Kamis, 25 Juni 2026 WIB

Bulog Stop Minyakkita ke KKMP, UMKM Mengeluh

Redaksi - Kamis, 25 Juni 2026 12:47 WIB
Bulog Stop Minyakkita ke KKMP, UMKM Mengeluh
Ilustrasi Minyakita.(Foto: Andi)
kabarmelayu.com,PEKANBARU - Program Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memotong rantai distribusi dan menghadirkan sembako murah bagi masyarakat, mulai menghadapi kendala di lapangan.

Dengan dilakikannya penghentian sementara pendistribusian Minyakita oleh Bulog Wilayah Riau dan Kepulauan Riau kepada Koperasi Kelurahan Merah Putih yang telah menjadi mitra Bulog di Kota Pekanbaru, disebut berdampak langsung terhadap pelaku UMKM dan masyarakat.

Ketua KKMP Kelurahan Bambu Kuning Kecamatan Tenayan Raya, Widde Munadir, mengaku kecewa dengan kebijakan penghentian sementara penyaluran Minyakita tersebut. Hingga memasuki pekan kedua, mulai dirasakan dampaknya oleh pelaku usaha kecil di wilayah tersebut.

Baca Juga:

"Kami sangat menyayangkan penghentian sementara distribusi Minyakita kepada KKMP. Kebijakan ini berdampak langsung terhadap pelaku UMKM yang selama ini mengandalkan pasokan dari koperasi," ujar Widde,

Keberadaan KKMP sebagai mitra Bulog seharusnya menjadi bagian dari solusi dalam memperlancar distribusi kebutuhan pokok, khususnya Minyakita, sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran.

Baca Juga:

Menurutnya, apabila distribusi berjalan lancar melalui KKMP, maka potensi lonjakan harga Minyakita di tingkat masyarakat dapat ditekan. Saat ini harga Minyakita di sejumlah tempat disebut mulai mendekati harga minyak goreng premium.

Selain menyoroti penghentian distribusi, Widde juga mempertanyakan mekanisme pengangkutan yang diterapkan dalam penyaluran Minyakita. Ia menilai terdapat beban biaya distribusi yang cukup tinggi dibandingkan pola pengambilan langsung ke gudang.

"Kami melihat adanya perbedaan biaya distribusi mencolok di bulog riau. Jika melalui pihak ketiga dikenakan biaya sekitar Rp3.800 per karton, sementara mitra bumn lainya KKMP bisa mengambil langsung ke gudang, biaya angkut hanya jauh lebih murah hanya Rp500 hingga Rp700 per karton," katanya.

Sementara pelaku UMKM Robiah mengatakan kami membeli minyak kita di KKMP jauh lebih murah dibanding toko grosir yang harganya perkarton bisa mencapai 215.000 perkarton, sehingga mengurangi biaya produksi.

Widde berharap pemerintah pusat, Bulog, dan kementerian terkait dapat segera mencarikan solusi agar distribusi Minyakita kepada KKMP kembali berjalan normal sehingga tujuan program untuk menghadirkan sembako murah bagi masyarakat dapat tercapai.

Ia juga berharap momentum Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-242 menjadi titik awal penguatan peran Koperasi Kelurahan Merah Putih dalam mendukung ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat.

"Kami berharap seluruh kementerian terkait dapat memberikan dukungan penuh agar KKMP di setiap kabupaten dan kota memiliki peran yang lebih besar dalam distribusi kebutuhan pokok masyarakat. Dengan demikian, koperasi benar-benar menjadi instrumen ekonomi rakyat yang kuat dan mandiri," tukasnya.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Hendry Munief Kunjungi PLUT UMKM dan RCH, Terima Usulan
Jelang Penetapan RAPBN 2027, Hendry Munief Sinkronisasi Program dengan Dispar dan Disperindag Riau
UMKM Kuliner Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Pekanbaru
Bupati Herman Launching Sentra UMKM Dekranasda Inhil Hebat
Rapat dengan Menteri Ekraf, Komisi VII DPR Soroti Dampak Nyata 76 MoU Bagi Pelaku Kreatif
15 Hotel di Pekanbaru Siapkan Area UMKM dan Ekraf
komentar
beritaTerbaru