Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Hukrim
TELUK KUANTAN - Objek wisata Air Terjun Guruh Gemurai di Kecamatan Kuantan Mudik sebenarnya cukup potensial. Buktinya, pada masa libur akhir tahun kemarin, objek wisata kebanggaan masyarakat Kuansing ini didatangi lebih kurang 1.500 pengunjung.
"Libur akhir tahun kemaren kunjungan di Air Terjun Guruh Gemurai mencapai 1500 orang," kata Kepala Dinas Pariwisata Kuansing melalui Kabid Pariwisata Nasjuneri kepada Wartawan di ruang kerjanya, Rabu (8/1/2020).
Namun ternyata sejumlah masalah masih mendera objek wisata tersebut hingga munculnya keluhan masyarakat, seperti masih terdapatnya parkir liar, sampah dan kios pedagang kaki lima yang belum tertata dengan baik.
Baca Juga:
"Sampah, PKL dan parkir masih menjadi masalah di sana," katanya.
Tumpukan sampah terlihat di mana-mana. Mulai dari lahan parkir, jalan-jalan menuju objek wisata hingga di air terjunnya. Tentu hal ini cukup mengganggu kenyamanan pengunjung.
Baca Juga:
"Memang sampah masih banyak. Biasanya dibuang atau ditinggal pengunjung begitu saja usai makan," katanya.
Selain itu sambung Nasjuneri, juga ada masalah tingginya tarif parkir, yaitu untuk mobil Rp10.000 dan motor Rp5.000. Biasanya tarif ini dipasang pada hari-hari libur, karena hari biasa pengunjung relatif sepi.
"Meski tidak setiap hari, namun besarnya tarif dikeluhkan masyarakat. Misal tahun baru kemarin, ada juga pungutan," katanya.
Menertibkan tingginya tarif parkir itu katanya, kedepan pihaknya akan mengundang pihak terkait, diantaranya pihak kepolisian, Satpol PP, pemerintah desa dan pemuda.
"Intinya, kita akan lakukan pembinaan kepada mereka," ujarnya lagi.
Nasjuneri bahkan menawarkan sejumlah solusi, yakni berencana merekrut pemuda setempat sebagai karyawan honor musiman. Karena saat ini hanya ada enam orang karyawan honor disana.
"Para pemuda itu nanti dapat honor harian," terangnya.
Ia berharap jika parkir dikelola secara baik tentu bisa jadi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Masalah lain yang tak kalah pentingnya katanya, yakni masih semrawutnya pedagang kaki lima (PKL).
Oleh karenanya, pihaknya akan melakukan penataan terhadap PKL tersebut. Seperti, mendirikan kios di bawah atau di samping jalan ke arah air terjun.
"Tentu menghalangi view para wisatawan saat akan melihat air terjun dari atas. Maka harus dipindah keatas agar tak menghalangi pandangan," katanya.
Menurutnya, mereka mau dipindah ke atas, asalkan semua pedagang ditata dengan baik.
"Kalau ditata, harus seluruhnya. Itu kata mereka. Maka akan kita tata kedepan," katanya. (mcr)
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Hukrim
kabarmelayu.comKUANSING Puluhan tahun menunggu kepastian, kesabaran Kelompok Tani Kelompok Tani SKB akhirnya memuncak Rabu (29/4/2026). Me
Sosial
kabarmelayu.comPEKANBARU Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau, H Zufra Irwan SE, MM, SpAp mengecam sikap Kadisdik Provinsi Riau,
Pemerintahan
kabarmelayu.comROHIL Warga binaan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi berinisial SN alias KN menjadi sorotan di kalangan masyarakat Rokan Hilir.
Hukrim
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musr
Parlemen
kabarmelayu.comINHIL Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, akan membangun pasar induk Jalan yos sudarso yang megah, seluruh pedagang
Pemerintahan
kabarmelayu.comPEKANBARU Dua atlet petinju Pekanbaru berhasil menyabet dua medali emas pada event Kejuaraan Tinju Amatir Terbuka Piala Da
Sport
RSUD Arifin Achmad Berhasil Tangani Kasus Menouria Langka, Pasien Kini Dapat Haid Normal
Kesehatan
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan Nasinal Rencana Kerja Pemerintah D
Parlemen
Panglima TNI Hadiri Pelantikan Menteri dan Pejabat Pemerintah Kabinet Merah Putih
TNI/Polri