Selasa, 18 Agustus 2026 WIB

Diserang Isu SARA dan Pronografi, SUA Minta Aparat Segera Bertindak

Harijal - Senin, 16 Januari 2017 14:55 WIB
Diserang Isu SARA dan Pronografi, SUA Minta Aparat Segera Bertindak
Diserang Isu SARA dan Pronografi, SUA Minta Aparat Segera Bertindak.

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Terus mendapat kecaman, seakan tidak henti-hentinya pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru nomor urut 5, Dastrayani Bibra-Said Usman Abdullah diserang persoalan, setelah permasalahan Alat Peraga Kampanye (APK) dirusak kali ini pasangan BISA dituding oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab.

Kali ini, akun facebook yang mengatasnamakan Said Usman Abdullah muncul di media sosial dan memposting gambar serta video yang tidak layak alias vulgar. Tidak hanya itu, di lapangan, ada kelompok yang menghasut masyarakat dengan isu SARA.

"Isu SARA ini berkaitan dengan keyakinan agama dan rumah ibadah," ujar Said dalam konferensi pers di posko pemenangannya, Senin (16/1/17).

Baca Juga:

Dikatakab Said, pihaknya jelas saja terganggu dengan adanya kelompok tertentu yang tengah sibuk membuat rusuh di tengah kesibukan tim BISA menyerap keinginan masyarakat Kota Pekanbaru, untuk cita-cita mereka menang pada Pilkada Pekanbaru Februari 2017 nanti.

"Ini bukan masyarakat yang melakukan, melainkan kelompok tertentu yang merusak tatanan Pilkada yang damai. Kita sangat menyayangkan hal ini," jelas Said.

Baca Juga:

Said juga menyebutkan, bahwa pihaknya dalam hasil investigasi di lapangan, menemukan dugaan adanya keterlibatan timses pasangan calon lain yang bersaing dengan tidak sehat. Namun, Said mengaku belum terlalu mempersoalkan kondisi ini karena hanya akan mengganggu konsentrasi Tim BISA dalam rangka sosialisasi ke masyarakat.

"Kita minta kepada tim tetap tenang, tidak perlu kita tanggapi berlebihan. Mereka menginginkan kita terpancing dan ribut. Tak usah berlebihan, kalau jatah kita pasti akan kita dapatkan, kalau tidak jatah kita, maka bagaimanapun mengejarnya tidak akan kita dapatkan," sebut Said lagi.

Saat ini, tim advokasi BISA terus mengumpulkan bukti-bukti di lapangan, mulai dari dirusaknya alat peraga kampanye, penghinaan terhadap visi misi, penyebaran isu SARA, hingga tersebarnya akun sosial media atas nama Said Usman Abdullah berisi pornografi, untuk kemudian dilaporkan ke lembaga hukum, maupun Gakumdu.

"Kita minta kepada penegak hukum untuk juga ikut sama-sama memantau ini, Panwaslu juga demikian, karena kita sudah sama-sama lihat dengan mata kepala, bahwa disini sudah ada upaya yang membuat gaduh," pungkasnya.(rec)

 

SHARE:
beritaTerkait
Dispusip Siak Usulkan 'Syair Raja Siak' Sebagai IKON 2026 ke Perpusnas RI
Berperan Sukseskan Tim Ekspedisi Merah Putih, Kapolsek Teluk Meranti dan Masyarakat Dapat Piagam Penghargaan pada Momen HUT RI
Satreskrim Polres Pelalawan Ungkap Kasus Galian C Ilegal di Kerumutan
HUT RI ke-81, Ditbinmas dan Bid Humas Polda Riau Bersama Jurnalis Satukan Semangat Merah Putih
Mobil Langsir BBM Terbakar di SPBU Lintas Timur, Polisi Didesak Usut Tuntas!
Agrinas Jangan Beri KSO kepada Perusahaan yang Abaikan Kepentingan Masyarakat
komentar
beritaTerbaru