Polsek Kampar Kiri Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Gunung Sahilan, 0,55 Gram Diamankan
Polsek Kampar Kiri Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Gunung Sahilan, 0,55 Gram Diamankan
Hukrim
MERANTI, Kabarmelayu.com - Energi Mega Persada (EMP) Malacca Strait SA menyalurkan bantuan kepada warga Kelurahan Teluk Belitung yang terkena dampak pasang besar atau banjir rob. Korban bernama Iwan (78 tahun) dan istrinya Kolijah (76 tahun) yang beralamat di pingir laut jalan Yos Sudarso RT 002 / RW 001 Kelurahan Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti.
Serah terima bantuan uang tersebut dilakukan, Kamis (9/12/2021), dan dihadiri Pj Lurah Teluk Belitung, Yodie Prayogi SSTP MM, Ketua LPMK Teluk Belitung, Jumizan, pengurus Komunitas Pancing Peduli Merbau (KP2M), Epolizan dan komponen lainnya.
Dari pantauan lapangan, material bangunan rumah korban yang masih bisa dipergunakan terlihat dipindahkan secara gotong royong oleh warga setempat. Sebuah alat berat dari EMP Malacca Strait SA turut diterjunkan ke lapangan untuk mempermudah pekerjaan tersebut.
Baca Juga:
Pada kesempatan itu, Pj Lurah Teluk Belitung, Yodie Prayogi SSTP MM menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada EMP Malacca Strait SA yang peduli serta cepat tanggap terhadap musibah warganya.

Baca Juga:
"Alhamdulillah kami atas nama Pemerintah Kelurahan dan mewakili seluruh masyarakat Teluk Belitung mengucapkan terima kasih kepada EMP atas kepedulian ini. Semoga bermanfaat bagi keluarga yang mendapat musibah bencana alam dan diharapkan hal positif seperti yang dilakukan hari ini dapat kita laksanakan bersama kedepan secara maksimal," ucapnya.
Ia juga berharap agar seluruh masyarakat lebih hati-hati mengingat kondisi alam dan cuaca yang kurang mendukung di penghujung tahun ini.
"Semoga kepedulian seperti yang dilakukan EMP hari ini dapat menjadi motifasi kita bersama kedepan agar selalu cepat tanggap membantu keluarga yang mendapat musibah. Terima kasih juga saya sampaikan kepada semua pihak baik yang telah membantu tenaga, pikiran maupun materi dalam musibah ini. Semoga kebaikan semua pihak dibalas oleh Allah SWT dengan balasan yang terbaik," ungkapnya.
GPA Manager EMP, Amru Mahalli kepada media ini mengatakan, bantuan tersebut merupakan wujud komitmen dan kepedulian EMP terhadap warga yang membutuhkan saat mendapat musibah di wilayah operasional. Diharapkan bantuan itu bermanfaat bagi keluarga dan semua pihak dalam kegiatan sosial ini.
"Semoga bantuan itu dapat membantu meringankan beban serta memenuhi kebutuhan warga yang mendapat musibah tersebut. Mudah-mudahan langkah ini menjadi pemicu semangat bersama untuk saling membantu warga yang mendapat musibah kedepannya, karena melalui gotong royong tentunya semua dapat kita tangani dengan maksimal," pungkas Amru berharap. (Bom)
Polsek Kampar Kiri Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Gunung Sahilan, 0,55 Gram Diamankan
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi kabut asap ditunjukkan Komunitas Sosial Alat Berat Pe
Sosial
Jaga selalu marwah Bumi Melayu Seri Gemilangkabarmelayu.com,INHIL Menjelang keikutsertaannya dalam ajang Duta Budaya Indonesia 2026, Mau
Budaya
kabarmelayu.com,PEKANBARU Hotspot atau titik panas di pulau Sumatera masih berada di angka ribuan. Sore ini. Kamis (8/10/2026) terpantau 2
Lingkungan
kabarmelayu.com,INHIL Persoalan kesejahteraan masyarakat di sekitar perkebunan kembali menjadi perhatian. Bukan hanya soal bantuan Corpora
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kabut asap yang menyelimuti armosfer Riau, akan menimbulkan gangguan pernapasan, terutama bagi kelompok rentan s
Kesehatan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengingatkan seluruh sekolah swasta di bawah kewenangan Dinas Pendidikan (Disd
Pendidikan
Kelompok 7 PBL Mahasiswa UHTP Gelar Pengabdian Masyarakat di RW 7 Kelurahan Simpang Baru
Pendidikan
kabarmelayu.com,INHIL Bupati inhil H.Herman, SE.MT hadiri Panen Padi Perdana Semaram kelompok Tani sekayan Subur di Desa Sekayan Dusun sem
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyerahkan bantuan untuk tujuh kepala keluarga (KK) yang kehilangan tempat ti
Pemerintahan