Jaga Semangat Ibadah di Usia Senja, Rumah Yatim Salurkan Paket Alat Sholat untuk 20 Lansia Dhuafa di Pekanbaru
Jaga Semangat Ibadah di Usia Senja, Rumah Yatim Salurkan Paket Alat Sholat untuk 20 Lansia Dhuafa di Pekanbaru
Muslim
Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Siregar, Kamis (19/02/2026) mengungkapkan, AH awalnya membakar lahan dengan alasan untuk memusnahkan sarang tawon. Namun api yang membesar justru membakar lahan warga lainnya hingga tiga hektare.
Kasus ini terungkap setelah adanya laporan titik panas (hotspot) di Jalan Lama RT 002 RW 003 Dusun III Parit Panjang, Desa Teluk Lancar, pada Minggu (15/02/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Baca Juga:
Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat kepolisian langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus penyelidikan. Tim berkoordinasi dengan kepala dusun setempat, dan benar bahwa ada titik api dari lahan di Jalan Lama.
"Kemudian tim melakukan interogasi bagaimana awal mula adanya titik api," ungkap Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian.
Baca Juga:
Dari hasil pengecekan Unit Tipidter Polres Bengkalis, petugas menemukan adanya bekas pembakaran di lahan milik H. Miwardi. Polisi juga mendapati sejumlah petunjuk kuat yang mengarah bahwa kebakaran tersebut terjadi akibat tindakan yang disengaja.
"Banyak ditemukan tumpukan perunan dan bekas steking untuk menanam bibit sawit. Kemudian tim membawa saksi-saksi yang mengetahui adanya kebakaran tersebut ke Polres Bengkalis untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut," jelas Kapolres.
Berdasarkan hasil penyelidikan serta keterangan para saksi, polisi akhirnya mengantongi identitas pelaku. Tersangka diketahui sempat beraktivitas di lahan tersebut sebelum kebakaran terjadi.
"Tersangka AH alias Dayat ada berkegiatan di lahan tersebut sebelum terjadinya kebakaran," kata Kapolres.
Saat diperiksa, tersangka mengakui bahwa ia telah membuat tumpukan perunan dan membakar semak belukar pada Kamis (12/02/2026). Namun ia beralasan tindakan itu dilakukan untuk mematikan sarang tawon.
"Alasannya bikin perunan untuk mematikan sarang tawon," lanjut AKBP Fahrian.
Namun pembakaran tersebut diduga tidak terkendali hingga api membesar dan menjalar cepat, menghanguskan lahan milik H. Miwardi. Akibatnya, kebakaran meluas hingga mencapai 3 hektare.
"Penyidik telah melakukan gelar perkara dan menetapkan Saudara AH alias Dayat sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana kebakaran lahan," tegasnya.
Polisi menyita barang bukti berupa sebilah parang dan satu bonggol bibit sawit yang terbakar.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 108 Jo Pasal 69 ayat (1) huruf h UU RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan/atau Pasal 108 Jo Pasal 56 ayat (1) UU RI Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan.
Jaga Semangat Ibadah di Usia Senja, Rumah Yatim Salurkan Paket Alat Sholat untuk 20 Lansia Dhuafa di Pekanbaru
Muslim
kabarmelayu.com,PEKANBARU BMKG Pekanbaru mencatat kenaikan jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Riau. Dari tadi pagi sebanyak 115, sore
Lingkungan
Kemnaker dan BAZNAS Perluas Akses Kerja Inklusif bagi Mustahik dan Penyandang Disabilitas
TNI/Polri
Pemerintah Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Perkebunan adalah kekuatan dasar Riau yang harus diubah menjadi kesejahteraan rakyat. Perkebunan merupakan kekua
Ekbis
Polisi Bongkar Sindikat Pembuat dan Pengedar SIM Palsu di Riau, 8 Tersangka Diamankan
Hukrim
Bukan Sekadar Menangkap, Noki Loviko Imbau Masyarakat Bersama Cegah Penyalahgunaan Narkoba
Hukrim
kabarmelayu.com,SIAK Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Siak membongkar sindikat pemalsuan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang be
Hukrim
kabarmelayu.com,PEKANBARU Jumlah hotspot (titik panas) di Riau terus bertambah. Pagi ini pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofis
Lingkungan
kabarmelayu.com,JAKARTA Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Republik Indonesia, M. Qodari, hadir sebagai narasumber utama dalam program sini
TNI/Polri