Pemko Pekanbaru Tingkatkan Status Siaga Karhutla Jadi Tanggap Darurat
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru resmi meningkatkan status penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari
Lingkungan
Suharyono mengumumkan hasil penyelidikan kasus tewasnya siswa SMP di Kuranji, Kota Padang yang telah dituntaskan penyidik. Dia didampingi oleh para pejabat utama serta Wakapolresta Padang AKBP Rully Indra Wijayanto. Suharyono menyebut, kesimpulan tersebut sudah berdasarkan keterangan 49 saksi yang diperiksa pihaknya, pemeriksaan tempat kejadian perkara serta berdasarkan hasil visum dan autopsi terhadap korban atas nama Afif Maulana.
Sebanyak 49 saksi terdiri dari personel Sabhara Polda Sumbar yang melaksanakan tugas pencegahan tawuran pada saat kejadian, saksi umum, serta teman korban sebagai saksi kunci. Saksi kunci berinisial A adalah teman yang berboncengan sepeda motor dengan korban saat kejadian pada Ahad (9/6/2024) lalu.
Baca Juga:
Saksi A berperan sebagai orang yang membonceng. Tepat ketika berada di atas jembatan Kuranji, korban dan saksi A terjatuh. Korban mengajak saksi A untuk melompat dari jembatan namun ditolak oleh A.
"Saksi kunci A menolak ajakan korban untuk melompat dari jembatan dan lebih memilih untuk menyerahkan diri ke Polisi, ini sesuai dengan keterangan saksi A," kata Suharyono.
Baca Juga:
Saksi A juga tercatat dua kali menyampaikan kepada polisi, temannya melompat dari jembatan yang tingginya mencapai 12 meter. Pertama disampaikan saat ia diamankan oleh Personel Sabhara di atas Jembatan Kuranji. Pengakuan kedua disampaikannya
saat telah dikumpulkan di Markas Polsek bersama pelaku tawuran lain.
Namun, informasi itu tidak digubris oleh personel Sabhara Polda Sumbar. Hal itu karena polisi tidak percaya ada yang nekad melompat dari ketinggian kurang lebih 12 meter. Pada saat bersaman, personel juga fokus mengamankan pelaku lain serta barang bukti
senjata tajam dari lokasi.
Suharyono menegaskan, keterangan yang ia sampaikan adalah fakta hukum dari pemeriksaan keterangan saksi, bukan asumsi atau tudingan belaka. Berdasarkan hasil autopsi diketahui korban mengalami patah tulang iga sebanyak enam buah yang kemudian menusuk paru-paru hingga korban tewas.
Suharyono mengatakan, dari fakta yang telah diuraikan di atas, maka pihaknya menarik kesimpulan bahwa korban meninggal dunia setelah melompat sendiri dari jembatan demi menghindari kejaran polisi. Sehingga tidak ada unsur tindak pidana di lokasi.
"Itu kesimpulan sementara dari hasil penyelidikan kami, jika memang nanti ada pihak yang mengajukan bukti baru akan kami tampung dan penyelidikan dibuka kembali," kata Suharyono.
Di bagian lain, menurut Suharyono, bersamaan dengan peristiwa itu 17 personel Sabhara Polda Sumbar diperiksa oleh Propam Polda. Hal itu berkaitan dengan tindakan mereka terhadap 18 pelaku tawuran yang telah dikumpulkan di Kantor Polsek Kuranji.
"Jadi 17 personel diperiksa atas tindakan mereka kepada 18 pelaku tawuran yang diamankan di Kantor Polsek Kuranji, bukan terhadap korban Afif Maulana. Itu dua TKP (tempat kejadian perkara) yang berbeda sekalipun waktu dan lokasinya berdekatan," jelas Suharyono.
Keterangan polisi itu sekaligus membantah tuduhan jika Afif Maulana tewas akibat disiksa personel kepolisian. Hal itu terjadi ketika tim Shabara Polda Sumbar mencoba membubarkan aksi tawuran remaja dengan membawa senjata tajam.
