Jumat, 05 Juni 2026 WIB

Ekspor Listrik ke Singapura, RI Bisa Nambah Devisa US$ 6 Miliar

Redaksi - Jumat, 13 Juni 2025 19:18 WIB
Ekspor Listrik ke Singapura, RI Bisa Nambah Devisa US$ 6 Miliar
Foto: AP/Mark Lennihan
JAKARTA - Rencana eksporlistrik Indonesia ke Singapura diperkirakan akan mendatangkan tambahan devisa US$ 4-6 miliar atau sekitar Rp 65 triliun - Rp 97,4 triliun (asumsi kurs Rp 16.237 per US$) per tahun.

Tak hanya tambahan devisa, Indonesia juga diperkirakan bakal mendapatkan potensi tambahan penerimaan negara sebesar US$ 210-600 juta atau sekitar Rp 3,4 triliun - Rp 9,7 triliun per tahun.

Rencana eksporlistrikke Singapura ini telah diperbarui oleh kedua negara. Hal ini ditandai dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/ MoU) antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dengan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Tan See Leng di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (13/6/2025).

Baca Juga:

Ada tiga Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani hari ini, yakni tentang Interkoneksi dan Perdagangan Listrik Lintas Batas, Teknologi Energi Terbarukan dan Rendah Karbon, serta Efisiensi dan Konservasi Energi.

"Saya katakan bahwa hubungan kerja samanya harus kita lakukan, tapi win-win, kita kirim listrikke saudara kita di Singapura, sekarang dalam hasil negosiasi, nanti Pemerintah Singapura bersama-sama dengan Indonesia untuk membangun kawasan industri bersama," jelasnya dalam acara penandatanganan MoU Indonesia-Singapura, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (13/6/2025).

Baca Juga:

Potensi listrik yang akan diekspor Indonesia ke Singapura untuk memenuhi kebutuhan hingga 2035 adalah sebesar 3,4 Giga Watt (GW).

Dengan rencana eksporlistrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) ini, Indonesia diperkirakan akan memperoleh investasi hingga US$ 52,7 miliar atau sekitar Rp 855,7 triliun (asumsi kurs Rp 16.237 per US$).

Perkiraan investasi tersebut berupa potensi investasi pembangkit panel surya US$ 30-50 miliar, dan investasi untuk manufaktur panel surya dan Battery Energy Storage System (BESS) US$ 2,7 miliar.(sumber)

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia
Dukung Swasembada Pangan, Personil KSKP Polres Inhil Beri Penyuluhan ke Peternak
Jeritan Transmigran Air Balui, Menuntut Keadilan di Tengah Sengkarut Agraria
Menaker Ajak Generasi Muda Amalkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Program Ketahanan Pangan, Polsek Kandis Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung Tumpang Sari
H. Haris Bantah Tuduhan Penjarahan Sawit, Kuasa Hukum: Lahan 110B Sudah Diserahkan Satgas PKH ke PT ASI
komentar
beritaTerbaru