19 Tahun PPWI, Bandar Lampung Jadi Panggung Dunia
kabarmelayu.com,LAMPUNG Ketika arus informasi bergerak lebih cepat daripada sebelumnya dan setiap orang dapat menjadi penyampai berita m
TNI/Polri
Pelaku yang merupakan sopir korban berhasil ditangkap petugas saat berada di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.
Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Berry Juana Putra saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya penangkapan tersebut. "Iya benar (sudah ditangkap,red)," jawab Kompol Bery, Kamis (13/06/2024).
Baca Juga:
Keberadaan pelaku terdeteksi tim gabungan yang melakukan pengejaran sejak Rabu (29/05/2024), sewaktu peristiwa temuan jasad Siawan di rumahnya.
"Barusan di Banyuwangi, Kamis (13/06/2034) siang tadi," sambung Kompol Berry.
Baca Juga:
Kompol Berry belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut lantaran pelaku masih dalam perjalanan dari lokasi penangkapan ke Kota Pekanbaru untuk dilakukan proses hukum.
Pelaku juga sempat dikabarkan melarikan satu unit mobil milik Siawan dalam pelariannya. Kendaraan roda empat itu tidak ditemukan saat penangkapan, melainkan mobil tersebut ditemukan di sebuah daerah di Bengkulu.
Kapolsek Binawidya Kompol Asep Rahmat menyebutkan, temuan itu pertama kali diketahui oleh korban. Korban sudah beberapa hari tidak bisa dihubungi via handphone.
Anak korban mendatangi rumah karena sudah tidak dapat dihubungi, awalnya rumah tersebut dalam keadaan tertutup dan mobil tidak ada, sehingga korban diperkirakan sedang keluar.
Anak korban pun pulang ke rumah. Akan tetapi kecurigaan kian menguat lantaran handphone korban tidak juga bisa dibubungi. Anak korban pun kembali mendatangi rumah tersebut, kemudian memaksa untuk memeriksa ke dalam rumah.
"Anaknya kembali dan memeriksa sampai ke dalam rumah melalui pintu samping dan masuk ke dapur. Pada saat menghidupkan lampu lalu, dia melihat ada benda di ruang tengah dalam keadaan tertutup selimut.
Anak korban tidak berani membongkar tumpukan tersebut, lalu memberitahukan ke pihak RT setempat dan bersama-sama melihat tumpukan tersebut. Benar saja, tumpukan tersebut merupakan jasad korban yang penuh darah.
Di ruangan itu, tampak darah yang membekas di lantai.Diyakini akibat korban diseret. Hal itu menguatkan dugaan bahwa kematian korban yang merupakan pensiunan BUMN itu karena dibunuh.
"Ditemukan ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Seperti kepala, lengan, bibir dan bagian tubuh lainnya. Luka tersebut diakibatkan oleh benda tumpul dan benda tajam," ujar Kompol Asep Rahmat.
Sebelum kejadian, korban memang sempat bersama seseorang. Setelah bersama seseorang tersebut korban sudah tidak bisa dihubungi kembali.(pid)
kabarmelayu.com,LAMPUNG Ketika arus informasi bergerak lebih cepat daripada sebelumnya dan setiap orang dapat menjadi penyampai berita m
TNI/Polri
Menaker Ungkap Poin Penting UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang Wajib Diketahui Pekerja
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kualitas udara di Kota Pekanbaru kembali memburuk. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 mencapai 251,4 g/mda
Pemerintahan
Panglima TNI Hadiri Penyerahan Hasil Penertiban Kawasan Hutan Tahap Kedelapan
TNI/Polri
Kepala BNNK Pekanbaru Bekali 2.900 Mahasiswa Baru Unilak tentang Bahaya Narkoba
Sosial
kabarmelayu.com,INHIL Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H. Herman, SE, MT menghadiri pengukuhan Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Inhil untuk m
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Dua pesawat gagal mendarat akibat rendahnya Jarak pandang rendah di Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Peka
Peristiwa
Sambut HUT ke27 Siak, BRK Syariah Gelar Safari Haji, Realisasi Porsi Haji Capai 614
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera kembali melonjak, Rabu (7/10/2026). Dari angka 2500an, pagi ini
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Cabang Pekanbaru menggandeng Universitas Riau (UNRI) menggelar Seminar
Ekbis