Tampil Memukau, Sri Junjungan Raih Juara Pertama Lomba Tari Zapin Melayu se-Riau
Tampil Memukau, Sri Junjungan Raih Juara Pertama Lomba Tari Zapin Melayu seRiau
TNI/Polri
Pelaku yang merupakan sopir korban berhasil ditangkap petugas saat berada di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.
Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Berry Juana Putra saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya penangkapan tersebut. "Iya benar (sudah ditangkap,red)," jawab Kompol Bery, Kamis (13/06/2024).
Baca Juga:
Keberadaan pelaku terdeteksi tim gabungan yang melakukan pengejaran sejak Rabu (29/05/2024), sewaktu peristiwa temuan jasad Siawan di rumahnya.
"Barusan di Banyuwangi, Kamis (13/06/2034) siang tadi," sambung Kompol Berry.
Baca Juga:
Kompol Berry belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut lantaran pelaku masih dalam perjalanan dari lokasi penangkapan ke Kota Pekanbaru untuk dilakukan proses hukum.
Pelaku juga sempat dikabarkan melarikan satu unit mobil milik Siawan dalam pelariannya. Kendaraan roda empat itu tidak ditemukan saat penangkapan, melainkan mobil tersebut ditemukan di sebuah daerah di Bengkulu.
Kapolsek Binawidya Kompol Asep Rahmat menyebutkan, temuan itu pertama kali diketahui oleh korban. Korban sudah beberapa hari tidak bisa dihubungi via handphone.
Anak korban mendatangi rumah karena sudah tidak dapat dihubungi, awalnya rumah tersebut dalam keadaan tertutup dan mobil tidak ada, sehingga korban diperkirakan sedang keluar.
Anak korban pun pulang ke rumah. Akan tetapi kecurigaan kian menguat lantaran handphone korban tidak juga bisa dibubungi. Anak korban pun kembali mendatangi rumah tersebut, kemudian memaksa untuk memeriksa ke dalam rumah.
"Anaknya kembali dan memeriksa sampai ke dalam rumah melalui pintu samping dan masuk ke dapur. Pada saat menghidupkan lampu lalu, dia melihat ada benda di ruang tengah dalam keadaan tertutup selimut.
Anak korban tidak berani membongkar tumpukan tersebut, lalu memberitahukan ke pihak RT setempat dan bersama-sama melihat tumpukan tersebut. Benar saja, tumpukan tersebut merupakan jasad korban yang penuh darah.
Di ruangan itu, tampak darah yang membekas di lantai.Diyakini akibat korban diseret. Hal itu menguatkan dugaan bahwa kematian korban yang merupakan pensiunan BUMN itu karena dibunuh.
"Ditemukan ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Seperti kepala, lengan, bibir dan bagian tubuh lainnya. Luka tersebut diakibatkan oleh benda tumpul dan benda tajam," ujar Kompol Asep Rahmat.
Sebelum kejadian, korban memang sempat bersama seseorang. Setelah bersama seseorang tersebut korban sudah tidak bisa dihubungi kembali.(pid)
Tampil Memukau, Sri Junjungan Raih Juara Pertama Lomba Tari Zapin Melayu seRiau
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Negeri Provinsi Riau Tahun Ajaran 2026/2027 telah berguli
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum strategis untuk mendata kondisi perekonomian secara menyeluruh.
Ekbis
kabarmelayu.com,PEKANBARU Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau mulai mematangkan pelaksanaan Anugerah Jurnalistik Ali Kelana 2026. Ajan
Pemerintahan
Polda Riau Bongkar Tiga Kasus Kriminal, Kombes Hasyim Perlihatkan Barang Bukti Ranmor Hasil Kejahatan
Hukrim
Bhabinkamtibmas Lakukan Pemantauan Lahan Ketahanan Pangan Libo Jaya, Buah Jagung Mulai Menguning
Lingkungan
Panen Melon di Buantan Besar, Bupati Afni Bukti nyata Dana Desa Tingkatkan PAD
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menetapkan target kuota penerimaan peserta didik baru untuk program jaring pe
Pendidikan
kabarmelayu.com,PELALAWAN Polsek Pangkalan Kerinci membongkar kasus eksploitasi anak dengan memaksa tiga orang korbannya mengamen dan meng
Hukrim
ekkabarmelayu.com,BATAM Jaminan kesehatan komoditas bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK), kumbang tanduk panjang (Hex
Ekbis