Bupati Kasmarni Buka Asistensi IEPK 2026, Perkuat Komitmen Pemerintahan Bersih dan Berintegritas
Bupati Kasmarni Buka Asistensi IEPK 2026, Perkuat Komitmen Pemerintahan Bersih dan Berintegritas
Pemerintahan
PADANG - Anda suka membersihkan telinga menggunakan cotton bud? Waspadalah. Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok-Bedah Kepala dan Leher (Perhati-KL) Indonesia, Yan Edwar menyatakan kapas bergagang atau yang biasa disebut "cotton bud", bukan untuk membersihkan telinga.
"Ketika menggunakan kapas, maka kotoran telinga akan terdorong lebih dalam, bukannya membersihkan," katanya pada jumpa pers bersama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial mengenai edukasi kesehatan, saat di Padang.
Ia menyebutkan 90 persen tubuh manusia normal memiliki mekanisme membersihkan diri sendiri sehingga pembersihan tidak perlu dilakukan. Kulit yang melapisi saluran telinga juga berbeda dari kulit bagian tubuh lain karena ada gerakan aktif pada kotoran telinga dari luar serta ke dalam dan ke luar untuk menghilangkan kotoran atau debu.
Baca Juga:
"Jika didorong dengan kapas maka dapat menyebabkan infeksi dan gangguan pendengaran," sebutnya.
Namun, lanjutnya saat ini masyarakat banyak menggunakan kapas sebagai pembersih telinga bahkan ada yang lebih ekstrem yakni menggunakan lilin yang dibakar lalu ujungnya dikorekkan ke telinga. "Metode itu sangat tidak disarankan dan lebih memperbesar peluang untuk terjadinya infeksi," jelasnya.
Baca Juga:
Jenis kotoran telinga manusia ada yang kering dan basah namun, telinga tetap memiliki kemampuan sendiri untuk membersihkannya, terangnya.
"Kalau mau membesihkan, ya, di sekitar luar saja untuk menjaga penampilan tetap bersih," sebutnya.
Ia berpendapat di Sumatera Barat masih banyak warga masyarakat yang menggunakan kapas untuk membersihkan telinga, sementara fasilitas kesehatan telinga pun masih minim.(ROL)
Bupati Kasmarni Buka Asistensi IEPK 2026, Perkuat Komitmen Pemerintahan Bersih dan Berintegritas
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Langkah inovatif Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru yang yang memberdayakan para kader Tim Penggerak Pemberdayaan
Pemerintahan
Lantik 215 Kepala Sekolah, Bupati Kasmarni Tegaskan Zero Tolerance Terhadap Pungli PPDB
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Hanya selang beberapa hari setelah kejadian yang menewaskan 5 korban, kecelakaan maut kembali terjadi di ruas To
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kelompok Kerja (Pokja) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Pekanbaru menyatakan komitmen penuh dampingi Pe
Pendidikan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Riau 1, Hendry Munief MBA meminta para kepala daerah di Provinsi Riau dapat me
Parlemen
kabarmelayu.com,PEKANBARU Program Satu ASN Satu RW bertujuan memperkuat pendataan warga. Program ini bertujuan mendukung penyaluran bantua
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap seorang warga Bandung yang dilaporkan tenggelam di Sungai Ka
Peristiwa
kabarmelayu.com,PEKANBARU Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini 1 (PD 1) tsunami pagi ini untuk
Lingkungan
DUNIA keimigrasian Indonesia kembali didera sorotan tajam menyusul mencuatnya serangkaian dugaan kasus pemerasan sistemik yang menyasar warg
Opini