GWN Dorong UMKM Bergerak di CFD Bengkalis 2–3 Mei 2026
GWN Dorong UMKM Bergerak di CFD Bengkalis 2&ndash3 Mei 2026
Pemerintahan
Persaingan kekuatan besar, transformasi tatanan perdagangan global, serta tantangan keamanan maritim menjadikan kawasan ini strategis sekaligus penuh dengan kompleksitas.
Menyadari hal ini, Universitas Paramadina mengadakan General Lecture: Peluang dan Tantangan dinamika ekonomi dan keamanan di kawasan asia dan pasifik bagi Indonesia serta Book Launching: pengantar studi hubungan bilateral Tiongkok dengan negara-negara di Asia dan Pasifik.
Baca Juga:
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian sesi International Conference on Democracy, Prosperity, Sustainability, and Peace: Problems and Prospects yang diselenggarakan oleh Universitas Paramadina bekerja sama dengan Universitas Pertahanan Republik Indonesia diadakan pada Kamis (2/10/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Pelita Harapan, Prof. Aleksius Jemadu menegaskan bahwa kebijakan luar negeri Indonesia tengah menghadapi kombinasi antara ketidakpastian global dan meningkatnya gejolak geopolitik.
Baca Juga:
Menurutnya, keterlibatan Indonesia dalam forum BRICS tidak berarti meninggalkan ASEAN yang sejak lama menjadi platform utama diplomasi Indonesia.
"Indonesia akan tetap menjaga ASEAN sebagai jangkar kebijakan luar negeri, namun di saat yang sama juga memperluas jejaring dengan kekuatan besar lainnya. Presiden mendatang dihadapkan pada tantangan serius, baik eksternal maupun internal, dan bagaimana ia mengelola kebijakan luar negeri akan sangat menentukan arah Indonesia hingga 2029," ungkap Prof. Aleksius.
Prof. Aleksius menyoroti perubahan dalam sistem perdagangan internasional yang semakin bergeser dari rule-based menuju deal-based. Pergeseran ini, menurutnya, menuntut Indonesia untuk memperkuat posisi tawarnya dalam negosiasi global.
"Ekspor Indonesia ke negara-negara BRICS saat ini didominasi oleh Tiongkok. Namun, jika dibandingkan dengan G7, Amerika Serikat juga masih memegang peran penting. Oleh karena itu, Indonesia membutuhkan strategi keseimbangan agar dapat memanfaatkan peluang dari keduanya" jelas Prof. Aleksius.
Berdasarkan data Lowy Institute (2024), Tiongkok menempati posisi teratas sebagai mitra dagang Indonesia dengan porsi impor sebesar 24%, sementara Amerika Serikat berada di angka 6,9%. Hal ini menunjukkan bahwa kerja sama ekonomi Indonesia dengan Tiongkok berada pada fase pendalaman dan perluasan, meskipun keseimbangan dengan mitra lainnya tetap diperlukan.
Selain itu, Prof. Aleksius mengingatkan pentingnya ketahanan pangan dan kemandirian nasional.
"Indonesia harus tetap berpegang pada prinsip hukum internasional dan tidak boleh bergantung penuh pada negara lain dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Di tengah status Indonesia sebagai middle power, kemandirian dan keberanian memainkan diplomasi akan menentukan posisi Indonesia dalam tatanan global yang penuh ketidakpastian," tegasnya.
Sebagai narasumber, Prof. Anak Agung Banyu Perwita, Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Pertahanan Republik Indonesia menyoroti dimensi keamanan dan persaingan kekuatan di Asia Pasifik.
Ia menekankan bahwa mahasiswa Hubungan Internasional harus senantiasa mengikuti dinamika berita global agar mampu membaca arah perkembangan geopolitik.
Menurutnya, Tiongkok semakin menunjukkan kesiapan di Laut Tiongkok Selatan, dan tren belanja militer yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir berkaitan erat dengan kompetisi ekonomi-politik.
