Kamis, 11 Juni 2026 WIB

Pemerintah Ungkap Alasan Produk IKM RI Sulit Tembus Indomaret-Alfamart

Redaksi - Jumat, 14 Juni 2024 19:26 WIB
Pemerintah Ungkap Alasan Produk IKM RI Sulit Tembus Indomaret-Alfamart
Foto: Minimarket (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
JAKARTA - Pemerintah mengungkapkan alasan mengapa produk dari industri kecil dan menengah (IKM) sulit untuk menembus ritel modern yang memiliki jaringan besar, seperti Indomaret dan Alfamart.

Direktur IKM Pangan, Furnitur, dan Bahan Bangunan Kementerian Perindustrian Yedi Sabaryadi mengungkapkan beberapa faktor penyebab IKMsulit masuk jaringan ritel modern.

"Ada beberapa hal terkait standar kriteria tersebut, contoh Indomaret itu ngga mudah untuk masuk Indomaret, karena itu terkait kemasan, branding ada dan memang ada beberapa hal yang kayanya ciut kalau terkait pembayaran juga mereka ragu-ragu," katanya dalam Press Briefing di Kemenperin, Jumat (14/6/2024).

Baca Juga:

Karenanya banyak IKM yang kesulitan untuk menembus ritel besar seperti Indomaret dan Alfamart. Pendanaan juga menjadi faktor penting bagaimana IKMsulit untuk berkembang cepat.

"Memang hampir rata-rata pada faktor standar yang ditetapkan ritel, dan desain kemasan secara brandingnya, jadi kadang ritel masih setengah-setengah melihatnya, takut ngga laku mungkin, tapi ada beberapa teman-teman yang terus memperbaiki," kata Yedi.

Baca Juga:

Untuk itu pemerintah coba menjembatani kesulitan yang terjadi yakni menghubungkan antara minimarket dengan IKM yang ada.

"Alhamdulillah habis business matching teman-teman ritel sudah bisa konsultasi dengan teman IKM, kami butuh standar kaya ABCDEF, kita akan bina IKM ini agar sesuai standar," sebut Yedi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, dari segi unit usaha industri, total unit usaha IKM saat ini mendominasi 99,7 persen atau sekitar 4.400.374 juta IKM, dari total 4.410.557 unit usaha industri di Tanah Air, sedangkan industri besar hanya 10.183 usaha atau hanya 0,48%.

Kontribusi sektor IKM pangan dimana unit usaha nya mencapai 1.682.969 unit serta menyerap 3.892.159 orang, alhasil kontribusi terhadap PDB nasional mencapai 1,33%.

Dari jumlah tersebut, 36,24 persen merupakan IKM makanan, 17,35 persen IKM kayu, barang dari kayu, anyaman rotan, dan 12,69 persen adalah IKM pakaian jadi.

Jumlah IKM juga menyumbang tenaga kerja industri yang cukup besar, yaitu 10,36 juta dari total 15,67 juta pekerja industri.(sumber)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bhabinkamtibmas Kelurahan Simpang Empat Ajak Warga Tanam Tanaman Produktif Dukung Ketahanan Pangan
Tingkatkan Produktivitas, Pengusaha Sawit RI Datangkan Serangga dari Tanzania
360 Pelaku IKM di Pekanbaru Ikuti Pelatihan Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru
The Lead Institute Paramadina Latih Perempuan Pulau Tidung Ciptakan Produk Ekowisata
Dorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Hendry Munief Usulkan Pendamping IKM dan Kolaborasi Antar Kementerian ‎
Satlantas Polres Inhil Laksanakan Dikmas Kampanye Keselamatan kepada Masyarakat
komentar
beritaTerbaru