PT Oscar Investama dan Ketua Koperasi Diduga Bermain, Skema Bagi Hasil Diubah Sepihak
kabarmelayu.com,INHIL Minimnya transparansi memicu dugaan permainan gelap dalam kemitraan Koperasi Produsen Sejahtera Bersama dengan PT Os
Peristiwa
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, defisit sudah sesuai dengan Undang-Undang dan tak akan bisa dinaikkan lebih dari besaran tersebut. Sehingga jika ingin menaikkan lebih dari 3% maka membutuhkan proses yang tak sebentar.
Menurutnya, kalau dilihat dari kinerja dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) selama tahun 2014, 2015, 2016, dikatakan bahwa selama tahun 2015 dan tahun 2016 lalu masih ada belanja-belanja yang belum terserap. Jadi saat ini ditekankan bagaimana cara pemerintah merancang belanja Kementerian dengan baik sehingga eksekusinya bisa berjalan sesuai perencanaan.
"Sehingga eksekusinya bisa berjalan sesuai dengan kapasitas untuk membelanjakannya dan oleh karena itu kalau dinaikan secara cepat tapi tidak terdapat perencanaan yang matang, yang terjadi adalah APBN-nya besar namun penyerapannya enggak tinggi, ini menyebabkan defisit besar tapi enggak tereksekusi ini akan menimbulkan dua beban," ungkap Sri Mulyani di Komplek DPR RI, Jakarta, Selasa (11/7/2017).
Baca Juga:
Adapun beban yang ditimbulkan jika menaikkan defisit maka pemerintah harus menambah utang lagi. Sehingga utang akan semakin besar namun penggunaannya tak semaksimal mungkin. Adapun dua beban yang ditimbulkan yakni, pertama, jumlah utang meningkat dan biaya meningkat yang enggak baik dan diupayakan untuk diturunkan, beban kedua, Kementerian atau Lembaga (K/L) dan pemerintah tidak melakukan tugasnya untuk melakukan perencanaan yang baik.
"Contohnya belanja di Kemenkeu memang belanjanya Rp40 triliun tapi yang bener-benar Kemenkeu Rp22 triliun. Kalau disisir dalam beberapa tahun terakhir ada belanja yang melonjak. Sesudah saya lihat enggak bisa dieksekusi, katakanlah pada 2015 ada Rp2,5 triliun yang enggak terbelanjakan," kata Sri Mulyani.
Baca Juga:
Dengan keadaan tersebut, artinya pemerintah secara umum harus menyediakan uang Rp2,5 triliun. "Namun kemudian uang tersebut enggak terserap itu kemudian menjadikan terjadinya Silpa namun untuk membiayai Rp2,5 triliun itu kita harus meng-issue utang. Itu yang menyebabkan biaya untuk yang besar namun tak terserap itu memberikan beban yang enggak baik bagi ekonomi maupun sisi kredibiltas APBN," tukasnya.
kabarmelayu.com,INHIL Minimnya transparansi memicu dugaan permainan gelap dalam kemitraan Koperasi Produsen Sejahtera Bersama dengan PT Os
Peristiwa
kabarmelayu.com,INHIL Terkait anjloknya harga kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), tidak cukup diselesaikan hanya dengan intervens
Ekbis
kabarmelayu.com,PEKANBARU Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Riau I, Dr. Syahrul Aidi Maazat, meminta pemerintah segera melakukan int
Parlemen
kabarmelayu.com,PEKANBARU Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H. Herman, S.E., M.T., menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijria
Muslim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau mewaspadai sebaran asap yang bergerak dari wilayah sela
Lingkungan
KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab Gelar Penyuluhan TOGA, PHBS dan Gizi Bersama PKK Desa Senama Nenek
Article
Panglima TNI Dampingi Presiden RI Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Hingga malam tadi, Sabtu (22/8/2026), pulau Sumatera terpantau terdapat 1589 titik panas (hotspot). Angka ini ja
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kegiatan LTII Kwartir Ranting Binawidya resmi dibuka oleh Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru y
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau melarang penerbangan drone di sekitar area pemadaman ke
Lingkungan