Jumat, 22 Mei 2026 WIB
Usulkan Pantun jadi Warisan Budaya Dunia,

Riau Gesa Kumpulkan Naskah Akademis untuk UNESCO

Harijal - Selasa, 17 Januari 2017 09:00 WIB
Riau Gesa Kumpulkan Naskah Akademis untuk UNESCO
riauterkini.com
Tim Penyusun Pengusulan Pantun sebagai Warisan Budaya Tak Benda saat pertemuan di Kantor Taman Budaya Riau, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Senin (16/1/17).

PEKANBARU - Provinsi Riau ditunjuk sebagai posisi kunci untuk mengumpulkan seluruh naskah akademis maupun bahan pendukung pantun untuk diusulkan sebagai warisan budaya tak benda ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Pengusulan paling lambat harus diserahkan pada pertengahan Maret 2017 mendatang.

Beberapa pertemuan juga sudah dilakukan, baik di tingkat Pusat maupun di Riau sendiri. Seperti diketahui, akhir Desember lalu, Duta Indonesia untuk UNESCO juga telah berkunjung ke Riau, begitu juga Duta Indonesia untuk Singapura.

Kelengkapan syarat untuk Indonesia hampir selesai. Saat ini tengah menunggu dan menyelaraskan dengan negara pendukung lain yakni Malaysia dan Brunei Darussalam. Karena usulan pantun menjadi Warisan Budaya Tak Benda bersifat multinasional, yang artinya harus didukung minimal tiga negara.

Baca Juga:

"Ini sudah memenuhi syarat. Tinggal penyelarasannya saja lagi," kata Al Azhar, salah satu Tim Penyusun Pengusulan Pantun sebagai Warisan Budaya Tak Benda saat pertemuan di Kantor Taman Budaya Riau, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Senin (16/1/17).

Negara serumpun Malaysia dan Brunei Darussalam saat ini sedang mempelajari, menyelaraskan dan menambah naskah akademis pantun dari Indonesia sebagai penguatan usulan Pantun sebagai Warisan Budaya Tak Benda ke UNESCO.‎

Baca Juga:

Secara keseluruhan, naskah akademik dari Indonesia sudah terkumpul, saat ini hanya mengumpulkan bahan pendukung dari negara-negara pendukung.

"Tengah dibaca untuk diubah Malaysia dan Brunei Darussalam. Karena selain naskah akademis, syarat lainnya ke UNESCO yakni dukungan bahan pendukung seperti audio visual, audio, hingga foto dan dokumen," papar Al Azhar.

Malaysia dan Brunei Darussalam adalah dua negara yang turut memberikan dukungan pantun sebagai Warisan Budaya Tak Benda ke UNESCO. Karena pengusulan Pantun bersifat multinasional, yang harus didukung oleh minimal tiga negara.


(riauterkini.com)

SHARE:
beritaTerkait
Pengamat: Sengketa F-SPTI Bengkalis Cukup Mengacu Putusan PN Jakarta Timur
Bedah Status Hukum Etomidate Bersama Kepala BNNK Pekanbaru, Penandatanganan MoU, dan Deklarasi Mahasiswa
Delapan Pendulang Emas Tewas di Korowai Yahukimo, Koops TNI Habema Siapkan Evakuasi dan Kejar Pelaku
Riau Bhayangkara Run 2026 Dihadiri Artis Ibu Kota, Ada Charly Van Houten hingga Ndarboy
Kemnaker Kembali Raih Penghargaan Nasional Pengawasan Kearsipan dengan Kategori Sangat Memuaskan dan SJTN 2026
Rutin, Bhabinkamtibmas Polsek Kandis Tinjau Perkembangan Tanaman Jagung untuk Ketahanan Pangan
komentar
beritaTerbaru