"Asia Pasifik adalah kawasan yang sangat menarik bagi kekuatan regional maupun eksternal. Ketika berbicara tentang power politics, isu keamanan maritim dan perlombaan senjata menjadi sangat menonjol karena berkaitan langsung dengan perebutan sumber daya strategis seperti nikel, batu bara, dan energi," jelas Prof. Banyu.
Ia juga menegaskan bahwa inisiatif Belt and Road Initiative (BRI) yang digagas Tiongkok merupakan bagian dari strategi besar untuk memenangkan great power competition. Dalam kerangka realisme, kata Prof. Banyu, kerja sama internasional kerap dianggap semu karena persoalan kepercayaan.
"Amerika Serikat dan Tiongkok tidak pernah sepenuhnya percaya satu sama lain. Tiga instrumen utama kebijakan luar negeri Tiongkok—economic statecraft, diplomasi global dan regional, serta modernisasi militer—menjadi pilar bagi strategi globalnya," paparnya.
Berdasarkan data Lowy Institute, Tiongkok kini memiliki kedekatan dan pengaruh yang dominan terhadap sebagian besar negara di Asia Pasifik, sedangkan Amerika Serikat hanya memiliki intensitas kedekatan kuat dengan 3 dari 12 negara di kawasan tersebut. Hal ini menegaskan adanya perubahan lanskap kekuatan di Asia Pasifik.
Kegiatan General Lecture diakhiri dengan momentum peluncuran buku karya Paramadina Asia and Pacific Insitute (PAPI) berjudul "Pengantar Studi Hubungan Bilateral Tiongkok dengan Negara-negara di Asia dan Pasifik," yang disunting oleh Peni Hanggarini, Dosen Program Magister Hubungan Internasional Universitas Paramadina.
Buku ini membahas secara mendalam kebijakan luar negeri Tiongkok dengan beberapa negara di kawasan dilengkapi studi kasus terkini yang disusun oleh Peni Hanggarini, Mishka Husen Balfas, Emil Radhiansyah, Hizra Marisa, Bagas Rizky Ramadhan & Alia Rahmatulummah, Rizki Damayanti, Ratih Ariefianti Soeroto, dan Suhayatmi, yang merupakan dosen, mahasiswa serta alumni Hubungan Internasional Universitas Paramadina.
"Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi mahasiswa, peneliti, akademisi, dan para pembuat kebijakan untuk memahami lebih dalam arah hubungan bilateral dan pengaruh Tiongkok di Asia Pasifik" tutur Prof. Banyu.(rief)
GWN Dorong UMKM Bergerak di CFD Bengkalis 2&ndash3 Mei 2026
Pemerintahan
kabarmelayu.comJAKARTA Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Institut STIAMI resmi membuka pelaks
Pendidikan
kabarmelayu.comPEKANBARU Upaya pemberantasan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba terus digencarkan melalui sinergi lintas sektor. Salah
TNI/Polri
kabarmelayu.comKAMPAR UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Siak Hulu Kabupaten Kampar kembali menggelar Pentas Seni, Selasa pagi (2
Pendidikan
kabarmelayu.comJAKARTA Saat ini makin banyak para wanita muslimah yang terjun ke dunia usaha. Baik itu sebagai usaha tetap atau sampingan.
Parlemen
kabarmelayu.comPEKANBARU Kehadiran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Melayu Riau (LMR) di Pekanbaru menjadi momentum kebangkitan semanga
Budaya
kabarmelayu.comPEKANBARU Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyerahkan uang duka cita kepada keluarga almarhum Sekretari
Sosial
kabarmelayu.comPEKANBARU Pemerintah terus mendorong percepatan pemulihan kawasan hutan, khususnya di wilayah Taman Nasional Tesso Nilo yang
Pemerintahan
kabarmelayu.comPEKANBARU Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Syahrial Abdi menghadiri Rapat Paripurna penyampaian rekomendasi Badan
Parlemen
kabarmelayu.comKAMPAR Pelaksaanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 yang dilaksanakan di UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri
Pendidikan