Minggu, 18 Januari 2026 WIB

Pertama di Indonesia, Tim Dokter RSUD AA Tangani Paru-Paru Bocor Tanpa Operasi

Redaksi - Kamis, 27 November 2025 14:04 WIB
Pertama di Indonesia, Tim Dokter RSUD AA Tangani Paru-Paru Bocor Tanpa Operasi
RSUD Arifin Ahmad.(Foto: Dok)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad (AA) Provinsi Riau berhasil menangani kasus kebocoran paru-paru yang dialami pasien berusia 46 tahun. Metode pengobatan tanpa operasi ini merupakan motede pertama yang berhasil diterapkan di Indonesia.

Dokter spesialis bedah thorak kardio vaskuler RSUD Arifin Achmad dr Hariadi Hatta Sp B TKV mengatakan, pasien yang tangani ini merupakan pasien rujukan dari salah satu rumah sakit di Kabupaten Pelalawan. Kondisi pasien saat datang paru-parunya sudah rusak total.

"Pasien ini dulunya pernah kena TBC, kemudian juga seorang perokok. Dengan kondisi itu, paru-parunya tidak bisa berkembang karena kondisinya berlubang-lubang. Kondisi itu terjadi pada paru-paru kiri dan kanan, sehingga terhadap pasien harus dipasang selang pada dada sebelah kanan," jelas dr. hariadi Hatta, Kamis (27/11/2025).

Baca Juga:

Dengan kondisi itu, membuat tim dokter tidak bisa melakukan tindakan operasi karena sangat berbahaya. Pasalnya, jika dilakukan pembiusan umum untuk operasi dada, sang pasien tidak bisa terlepas dari mesin bantuan nafas dan paru-parunya bisa pecah.

"Karena itu kami memutuskan untuk melakukan tindakan yang belum pernah dilakukan di Indonesia. Tindakan tersebut yakni dengan menyemprotkan lem ke paru-paru dari bagian punggung pasien menggunakan alat suntik," ujarnya.

Baca Juga:

Saat memasukkan lem ke paru-paru, pasien dalam kondisi telungkup dengan pemberian bius lokal pada bagian punggung saja. Agar pemberian lem lebih akurat, tindakan kepada pasien tersebut dilakukan pada ruangan CT Scan.

"Jadi tindakan ini tidak dilakukan di ruang operasi, melainkan di ruang CT Scan. Agar tahu posisi tepat paru-paru pasien yang bocor tersebut,' tuturnya.

Setelah dilakukan tindakan tersebut, pasien kembali dilakukan perawatan. Kemudian dalam jangka waktu tiga hari, kondisi pasien terus membaik dan akhirnya selang di dada dicabut.

Tindakan yang dilakukan ini merupakan yang pertama di Indonesia. Selama pengobatan, pasien dicover BPJS Kesehatan.

"Penyebab utama kondisi paru-paru bocor ini yakni karena merokok," sebutnya.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
304 Kasus Penyakit Mulut dan Kuku Ditemukan di Riau Selama 2025, Musim Hujan Peternak Diminta Lebih Waspada
BC pekanbaru Gerebek Gudang Rokok Ilegal Senilai Rp300 Miliar
PT. GIN dan Koperasi Rindang Benua Kuasai dan Alihkan Lahan Masyarakat Tanpa Persetujuan
Indonesia Peringkat Kedua Kasus TBC Dunia, Perkuat Kolaborasi
Digitalisasi Tata Kelola Keuangan, Koperasi Pincuran Tujuh Gandeng BJB Terapkan Payroll Sawit
Pemprov Riau Dorong Percepatan Penyediaan Lahan Koperasi Merah Putih
komentar
beritaTerbaru