Kamis, 02 Juli 2026 WIB

Belum Miliki Pabrik Beras, Gabah Petani Rohil Dijual ke Sumut

Harijal - Selasa, 21 Februari 2017 17:36 WIB
Belum Miliki Pabrik Beras, Gabah Petani Rohil Dijual ke Sumut
dw/riaueditor.com
Gabah hasil panen petani Rohil.

BAGANSIAPIAPI, kabarmelayu.com - Walau Rokan Hilir (Rohil), merupakan salah satu daerah penghasil padi terbesar di Provinsi Riau, namun hingga saat ini daerah yang berjuluk "Negri Seribu Kubah" ini belum memiliki Pabrik pengolahan padi yang mampu menghasilkan beras puluhan ton perhari dalam bentuk kemasan. Akibatnya, petani harus menjual hasil panen mereka kepada pedagang untuk dibawa keluar, yakni Sumatra Utara (Sumut) yang memiliki Pabrik atau kilang pengolahan padi.

Salah seorang pedagang, Rafi (30) mengaku sejak sebulan terakhir dirinya membeli padi dari petani di berbagai daerah di Rohil seperti di Kecamatan Bangko, Sinaboi, Pedamaran dan daerah lainnya. Padi yang dibeli dari petani ini dibawa setiap harinya menuju salah satu daerah di Sumut untuk dijadikan beras.

"Satu hari kita membawa puluhan ton padi menuju Sumut mengunakan Colt Diesel. Padi ini kita beli dari para petani di beberapa daerah seperti di Serusa, Sinaboi dan beberapa daerah lain," akunya.

Baca Juga:

Perkilogramnya padi petani dibeli dengan harga kisaran Rp4.000 dan di pabrik tentu harganya di atas itu, terangnya. Di Pabrik tempat padi ini di tampung bisa menghasilkan beras satu harinya 10 ton dan beras yang sudah jadi itu dibuat dalam kemasan untuk kemudian dipasarkan di sejumlah daerah termasuk di Rohil sendiri.

"Beras yang kita beli di toko, yang ada di Bagansiapiapi ini bisa jadi adalah hasil tanam petani di sini," katanya menjelaskan.

Baca Juga:

Masyarakat berharap Pemkab Rohil peka sehingga Rohil memiliki pabrik sehingga tak perlu menjual padi ke luar daerah. "Kita butuh uang, kalau tak dijual lalu diapakan lagi padi yang sudah dipanen ini. Kalau di daerah kita ada penampung yang mampu membeli dengan harga yang sama kita siap menjualnya. Tapi sejauh ini kita belum pernah tau ada atau tidak, makanya kita jual saja dengan pedagang yang mau membeli padi kita," ungkapnya. (rec)

 

SHARE:
beritaTerkait
PPPK Pemprov Riau Kini Bebas Pemotongan Zakat Profesi
Syukuran Hari Bhayangkara ke-80, Sekda Siak: Polri Garda Terdepan Jaga Keamanan dan Dukung Pembangunan Daerah.
Gencarkan Promosi, Kementrian Pariwisata Turut Sukseskan Event Bakar Tongkang
Sempena HUT Bhayangkara ke-80, SMSI Riau: Polri Harus Semakin Profesional dan Humanis
Rapat Pansus Daerah Kepulauan, Hendry Munief Soroti Pesisir Riau, Dorong Anggaran Afirmatif
Tak Hanya Suap Jabatan, Bupati Kuansing juga Diduga Terlibat Kasus Pelepasan Kawasan Hutan
komentar
beritaTerbaru