Jumat, 03 Juli 2026 WIB

Polda Sumbar: Afif Maulana Tewas Loncat dari Jembatan, LBH Padang: Ada Kekerasan di Tubuh Korban

Redaksi - Minggu, 30 Juni 2024 22:20 WIB
Polda Sumbar: Afif Maulana Tewas Loncat dari Jembatan, LBH Padang: Ada   Kekerasan di Tubuh Korban
Orang tua korban Afif Maulana menunjukkan foto anaknya.(Foto: Ist)
Sebelumnya, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang membeberkan tanda-tanda kekerasa di tubuh Afif Maulana. Dari foto tubuh korban yang ditampilkan, terdapat luka lebam di hampir sekujur tubuh. Luka yang merah membiru itu terdapat di bagian punggung dan rusuk kiri bagian belakang. Bagian depan jenazah juga terdapat lebam yang sama pada perut bagian kiri dan tulang rusuk.

"Dekat perut yang hijau. Kayak jejak sepatu. Jejak sepatu ditendang. Terus tangan ini kan di sini habis kena kayak pukul. Terus ada di bagian belakang sini. Itu menguatkan keluarga bahwa ada tindak penyiksaan," kata Anggun Anggraini, Ibu Afif Maulana saat
konferensi pers yang digelar LBH Padang sebelumnya, seperti dilansir dari BBC News Indonesia.

Ibu dua anak ini juga tidak terima anaknya yang masih lugu disebut akan ikut tawuran. "Nggak mungkin dia tawuran. Dia saja pulang sekolah di rumah. Lebih banyak dia di kamar," ucap Anggun sambil berusaha menahan air matanya.

Baca Juga:

Konferensi pers yang diselenggarakan LBH Padang ini sebagai respons pernyataan kepolisian Sumatra Barat sebelumnya. Polda Sumbar menyebut tidak ada saksi mata yang melihat Afif disiksa oleh anggota polisi serta kemungkinan Afif melompat dari
jembatan.

Baca Juga:
Almarhum Afif Maulana.(Foto: Ist)

"Ingat Polda Sumbar, di tubuh Afif itu ada kekerasan. Ada kekerasan. Itu tidak bisa dibohongi. Di situ ada kekerasan dan Anda harus cari. Penyidik, Anda harus cari siapa, apa yang menyebabkan kekerasan itu muncul di tubuh anak kami, Afif Maulana," kata
Direktur LBH Padang, Indira Suryani dengan suara bergetar.

Indira meyakini beberapa luka di tubuh Afif merupakan "fakta meyakinkan" bukti terjadi penyiksaan.

Selain itu, LBH Padang juga mengklaim telah mendengarkan kesaksian dari tujuh korban lainnya (lima berstatus anak dan dua berusia 18 tahun) yang ditangkap polisi pada hari kejadian.

Dari keterangan mereka, Indira mengatakan, anggota polisi diduga melakukan penyiksaan dengan berbagai cara, termasuk mencambuk, menyetrum, memukul dengan rotan, sampai menyundut rokok kepada korban saksi.

Dari foto-foto bagian tubuh korban-korban saksi yang ditampilkan LBH Padang, terdapat bekas luka yang diduga terkena sabetan keras, sundutan rokok berkali-kali, dan luka di lutut karena diduga terjatuh dari motor.

"Yang berikutnya, justru yang mungkin menguatkan (keyakinan) kami, respons Polda yang kemudian menurut kami kontraproduktif dan memburu orang-orang yang memviralkan, itu menjadi sebuah pertanyaan bagi kami. Semakin menguatkan kami
bahwa ada sesuatu yang sangat salah di situ," tambah Indira.

Selain itu, kejanggalan lain yang ditemukan LBH Padang adalah ketika pihak keluarga tidak diizinkan untuk mengikuti pemeriksaan jasad korban, serta CCTV di dekat lokasi kejadian dilaporkan tidak berfungsi.

"Semoga justice for Afif benar-benar terwujud di Indonesia ini," kata Indira.

Editor
: Andi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sempena HUT Bhayangkara ke-80, SMSI Riau: Polri Harus Semakin Profesional dan Humanis
Semangat HUT Bhayangkara Ke 80, Polresta Pekanbaru Perkuat Komitmen Pelayanan Terbaik Masyarakat
41.578 Personel Polri Naik Pangkat, 87 Perwira Tinggi
Kinerja Polda Riau Jadi Modal Penting Dukung Iklim Investasi
Mutasi Polda Riau, Sejumlah PJU dan Kapolres Diganti
Mahasiswa Jadi Korban Demo, Kapolda Riau Pastikan Bertanggung Jawab
komentar
beritaTerbaru