Sabtu, 02 Mei 2026 WIB

FMPMBK Kecewa, Pengelolaan Blok Kampar Diambil Alih Pertamina

Harijal - Rabu, 04 November 2015 20:25 WIB
FMPMBK Kecewa, Pengelolaan Blok Kampar Diambil Alih Pertamina
JRC
Aksi FMPMBK beberapa waktu lalu menuntut Blok Kampar dikelola BUMD di daerah.

Kabar Melayu (PELALAWAN) - Pupus sudah harapan Kabupaten Pelalawan dan Inhu untuk mengelola Blok Kampar. Pasalnya, pemerintah telah menyerahkan ladang minyak yang berada di dua kabupaten itu ke PT. Pertamina Hulu Energi (PHE). 

Tengku Zulmizan F Assagaff, SE, Ak, juru bicara Forum Masyarakat Pelalawan Merebut Blok Kampar (FMPMBK) Rabu (4/11/2015) menuturkan, dirinya menyayangkan keputusan pemerintah pusat yang tidak memberikan peluang kepada daerah melalui BUMD untuk mengelola Blok Kampar. 

"Kita belum diberi kesempatan untuk melakukan persentase terhadap tuntutan kita. Ketika posisi kita menunggu, tiba-tiba justru pemerintah sudah membuat keputusan menyerahkan pengelolaan Blok Kampar ke Pertamina," ucapnya.

Baca Juga:

Dijelaskan Zulmizan, soal pengelolaan Blok Kampar yang akan diserahkan ke Pertamina sudah didengungkan Pemerintah Pusat sejak akhir tahun 2014 lalu dan baru direalisasikan pada tahun 2015 ini. 

"Ya, inilah jawaban dari perjuangan kita. Tapi meskipun kita kecewa, paling tidak ada beberapa hal yang telah dikabulkan, seperti pemenang pengelolaan Blok Kampar tidak melalui lelang dan Blok Kampar tidak lagi dikelola Medco," ucapnya.

Baca Juga:

Baca: Medco Serahkan Pengelolaan Blok Kampar ke Pertamina

Padahal, sambung Zulmizan, perjuangan merebut Blok Kampar sudah sangat maksimal, di mana 3 pihak sudah dilakukan pertemuan. Pertama, pertemuan dengan Kementerian ESDM pada bulan Januari 2015 yang dihadiri tujuh pejabat Kementerian. Kedua, pada bulan Februari 2015 melakukan pertemuan dengan Dirut Pertamina, meskipun tuntutan soal porsi saat itu masih ditampung.

Sedangkan pertemuan ketiga, pertemuan dengan Wakil Presiden Yusuf Kalla pada Mei 2015, di mana Wapres akan menyanggupi untuk menjadwalkan audiensi bersama antara Pemkab Pelalawan, Kementerian ESDM dan Dirut Pertamina.

"Tapi nyatanya jadwal audiensi belum juga kita terima, alih-alih sudah diputuskan Pertamina sebagai pengelola Blok Kampar. Padahal tiga pertemuan yang kita lakukan belum ada satupun di follow up. Keputusan sudah dibuat, tentu sekarang kita fokus ke bentuk kerjasama dengan Pertamina, apalagi soal porsi Working Interest bagi Pelalawan," tutupnya. (rec)

SHARE:
beritaTerkait
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan
Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras
Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan
Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting
Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru
komentar
beritaTerbaru