Sabtu, 25 April 2026 WIB

Diduga Korban Bullying, Siswa SD di Inhu Meninggal Dunia

Redaksi - Selasa, 27 Mei 2025 16:32 WIB
Diduga Korban Bullying, Siswa SD di Inhu Meninggal Dunia
Ilustrasi.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comINHU– Kematian K (8) bocah yang duduk di bangku kelas II sekolah dasar di Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), diduga tak wajar. Orang tua korban mengambil langkah hukum dengan melaporkan teman-teman sebaya korban yang sebelumnya terlibat cekcok dan diduga menganiaya korban.

"Jenazah K telah menjalani proses autopsi pada malam tadi. Proses ini dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban," ujar Kapolres Indragiri Hulu, AKBP Fahrian Saleh Siregar Selasa (27/5/2025).

Fahrian menerangkan, pihaknya telah menerima laporan orang tua korban yang mengaku anaknya dibuli dan mengalami kekerasan fisik. Saat ini kasusnya masih ditangani Satreskrim Polres Indragiri Hulu.

Baca Juga:

"Belum diketahui pasti korban meninggal akibat apa. Tapi yang jelas kita selidiki laporan orang tua korban yang mengaku anaknya mengalami bullying, secepatnya kita tangani," kata Fahrian.

Autopsi dimulai Senin (26/5) sekitar pukul 17.30 WIB dan berakhir pada pukul 20.00 WIB di ruang kamar mayat RSUD Indrasari Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu. Tim yang melakukan autopsi terdiri dari ahli forensik yang kompeten di bidangnya.

Baca Juga:

Mereka adalah AKBP Suprianto AMK, SKM, MH (Kasubid Dokpol Biddokes Polda Riau), Dr. M. Tegar Indrayana, Sp. FM (Dokter Spesialis Forensik) serta Tim Forensik Biddokes Polda Riau.

"Pihak keluarga korban turut hadir untuk menyaksikan langsung proses autopsi. Mereka ayah kandung dan paman korban. Kehadiran keluarga menjadi bagian penting dalam transparansi proses hukum yang sedang berjalan," ucap Fahrian.

Dari hasil pemeriksaan sementara, ditemukan beberapa tanda kekerasan pada jenazah K. Mayat anak laki-laki itu menunjukkan adanya memar pada perut sebelah kiri bagian bawah dan tungkai atas sebelah kiri sisi depan.

"Selain itu, ditemukan pula resapan darah pada jaringan lemak di bawah kulit daerah perut yang mengindikasikan adanya kekerasan tumpul," ungkap AKBP Fahrian.

Tim forensik juga menemukan cairan bebas berwarna kelabu kecoklatan yang berbau busuk pada rongga perut serta jaringan appendix (usus buntu) yang pecah atau perforasi. Temuan ini menjadi petunjuk penting bagi penyidik dalam mengungkap rangkaian kejadian yang berujung pada kematian K.

Meski demikian, penyebab pasti kematian K belum dapat ditentukan secara final. Tim forensik masih menunggu hasil pemeriksaan histopatologi anatomi forensik untuk mendapatkan kesimpulan yang komprehensif mengenai penyebab kematian korban.

"Proses penyelidikan akan terus berlanjut untuk memastikan keadilan bagi K dan keluarganya," tegas Fahrian.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bunda PAUD Inhil Tekankan Pendekatan Humanis dalam Pencegahan Kekerasan di sekolah
Kunjungi SDN 004 Tembilahan, Bunda Paud Inhil Sosialisasikan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Sekolah
Melawan Bullying Melalui Konsep Keadilan Alquran
Pascameninggalnya Murid SD di pekanbaru Diduga Korban Bulying,  Wako Bentuk TPF
Sekolah Harus Jadi Tempat Paling Aman untuk Anak
Murid SDN 108 Pekanbaru Meninggal Diduga Korban Bulying, Kepsek Menyangkal
komentar
beritaTerbaru