Senin, 24 Agustus 2026 WIB

Emak-emak Panik! Harga Minyak Goreng Tinggi, Pemprov Riau Turun Tangan

Harijal - Kamis, 04 November 2021 09:28 WIB
Emak-emak Panik! Harga Minyak Goreng Tinggi, Pemprov Riau Turun Tangan
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, Provinsi Riau, Asrizal.

PEKANBARU - Masyarakat Provinsi Riau saat ini mulai mengeluhkan kenaikan harga minyak goreng. Untuk harga minyak goreng kemasan saat ini dipasaran mencapai Rp17 ribu hingga Rp18 ribu per Kilogramnya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, Provinsi Riau, Asrizal mengatakan, kenaikan harga minyak goreng saat ini terjadi merata di seluruh Indonesia. Hal tersebut terjadi karena kenaikan harga bahan baku yakni kelapa sawit.

"Kenaikan harga minyak goreng ini merata, jadi bukan di Riau saja. Itu terjadi karena bahan baku minyak goreng yakni sawit sekarang naik," kata Asrizal, Rabu (3/11/21).

Baca Juga:

Lebih lanjut dikatakannya, untuk mengantisipasi agar kenaikan harga minyak goreng tidak terus melambung. Pihaknya akan berkoordinasi dengan distributor minyak goreng untuk tetap menjaga pasokannya.

"Jadi kami koordinasi dengan distributor minyak goreng untuk tetap menjaga pasokan, kemudian tidak menaikkan harga terlalu tinggi," ujarnya.

Baca Juga:

Saat ditanyakan apakah pihaknya akan melakukan operasi pasar dengan tingginya harga minyak goreng tersebut, Asrizal mengaku jadwal pelaksanaan operasi pasar dilakukan jelang Natal Desember mendatang.

"Kalau untuk operasi pasar belum kami lakukan, karena jadwalnya jelang Natal bulan depan," sebutnya. (MCR)

SHARE:
beritaTerkait
PT Oscar Investama dan Ketua Koperasi Diduga Bermain, Skema Bagi Hasil Diubah Sepihak
Persoalan Kelapa Inhil Bukan Sekadar Hilirisasi dan Ekspor
Nilai Kelapa Inhil Anjlok, Pemerintah Diminta Intervensi Harga dan Tinjau Kebijakan Ekspor
Bupati Inhil Gelar Peringatan Maulid Nabi 1448 H di Kediaman
Riau Waspadai Asap Kiriman dari Jambi, Lampung dan Sumsel
KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab Gelar Penyuluhan TOGA, PHBS dan Gizi Bersama PKK Desa Senama Nenek
komentar
beritaTerbaru