Personel PJR Polda Riau Evakuasi Korban Laka di Tol Permai
Personel Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Ditlantas Polda Riau bersama Tim Lalu Lintas PT Hutama
Peristiwa
PEKANBARU - Ketua Masyarakat Adat Suku Sakai Bathin Sobanga, Desa Kesumbo Ampai, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Muhammad Yatim menyampaikan bahwa masyarakat adat Suku Sakai telah memperjuangkan hutan adat sejak zaman dahulu.
Yatim menuturkan, hutan merupakan tempat tinggal dan tempat hidup bagi masyarakat Suku Sakai turun temurun sejak zaman nenek moyang. Namun karena pembangunan terus bertambah, hutan semakin punah.
"Hutan untuk memberi makan, tempat pengobatan dan tempat kehidupan, namun berkenaan pembangunan ini hutan tanah adat Suku Sakai semakin punah," tuturnya usai acara penyerahan usulan pengukuhan hutan adat Suku Sakai di Balai Pelangi Kediaman Gubri, Sabtu (30/1/2021).
Baca Juga:
Ia menyampaikan, Suku Sakai berpenghidupan dari alam sehingga Masyarakat Adat Suku Sakai berpikir sejak puluhan tahun lalu telah berjuang untuk mempertahankan hutan agar tidak habis dijadikan pembangunan daerah.
Karena takut akan peraturan yang menjebak, maka mulai dari atasan sampai pemerintah desa sepakat untuk menjaga hutan adat yang ada di daerah Bathin Sobanga sebanyak 17.000 hektar dan menjaga hutan tersebut dari pengambilan lahan ilegal dan kayu ilegal.
Baca Juga:
"Dari situ tidak jarang kami berurusan dengan aparat berwajib dan sampai ke Gubernur Riau zaman itu karena berurusan dengan perusahaan besar. Akhirnya hutan yang kami pertahankan mati-matian itu tinggal 240 hektar," sebutnya.
Yatim menerangkan, hutan tidak bisa terpisah dari masyarakat Suku Sakai dan hutan juga menjadi milik bersama serta juga kepentingan bagi makhluk tuhan yang hidup didalamnya. Itulah alasan Suku Sakai pertahankan mati-matian hutan adat tersebut agar mendapatkan pengakuan hutan adat Indonesia, sehingga tidak dapat digugat lagi oleh pihak tertentu.
"Seperti yang dikatakan Gubri, hutan adat beserta rumah adat kami akan punah dikarenakan pembangunan, jadilah itu membuat pemacu kami," terangnya.
Ia mengakui, sejak tahun 2000 lalu sudah mengkaji masalah hutan adat, pihaknya juga telah menyampaikan kepada LAM Riau dan barulah Pemerintah Provinsi Riau. Ia berharap Hutan Adat Suku Sakai Bathin Sobanga ini segera disahkan oleh Presiden RI.
"Alhamdulillah niat sudah sampai hajat yg belum sampai, mudahan dapat dikabulkan oleh pemerintah pusat," ujarnya. (MCR)
Personel Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Ditlantas Polda Riau bersama Tim Lalu Lintas PT Hutama
Peristiwa
kabarmelayu.com,INHIL Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H. Herman, SE., MT, yang diwakili oleh Drs. H. Tantawi Jauhari MM, CGRE menghadir
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Perombakan komposisi pemain maupun jajaran pelatih menjadi strategi yang dilakukan agar tim mampu tampil lebih
Sport
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru menerima laporan terjadinya kecelakaan kapal berupa tenggel
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menyempatkan diri menjenguk Supriadi, Sekretaris PKC PMII Riau yang menjadi ko
Hukrim
kabarmelayu.com,SIAK Memasuki hari kedua kegiatan panen jagung, Polsek Kandis, Polres Siak kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung
TNI/Polri
kabarmelayu.com,ROHIL Pembangunan jembatan gantung Garuda di Bapypas Bangko Pusaka Kecamatan Bangko Pusako menuju Menggala Sakti Kecamat
Sosial
kabarmelayu.com,PEKANBARU Universitas Lancang Kuning (Unilak) Riau resmi mendapatkan izin pembukaan Program Studi Doktor Hukum S3 dari Kem
Pendidikan
kabarmelayu.com,JAKARTA Anggota Komisi I DPR RI, Dr. Syahrul Aidi Maazat, mengecam tindakan penghadangan terhadap ulama kondang Ustadz Abd
Parlemen
kabarmelayu.com,JAKARTA Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau kembali memboyong penghargaan bergengsi atas komitmennya dalam pengembangan eko
Pemerintahan