Sabtu, 25 April 2026 WIB

Tanamkan Nilai Budaya dan Sejarah Kesultanan Siak Sejak Dini Lewat Belajar Bersama di Museum

Harijal - Selasa, 09 Mei 2023 20:44 WIB
Tanamkan Nilai Budaya dan Sejarah Kesultanan Siak Sejak Dini Lewat Belajar Bersama di Museum
Foto: Diskominfotik Siak

SIAK, kabarmelayu.com - Bupati Siak Alfedri mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak yang telah melaksanakan kegiatan belajar bersama di Museum, Pagelaran Seni dan Pameran Temporer. 

Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Siak Alfedri ditandai dengan membunyikan meriam bambu, sesuai dengan tema permainan tradisional.

"Kegiatan ini sangat penting, karena kita mentransfer nilai-nilai kebudayaan kepada para pelajar. Upaya kemajuan kebudayaan sesuai dengan UU/No 25, Pemerintah Daerah dan juga seluruh masyarakat harus melakukan perlindungan, pelestarian, pemberdayaan dan pemanfaatan kebudayaan," kata Alfedri, saat membuka belajar bersama di Museum Pagelaran Seni dan Pameran Temporer, Museum Budaya dan Sejarah Balairung Sri, Senin (8/5/2023).

Baca Juga:

Alfedri juga meminta agar museum dibuka setiap hari apa lagi di hari libur, agar masyarakat dan pengunjung datang bisa melihat museum.

Baca Juga:

"Saya berharap museum ini buka setiap hari, karena ketika ada masyarakat yang ingin melihat museum, bisa masuk dan melihat budaya dan sejarah yang ada. Selain itu, museum ini dibuat seperti museum berjalan atau keliling seperti yang disampaikan pak Kadis tadi, jadi kita bisa mengedukasi masyarakat secara langsung, apalagi ketika pelaksanaan Program Bujang Kampung yang rutin dilaksanakan setiap hari Jumat, pasti akan menjadi daya tarik tersendiri," pintanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak Mahadar mengatakan tujuan kegiatan belajar bersama di Museum Pagelaran Seni Pameran Temporer dan Museum keliling adalah untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap museum.

"Saya berharap, dengan adanya kegiatan ini, akan meningkatkan jumlah kunjungan ke dalam museum yang ada di Kabupaten Siak, juga menjadi sarana edukasi, riset, sosial dan budaya," harap Mahadar.

Pada kegiatan belajar bersama di Museum, diikuti 100 orang perwakilan dari 14 Kecamatan yang terdiri dari guru, peserta didik dari jenjang Paud, TK, SD dan SMP.

"Nantinya para peserta akan diberikan materi diantaranya belajar tentang museum Balai Rung Sri, belajar tentang Tanjak Siak, belajar mengenai Silsilah Kesultanan Siak, dan masih banyak materi lainnya. Selain itu, juga ada pameran temporer yang dilaksanakan dimulai dari tanggal 8 Mei hingga akhir tahun 2023 dengan tema permainan tradisional, serta menampilkan permainan tradisional dan terbuka untuk umum," jelas Mahadar.(adv/siak/man)

SHARE:
beritaTerkait
Suara Panipahan, Alarm Keras Perang Melawan Narkoba
Musim Haji 1447 H/2026, Ini Pesan Penting untuk Jemaah Riau
Polisi Amankan 29 Korban TPPO Berbayar Belasan Juta di Dumai
Apel Kesiapsiagaan Karhutla Bersama Menteri LHK, Wawako Markarius Anwar Imbau Warga Waspada El Nino Ekstrem
Jekson Sihombing Dipindah ke Nusakambangan Saat Proses Banding, Maizar: Sesuai Prosedur
PWI Pusat Gelar Takziah dan Doa Bersama, Sekjen Zulmansyah Sekedang Dikenang Sebagai Sosok Total dan Berdedikasi
komentar
beritaTerbaru