"Dekat perut yang hijau. Kayak jejak sepatu. Jejak sepatu ditendang. Terus tangan ini kan di sini habis kena kayak pukul. Terus ada di bagian belakang sini. Itu menguatkan keluarga bahwa ada tindak penyiksaan," kata Anggun Anggraini, Ibu Afif Maulana saat
konferensi pers yang digelar LBH Padang sebelumnya, seperti dilansir dari BBC News Indonesia.
Ibu dua anak ini juga tidak terima anaknya yang masih lugu disebut akan ikut tawuran. "Nggak mungkin dia tawuran. Dia saja pulang sekolah di rumah. Lebih banyak dia di kamar," ucap Anggun sambil berusaha menahan air matanya.
Konferensi pers yang diselenggarakan LBH Padang ini sebagai respons pernyataan kepolisian Sumatra Barat sebelumnya. Polda Sumbar menyebut tidak ada saksi mata yang melihat Afif disiksa oleh anggota polisi serta kemungkinan Afif melompat dari
jembatan.

"Ingat Polda Sumbar, di tubuh Afif itu ada kekerasan. Ada kekerasan. Itu tidak bisa dibohongi. Di situ ada kekerasan dan Anda harus cari. Penyidik, Anda harus cari siapa, apa yang menyebabkan kekerasan itu muncul di tubuh anak kami, Afif Maulana," kata
Direktur LBH Padang, Indira Suryani dengan suara bergetar.
Indira meyakini beberapa luka di tubuh Afif merupakan "fakta meyakinkan" bukti terjadi penyiksaan.
Selain itu, LBH Padang juga mengklaim telah mendengarkan kesaksian dari tujuh korban lainnya (lima berstatus anak dan dua berusia 18 tahun) yang ditangkap polisi pada hari kejadian.
Dari keterangan mereka, Indira mengatakan, anggota polisi diduga melakukan penyiksaan dengan berbagai cara, termasuk mencambuk, menyetrum, memukul dengan rotan, sampai menyundut rokok kepada korban saksi.
Dari foto-foto bagian tubuh korban-korban saksi yang ditampilkan LBH Padang, terdapat bekas luka yang diduga terkena sabetan keras, sundutan rokok berkali-kali, dan luka di lutut karena diduga terjatuh dari motor.
"Yang berikutnya, justru yang mungkin menguatkan (keyakinan) kami, respons Polda yang kemudian menurut kami kontraproduktif dan memburu orang-orang yang memviralkan, itu menjadi sebuah pertanyaan bagi kami. Semakin menguatkan kami
bahwa ada sesuatu yang sangat salah di situ," tambah Indira.
Selain itu, kejanggalan lain yang ditemukan LBH Padang adalah ketika pihak keluarga tidak diizinkan untuk mengikuti pemeriksaan jasad korban, serta CCTV di dekat lokasi kejadian dilaporkan tidak berfungsi.
"Semoga justice for Afif benar-benar terwujud di Indonesia ini," kata Indira.
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru resmi meningkatkan status penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari
Lingkungan
kabarmelayu.com,JAKARTA Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) organisasi yang menaungi pemilik atau CEO Media di Indonesia, dan merupakan k
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Api masih menyala di kawasan semak belukar di atas tanah gambut Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Ratusa
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Riau, mem
Hukrim
Polda Riau Bongkar Sindikat Curanmor, 44 Unit Kendaraan Disita, 6 Orang Ditetapkan Tersangka
Hukrim
Polsek Teluk Meranti Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan, Imbau Warga Cegah Karhutla
Lingkungan
kabarmelayu.com,KAMPAR Prestasi luar biasa diraih oleh tim futsal UPT SD Negeri 024 Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Kali
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk program beasiswa m
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Sejumlah kios di Pasar Higienis, Jalan Teratai, Kota Pekanbaru, yang selama ini terbengkalai, dimanfaatkan oknum
Pemerintahan
ISPU Memburuk, Sekolah di Sejumlah Wilayah Siak Terapkan PJJ, ASN Hamil Boleh WFH
Pemerintahan