Kamis, 08 Oktober 2026 WIB

Buron 2 Pekan, Pembunuh Pensiunan BUMN Ditangkap

Redaksi - Jumat, 14 Juni 2024 15:22 WIB
Buron 2 Pekan, Pembunuh Pensiunan BUMN Ditangkap
Jejak darah yang ditemukan di rumah korban.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU -Setelah buron selama 2 pekan, polisi akhirnya berhasil meringkus pelaku yang diduga membunuh Saiwan, pensiunan karyawan BUMN yang ditemukan tewas ditumpuk kain selimut di ruang tengah rumahnya di Perumahan Mandala Garden Kecamatan Tuah Madani, Rabu (29/05/2024) lalu.

Pelaku yang merupakan sopir korban berhasil ditangkap petugas saat berada di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.

Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Berry Juana Putra saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya penangkapan tersebut. "Iya benar (sudah ditangkap,red)," jawab Kompol Bery, Kamis (13/06/2024).

Baca Juga:

Keberadaan pelaku terdeteksi tim gabungan yang melakukan pengejaran sejak Rabu (29/05/2024), sewaktu peristiwa temuan jasad Siawan di rumahnya.

"Barusan di Banyuwangi, Kamis (13/06/2034) siang tadi," sambung Kompol Berry.

Baca Juga:

Kompol Berry belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut lantaran pelaku masih dalam perjalanan dari lokasi penangkapan ke Kota Pekanbaru untuk dilakukan proses hukum.

Pelaku juga sempat dikabarkan melarikan satu unit mobil milik Siawan dalam pelariannya. Kendaraan roda empat itu tidak ditemukan saat penangkapan, melainkan mobil tersebut ditemukan di sebuah daerah di Bengkulu.


Diberitakan sebelumnya, Saiwan ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya Perumahan Mandala Garden Kecamatan Tuah Madani. Jasad pria itu diketahui pada Rabu (29/5/2024) pukul 19.00 WIB.

Kapolsek Binawidya Kompol Asep Rahmat menyebutkan, temuan itu pertama kali diketahui oleh korban. Korban sudah beberapa hari tidak bisa dihubungi via handphone.

Anak korban mendatangi rumah karena sudah tidak dapat dihubungi, awalnya rumah tersebut dalam keadaan tertutup dan mobil tidak ada, sehingga korban diperkirakan sedang keluar.

Anak korban pun pulang ke rumah. Akan tetapi kecurigaan kian menguat lantaran handphone korban tidak juga bisa dibubungi. Anak korban pun kembali mendatangi rumah tersebut, kemudian memaksa untuk memeriksa ke dalam rumah.

"Anaknya kembali dan memeriksa sampai ke dalam rumah melalui pintu samping dan masuk ke dapur. Pada saat menghidupkan lampu lalu, dia melihat ada benda di ruang tengah dalam keadaan tertutup selimut.

Anak korban tidak berani membongkar tumpukan tersebut, lalu memberitahukan ke pihak RT setempat dan bersama-sama melihat tumpukan tersebut. Benar saja, tumpukan tersebut merupakan jasad korban yang penuh darah.

Di ruangan itu, tampak darah yang membekas di lantai.Diyakini akibat korban diseret. Hal itu menguatkan dugaan bahwa kematian korban yang merupakan pensiunan BUMN itu karena dibunuh.

"Ditemukan ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Seperti kepala, lengan, bibir dan bagian tubuh lainnya. Luka tersebut diakibatkan oleh benda tumpul dan benda tajam," ujar Kompol Asep Rahmat.

Sebelum kejadian, korban memang sempat bersama seseorang. Setelah bersama seseorang tersebut korban sudah tidak bisa dihubungi kembali.(pid)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Diduga Dianiaya Rekan Kerja, Karyawan PT SAM II Tewas
Motor Hilang dari Teras Konter HP, Polsek Bonai Darussalam Berhasil Tangkap Pelaku hingga ke Kandis
Diduga Dibunuh Mantan Suami, IRT Bersimbah Darah di Dalam Kamar
Stop Kriminalisasi, KNARA Tuntut Kasus Mantan Kades Sungai Raya Diselesaikan dengan Jalur Reforma Agraria
Aparat Dituding Manipulasi Informasi Terkait Praperadilan Larshen Yunus
Penyebab Pasti Kematian Dokter di Pagar Luar RSUD Tengku Rafian Siak Tunggu Hasil Labfor
komentar
beritaTerbaru