Selasa, 03 November 2026 WIB

Ground Breaking RSP Otak dan Jantung Riau Dilakukan Januari Mendatang

Redaksi - Jumat, 13 Desember 2024 14:05 WIB
Ground Breaking RSP Otak dan Jantung Riau Dilakukan Januari Mendatang
Miniatur RSP Otak dan Jantung Riau di Pekanbaru.(Foto: Ist)
PEKANBARU- Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan menargetkan pelaksanaan ground breaking pembangunan Rumah Sakit Pusat (RSP) Otak dan Jantung di Provinsi Riau pada Januari 2025 mendatang. Desember ini, lokasi pembangunan rumah sakit juga sudah akan dilakukan pembersihan lahan.

Kepala Dinas Kesehatan Riau drg. Sri Sadono Mulyanto mengatakan, untuk anggaran pembangunan fisik dan peralatan kesehatan rumah sakit tersebut bersumber dari dana APBN. Sedangkan tanah lokasi pembangunan merupakan hibah Pemprov Riau, seluas 10 Ha.

"Lokasi pembangunan di Jalan Naga Sakti, Pekanbaru. Pembangunan gedung 8 lantai dengan 350 tempat tidur untuk tahap pertama. Kontrak pembangunan fisiknya sudah dilakukan pada tanggal 6 Desember 2024 lalu danground breakingJanuari 2025. Desember ini kegiatan landclearing dan mobilisasi peralatan," jelasnya.

Baca Juga:

Tim dari kementerian kesehatan Jakarta juga sudah turun langsung ke Pekanbaru untuk melihat lokasi yang akan dijadikan tempat pembangunan rumah sakit pusat otak dan jantung tersebut.

Dari hasil pengecekan di lapangan, tim memastikan lahan tersebut dalam kondisi aman dan kepemilikan lahannya tidak ada tumpang tindih.

Baca Juga:

Tim Kemenkes juga sudah melakukan uji tanah dan kegiatan teknis lainya di lokasi lahan yang akan dibangun rumah sakit tersebut.

Disebutkan Kadiskes, banyak manfaat yang didapatkan jika RSP otak dan jantung yang dibangun di Riau. Di antaranya, masyarakat tidak perlu jauh-jauh merujuk ke rumah sakit vertikal jika ada kasus-kasus berat terkait otak dan jantung. Kemudian juga mengurangi masyarakat berobat ke negara tetangga.

"Memenuhi kebutuhan layanan intensif yang sangat dibutuhkan masyarakat Riau. Juga membuka lapangan pekerjaan bagi tamatan sekolah kesehatan dan non kesehatan di Riau ,serta tenaga pendukung lainnya," ungkap drg. Sri Sadono.

Lebih jauh, akan ada multiplier efek ekonomi sepertihealth tourism, hunian hotel pengunjung, kos pekerja, kuliner, rumah makan, usaha laundry, driver online dan pelaku usaha ekonomi lainnya.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kapolda Riau Warning Keras Anggota, Terlibat Narkoba Tak Ada Ampun
Dinilai Dangkal Pahami Hak Jawab dan Hak Koreksi, Wilson Lalengke Sarankan Oknum Advokat PERSADI Kembali ke Kampus
Bupati Inhil Resmikan Labor Katerisasi Jantung RSUD Puri Husada Tembilahan
Stroke Center RSUD Arifin Ahmad Resmi Beroperasi
Polresta Pekanbaru Bersama Tokoh Masyarakat Deklarasi Bersama Wujudkan Lingkungan Bersih Narkoba
Dugaan Korupsi Dana CSR Rp19,5 Milliar, Mantan Dirut PT SPRH Tersangka
komentar
beritaTerbaru