Perusahaan Wajib Keluarkan Plasma HGU, Bupati Inhil Jangan Diam
kabarmelayu.com,INHIL Persoalan kesejahteraan masyarakat di sekitar perkebunan kembali menjadi perhatian. Bukan hanya soal bantuan Corpora
Sosial
PEKANBARU, kabarmelayu.com - Tim Jumat Barokah Polresta Pekanbaru, kembali melakukan kegiatan aksi sosialnya, kali ini tim mendatangi rumah nenek Zaitun (73), Pedagang Keripik Peyek Keliling di Jalan Pepaya Gang Masjid Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Sukajadi, Jumat (04/05/2018) sekira pukul 14.00 WIB.
Tim Jumat Barokah ini terdiri dari Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK SH MH yang diwakilkan oleh Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edy Sumardi Priadinita P. SIK, Bid Dokkes Polda Riau, IDI Cabang Pekanbaru, PERKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiologi Indonesia) cabang Pekanbaru.
Selanjutnya dihadiri PDGI cabang Pekanbaru, Ketua LBP2AR, LSM Perempuan LIRA, FJPI, Kanit Provost, sang motivator anak menderita difabel Bulan Karunia, perwakilan Bujang Dara Pekanbaru, tim media serta tim Jum'at Barokah.
Baca Juga:
Pada kesempatan itu, Wakapolresta Pekanbaru menjelaskan mengapa rombongan tim Jumat Barokah memilih dan mendatangi rumah nenek Zaitun. Hal itu dilakukan tim, mengingat meski nenek Zaitun sudah berusia (73) tahun, kegigihan nenek Zaitun untuk berjuang sebagai tulang punggung keluarganya dengan berdagang keripik peyek keliling cukup dinilai cukup tangguh dalam menjalani hidup sehari-hari meski hanya mengdalkan apa adanya.
Dijelaskan Edy, dengan hanya bermodalkan seadanya, nenek ini bisa bertahan hidup dengan keluarganya, dengan hanya mengandalkan berjualan keripik keliling di pemukiman warga dan hanya mendapatkan keuntungan yang tak seberapa, bahkan kadang kala nenek ini harus rela menahan lapar, haus dan terik matahari, bahkan saat hujan hanya untuk menjajakan dagangannya kepada warga Pekanbaru yang hendak membeli dan mencicipinya.
Baca Juga:
mempunyai seorang anak yang tidak memiliki pekerjaan. Kami memperoleh informasi tentang bagaimana nenek Zaitun harus menghidupi keluarga dengan segala keterbatasan. Makanya pihak kami putuskan hari ini untuk datang memberikan bantuan kepada nenek tersebut," terang Wakapolresta pada saat itu.
Ditambahkan Edy, selain memberikan bantuan kepada nenek Zaitun, tim Jum'at Barokah Polresta Pekanbaru juga memberikan bantuan kursi roda kepada Lutfhi Sakhi Zaidan (4), seorang anak yang menderita difable yang hanya bisa berbaring dan tidak bisa apa-apa.
Sementara nenek Zaitun kepada awak media mengatakan, bahwa dia memiliki keahlian hanya membuat kripik peyek yang bakalan didagangnya keliling menanggung kehidupan keluarganya dengan 1 orang anak. Terkadang kalau tidak memiliki modal, nenek Zaitun menunggu bantuan dari warga sekitar rumahnya.
"Beginilah kondisi rumah nenek nak, terkadang kami masak kalau ada uang. kalau tidak menunggu bantuan dari warga sekitar. Nenek memiliki seorang anak tetapi tidak bekerja. Sedangkan untuk berjualan, nenek harus memiliki modal dulu," terang Nenek lulusan Pesantren Gontor tersebut padan tim media JB Polresta.
Ditempat yang sama, Lurah Jatirejo Evi Budiarti mengapresiasi kegiatan Jumat Barokah ini, karena bisa menjadi contoh bagi seluruh pihak terkait, khususnya bagi warga yang keluarganya mampu.
"Keluarganya berharap, kedepannya ada pihak lain juga selain instansi Polri, Dokter untuk memperhatikan keluarganya," tutup Lurah.
Jadilah Pelayan Masyarakat yang sebenarnya
Sebelumnya, Wakapolresta Pekanbaru AKPB Edy Sumardi P. SIK pernah mengatakan kepada oketimes.com, bahwa kegiatan Jumat Barokah Polresta Pekanbaru ini adalah murni kegiatan sosial yang terus dilakukan oleh pihaknya bersama tim, atas dasar kepedulian sebagai anggota Polri dalam melayani masyarakat secara utuh dan penuh 'keikhlasan' melayani masyarakat terutama anggota masyarakat yang kurang mampu.
"Kami ini adalah merupakan bagian pelayan masyarakat, bukan kita yang dilayani masyarakat. Paradigma selama ini sudah banyak disalah artikan oleh pelayan masyarakat lainnya. Seharusnya sebagai pelayan masyarakat, semestinya harus benar-benar melayani masyarakat, bukan minta dilayani," tegas Edy seraya menyampaikan pesan moril kepada para rekan seprofesi lainnya. (*/ars)
kabarmelayu.com,INHIL Persoalan kesejahteraan masyarakat di sekitar perkebunan kembali menjadi perhatian. Bukan hanya soal bantuan Corpora
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kabut asap yang menyelimuti armosfer Riau, akan menimbulkan gangguan pernapasan, terutama bagi kelompok rentan s
Kesehatan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengingatkan seluruh sekolah swasta di bawah kewenangan Dinas Pendidikan (Disd
Pendidikan
Kelompok 7 PBL Mahasiswa UHTP Gelar Pengabdian Masyarakat di RW 7 Kelurahan Simpang Baru
Pendidikan
kabarmelayu.com,INHIL Bupati inhil H.Herman, SE.MT hadiri Panen Padi Perdana Semaram kelompok Tani sekayan Subur di Desa Sekayan Dusun sem
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyerahkan bantuan untuk tujuh kepala keluarga (KK) yang kehilangan tempat ti
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Tiga pesawat menuju Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru yang sempat holding atau berputar di langi
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pelanpelan jumlah hotspot di wilayah Provinsi Riau merangkak naik. Dari beberapa hari sebelumnya yang sudah ber
Lingkungan
kabarmelayu.com,LAMPUNG Ketika arus informasi bergerak lebih cepat daripada sebelumnya dan setiap orang dapat menjadi penyampai berita m
TNI/Polri
Menaker Ungkap Poin Penting UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang Wajib Diketahui Pekerja
TNI/Polri