Selasa, 15 September 2026 WIB

Tarian Melemang, Pentas Hiburan Keluarga Kerajaan di Kepri

Harijal - Minggu, 04 Juli 2021 19:26 WIB
Tarian Melemang, Pentas Hiburan Keluarga Kerajaan di Kepri
istimewa

BATAM - Di abad ke-12 Tarian Melemang menjadi salah satu pentas pertunjukan di masa pemerintah kerajaan. Pada saat itu dipimpin Sri Mayang Mengurai.

Sajian itu tersedia di acara-acara khusus keluarga kerajaan. Tujuannya untuk menghibur keluarga kerajaan, juga untuk suguhan hiburan pembesar-pembesar kerajaan, yang sedang berkunjung ke pusat pemerintahan.

Masyarakat setempat mengartikan, Melemang sebagai gerakan melenturkan tubuh ke belakang, yang menyerupai bentuk layang. Gerakan tubuh tersebut, menjadi kedua kaki dan tangan yang juga menjadi tumpuan menjaga berat tubuh.

Baca Juga:

Istilah Melemang berasal dari sebutan masyarakat Melayu, terhadap jenis penganan yang terbuat dari pulut (ketan), lemang.

Lemang berbahan baku dari beras ketan, yang ditanak dengan santan dan dikukus. Setelah dikukus, beras ketan tersebut ditumbuk ala kadarnya, agar butiran-butiran beras menyatu.

Baca Juga:

Berbeda dengan jenis beras biasa, meskipun pulen tidak akan menyamai kelenturannya lemang. Secara historis, berbicara mengenai kesenian Melemang tidak dapat melepaskan diri dari joget Dangkong, demikian menurut tetua-tetua kampong.

Melemang berakar pada kesenian joget dangkong, yang cukup popular pada masyarakat Melayu, pada masyarakat melayu pesisir Kepri.

Dangkong merupakan  bentuk tari persembahan, untuk menghormati para tamu kerajaan dan juga sebagai tari pergaulan. Para pembesar kerajaan dapat turun ke panggung dan ngebeng bersama para penjoged dangkong tersebut.

Sajian Melemang dalam kebudayaan Melayu sekarang, lebih dimaknai sebagai sebuah seni atraksi akrobatik. Yang mana mengutamakan kelenturan tubuh seseorang.

Sementara ini, Melemang tidak dikelilingi dengan makna-makna simbolik yang mengacu atau menuju kepada referensi tertentu.


(sumber: Batamnews.co.id)

SHARE:
beritaTerkait
Kualitas Udara Siak Sangat Tidak Sehat
Fithriady Syam Pemenang LKTJ Raja Ali Kelana 2026
Empat Bulan Terakhir, Polresta Pekanbaru Ringkus 128 Tersangka Narkoba
Residivis Korupsi Fahd A. Rafiq Ditangkap KPK, Desak Hukuman Maksimal
Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat, Angka Hotspot Riau Naik Lagi
Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat, Angka Hotspot Riau Naik Lagi
komentar
beritaTerbaru