Jumat, 01 Mei 2026 WIB

Ribut PKS-Gerindra Gegara Prabowo Dituding Lembek Soal Natuna

Harijal - Selasa, 07 Januari 2020 16:30 WIB
Ribut PKS-Gerindra Gegara Prabowo Dituding Lembek Soal Natuna
(CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: Presiden PKS Sohibul Iman (ketiga dari kanan) saat deklarasi Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan pengusaha Sandiaga Uno sebagai calon presiden dan wakil presiden 2019-2024, beberapa waktu lalu

JAKARTA - Hubungan antara Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerakan Indonesia Raya belakangan memanas. Ini tak lepas dari kritikan PKS terhadap sikap Ketua Umum Gerindra yang juga Menteri Pertahanan Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto dalam menyikapi situasi di perairan Natuna.

Selepas bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jumat (3/1/2020), Prabowo mengatakan masalah invasi kapal-kapal asal China di perairan Natuna akan diselesaikan dengan baik. Sebab, menurut Prabowo, China adalah negara sahabat.

Pernyataan Prabowo dinilai bertentangan dengan sikap tegas pemerintah yang disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta, Jumat (3/1/2020) siang. Rapat itu pun turut dihadiri Prabowo.

Baca Juga:

Presiden PKS Sohibul Iman meminta Prabowo dan juga Menko Kemaritiman dan Investasi mencontoh ketegasan sikap Retno dalam menjaga kedaulatan teritorial perairan Natuna dari klaim China.

"Jelas. Ibu Retno message-nya jelas, diksi yang dipakai juga bagus. Jadi kalau diksinya 'dia sahabat', 'jangan dibesar-besarkan', itu nggak ada ketegasan sama sekali," ujar Sohibul di kantor DPP PKS, Jakarta, Senin (6/1/2020), seperti dikutip CNN Indonesia, Selasa (7/1/2020).

Baca Juga:

Hari ini, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membela sikap Prabowo. Menurut dia, ketegasan Prabowo tidak dapat diukur dari ucapan di media.

"Kinerja seorang Menhan sudah dilakukan dengan pas menurut saya. Kemudian pelaksanaan di lapangan kemudian oleh TNI juga sudah dilakukan. Kan percuma kita ngomong keras-keras, gebrak meja, tapi enggak ada action," kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/1/2020).

"Kepada pada para teman-teman, terutama pengamat, menurut saya harus melihat posisi (Indonesia) dengan pas. Jangan kemudian memberikan komentar atau pendapat yang justru memperlemah semangat kebangsaan kita dalam rangka menegakkan kedaulatan di wilayah kita sendiri," lanjutnya.

Wakil Ketua DPR itu juga menyampaikan langkah yang dilakukan Retno agar masalah perairan Natuna diselesaikan melalui jalur diplomasi sudah keras dan sudah pas. Menurut Dasco, hal yang harus dilakukan adalah komunikasi dan diplomasi yang intens untuk menyamakan persepsi terkait garis batas di perairan Natuna sehingga persoalan di wilayah tersebut bisa diselesaikan dengan baik.

(cnbcindonesia.com)

SHARE:
beritaTerkait
Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan
Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras
Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan
Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting
Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru
Dua Petinju Pekanbaru Sabet Medali Emas Kejuaraan Danlanud Bangka Belitung ‎
komentar
beritaTerbaru