Hardiknas 2026, Kepala UPT SDN 019 Pandau Jaya Tekankan 3M untuk Kemajuan Pendidikan
kabarmelayu.comKAMPAR Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap 2 Mei, sejatinya menjadi momentum refleksi d
Pendidikan
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merespons usulan Bank Dunia (World Bank) yang meminta pemerintah Indonesia bisa memberikan jaminan sosial ke 40%-70% rumah tangga rentan miskin.
Hanya saja, atas permintaan ini, Sri Mulyani yang juga mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini kebingungan, bagaimana caranya untuk bisa mengimplementasikan usulan tersebut.
"Di dalam usulan World Bank untuk bisa meng-cover 40%-70% rumah tangga, kita harus menghitung dari mana uang itu berasal?" ujarnya di Energy Building, Rabu lalu (11/12/2019).
Baca Juga:
"Bank Dunia memang memiliki privilege untuk berbicara seperti itu. Tapi pemerintah pusing bagaimana mengimplementasikannya" kata Sri Mulyani melanjutkan.
Lebih lanjut, Sri Mulyani menjelaskan bahwa Indonesia saat ini sudah mampu melindungi 20% rumah tangga yang rentan miskin melalui berbagai insentif dan program penjaminan sosial.
Baca Juga:
"Kita pelajari. Guarantee minimum dengan banyaknya inisiatif Presiden untuk memberikan berbagai macam intervensi atau support. Seperti Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Kuliah, Kartu Sembako, Kartu Indonesia Sehat, PKH. Saya rasa kita udah punya yang disebut building block-nya," jelas Sri Mulyani.
Untuk diketahui, Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia Frederico Gil Sander, mengatakan, jaminan sosial pada dasarnya harus mampu mendukung masyarakat yang sedang dalam transisi agar tidak rentan jatuh miskin.
"Itu termasuk transisi dari menganggur jadi pekerja, dari penduduk miskin atau rentan miskin atau menjadi lebih sejahtera dari penduduk muda menjadi penduduk tua, dan sebagainya," ujar Federico dalam kesempatan yang sama.
Selain itu juga jaring pengamanan sosial, disarankan agar bisa menjangkau penduduk yang kian beralih dari pekerjaan formal ke pekerjaan informal. Jaminan perlindungan sosial itu, harus mampu mengakomodir perubahan sosial karena kian meningkatnya kalangan kelas menengah.
Jaringan jaminan perlindungan sosial itu bisa berupa dalam bentuk asuransi, tabungan, dan jasa yang dapat melindungi masyarakat dari shock segala risiko ketidakpastian, seperti resesi atau krisis ekonomi.
"Jaminan minimum dapat dicapai melalui berbagai macam program atau dengan meningkatkan intervensi dari individu. Modal yang diberikan juga sebaiknya beragam sehingga bermanfaat secara fiskal, politik, dan administratif," ujar Federico.
Tahun ini, Bank Dunia memproyeksikan ekonomi Indonesia hanya akan tumbuh di angka 5% yang diakibatkan berbagai faktor internal dan eksternal. Bank Dunia menilai ekonomi global saat ini tengah sulit.
"Jadi ini adalah tahun yang sangat sulit. Karena itulah kami memperkirakan bahwa ekonomi (Indonesia) akan melambat tahun ini menjadi 5% untuk 2019," kata Frederico.
"[Perlambatan ekonomi ini] terutamanya terjadi karena perlambatan pertumbuhan investasi." lanjutnya.
Sander juga mengatakan bahwa proyeksi pertumbuhan di angka 5% ini juga didukung oleh meredanya ketidakpastian politik di dalam negeri.
Sementara pada tahun 2020, World Bank memproyeksikan ekonomi Indonesia naik menjadi 5,1%. Ini dikarenakan akan ada pemulihan dalam ekonomi global, meski lingkungan perdagangan diperkirakan akan lebih buruk dari rata-rata 2019.
Sebelumnya pada Juli 2019 lalu, Bank Dunia memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,1% di 2019 dan 5,2% di 2020.
(cnbcindonesia.com)
kabarmelayu.comKAMPAR Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap 2 Mei, sejatinya menjadi momentum refleksi d
Pendidikan
kabarmelayu.com,KAMPAR UPT Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Bangkinang Kota, melaksanakan uoacara peringatan Hari Pendidikan Nasion
Pendidikan
Sambut HPN ke80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah
Sosial
Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
Pemerintahan
Aksi Hardiknas Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin
Peristiwa
kabarmelayu.comJAKARTA Indonesia pernah menjadi kiblat pendidikan di Asia Tenggara, bahkan sampai diminta negara tetangga untuk membantu m
Article
Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu
Hukrim
kabarmelayu.comINHIL Wakil Bupati Indragiri Hilir Yuliantini S.Sos, M.Si menghadiri Rapat Paripurna Ke 7 DPRD Kab. Inhil Masa Persidan
Pemerintahan
kabarmelayu.comKUANSING Puluhan tahun menunggu kepastian, kesabaran Kelompok Tani Kelompok Tani SKB akhirnya memuncak Rabu (29/4/2026). Me
Sosial
kabarmelayu.comPEKANBARU Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau, H Zufra Irwan SE, MM, SpAp mengecam sikap Kadisdik Provinsi Riau,
Pemerintahan