun lalu.

Prabowo adalah ketua partai Gerindra, anggota koalisi yang berkuasa yang dipimpin oleh PDIP.

"Ibu [Megawati] menganggap Jokowi mencampuri urusan parpol. Itu bukan urusan eksekutif yang harus ditangani," kata politisi PDIP itu kepada The Straits Times.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dan Ali Mochtar Ngabalin dari Kantor Staf Kepresidenan Indonesia tidak membalas pesan yang meminta komentar dari The Straits Times.

Secara terpisah, Jokowi juga berdiskusi dengan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto mengenai calon presiden.

Saat ditanya soal itu, Juru Bicara Golkar Nuruf Arifin mengatakan "Tidak ada yang bisa kami bagikan."

sumber

SHARE:
beritaTerkait
Dukung UMKM, Babinsa 0321- 05/RM Bantu Pembuatan Kerupuk di Desa Bangko Sempurna
LPPH Riau Hadir, Soroti Kasus Karhutla dan SPPD Fiktif
Penertiban Kabel Semrawut di Inhil Belum Tuntas, Icon Plus Mulai Siapkan Surat Peringatan
Lapas Pasir Pengaraian dan Dinkes Rohul Gelar Tracing TBC dan Cek Kesehatan Gratis
Wilson Lalengke Laporkan Kapolda Sumsel ke Divpropam Mabes Polri
Riau Mulai Masuk Peralihan ke Musim Hujan
komentar
beritaTerbaru