Rabu, 19 Agustus 2026 WIB

Terlalu Mahal Jika Paslon Pertaruhkan Integrasi Sosial demi Kekuasaan

Harijal - Senin, 10 April 2017 21:59 WIB
Terlalu Mahal Jika Paslon Pertaruhkan Integrasi Sosial demi Kekuasaan
Screenshot video kampanye yang diambil dari akun twitter Ahok Ba
Salah satu adegan dalam video kampanye yang diunggah akun twitter Ahok Basuki T Purnama @basuki_btp

JAKARTA - Pengamat politik dari Pusat Studi Islam dan Kenegaraan (PSIK) Indonesia Arif Susanto mengomentari video kampanye Ahok-Djarot yang dianggap mengandung unsur SARA. Menurutnya, terlalu mahal jika paslon mana pun mempertaruhkan integrasi sosial masyarakat Jakarta hanya demi kontestasi kekuasaan.

"Terlalu mahal jika paslon yang mana pun mempertaruhkan integrasi sosial masyarakat Jakarta hanya demi kontestasi kekuasaan. Tanpa integrasi sosial dan keterbukaan terhadap keberagaman, Jakarta akan sulit tumbuh menjadi kota beradab," kata Arif saat dihubungi Republika.co.id, Senin (10/4).

Arif menjelaskan, pada tahun 1945, para pendiri negara membangun fondasi Indonesia sebagai suatu negara ‘semua buat semua’. Yaitu suatu negara yang tidak terdiri atas suatu kelompok tunggal, yang tidak didominasi pula oleh kelompok tertentu, melainkan yang mengembangkan solidaritas kebersamaan dalam keberagaman.

Baca Juga:

"Indonesia adalah suatu negara Bhinneka Tunggal Ika," ucap Arif.

Sebelumnya, video kampanye pasangan Basuki Tjahaja Purnama (BTP)-Djarot Saiful Hidayat yang diunggah di media sosial menuai kritik masyarakat. Video berdurasi dua menit itu diduga mengekspos adegan berbau SARA sehingga mengundang kritik dari para netizen dan juga banyak pihak.(ROL)

Baca Juga:
SHARE:
beritaTerkait
Panglima TNI Terima Kunjungan Silaturahmi 76 Paskibraka 2026
Bupati Inhil Terima Penghargaan Terbaik II IRH dari Kanwil Kemenkum Riau
Pemko Pekanbaru Upayakan Hibah Aset Eks Caltex Rumbai
Pacu Jalur Tepian Narosa 2026 Resmi Digelar
857 Personel Gabungan Amankan Festival Pacu Jalur 2026
KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab Manfaatkan Teknologi Untuk Mengenal dan Melestarikan Budaya Melayu
komentar
beritaTerbaru