Selasa, 09 Juni 2026 WIB

Tolak Dinas Militer, Perempuan Ini Dipenjarakan Israel

Harijal - Sabtu, 12 Agustus 2017 14:55 WIB
Tolak Dinas Militer, Perempuan Ini Dipenjarakan Israel
EPA/JIM HOLLANDER
(Ilustrasi) Dua perempuan yang merupakan anggota tentara Israel.

TEL AVIV - Noa Gur Golan, perempuan belia berusia 19 tahun, telah ditahan lebih dari 30 hari oleh otoritas Israel. Ia dipenjara karena menolak untuk diwajibkan masuk ke Angkatan Pertahanan Israel.

Noa Gur Golan saat ini ditahan di sebuah penjara militer di dekat Haifa. Di sana, ia ditahan bersama sembilan wanita lainnya dan hanya diizinkan untuk bertemu keluarganya setiap dua pekan sekali.

Israel memang memberlakukan program wajib dinas militer bagi semua Yahudi, Druze, dan Israel Circassian yang telah berusia di atas 18 tahun. Masa pengabdian untuk perempuan adalah dua tahun dan laki-laki dua tahun delapan bulan.

Baca Juga:

Namun, Golan berupaya menghindari dinas militer tersebut karena dia adalah seorang pasifis atau orang yang menolak dan menentang adanya perang. Namun, permohonannya ini ditolak dalam dua audiensi yang dia dapatkan sejauh ini.

Setelah mengalami perang Gaza pada 2014 dan bekerja dengan anak-anak, Golan tersadar tentang jenis atmosfer di Israel. “Suasana penuh kebencian dan ketakutan. Mereka tumbuh dalam kenyataan di mana kekerasan adalah sebuah norma,” katanya saat itu seperti dikutip laman The Telegraph, Sabtu (12/8).

Baca Juga:

“Cinta yang saya rasakan terhadap teman-teman saya dari kota saya Netanya, identik dengan cinta yang saya rasakan terhadap teman-teman saya dari Hebron,” tulis Golan kala itu.

Dengan pemikiran tersebut, Golan memantapkan diri untuk tidak ikut ambil bagian dalam proses penindasan bangsa lain. “Saya menyadari bahwa saya tidak akan setuju untuk ambil bagian dalam penindasan bangsa lain. Bahwa saya tidak percaya dengan pembangunan tembok, tapi membangun jembatan,” ucapnya.(ROL)

SHARE:
beritaTerkait
Bupati Kasmarni Buka Asistensi IEPK 2026, Perkuat Komitmen Pemerintahan Bersih dan Berintegritas
Inovasi Wali Kota Agung Genjot PAD, Pemprov Minta Daerah Lain Berdayakan PKK
Lantik 215 Kepala Sekolah, Bupati Kasmarni Tegaskan Zero Tolerance Terhadap Pungli PPDB
Bawa Pasien dari Bagansiapiapi, Ambulans Kecelakaan di Tol Permai, Tiga Tewas
Tolak Titipan, PWI Pekanbaru Siap Dampingi Pemko Kawal SPMB 2026/2027
Kepala Daerah Didorong Maksimalkan Forum DPR RI Dapil Riau untuk Akses APBN
komentar
beritaTerbaru