Selasa, 09 Juni 2026 WIB

MENGEJUTKAN, Penelitian Menyebut Pengangguran Lebih Sehat Ketimbang Punya Pekerjaan tapi Stres!

Harijal - Sabtu, 12 Agustus 2017 14:42 WIB
MENGEJUTKAN, Penelitian Menyebut Pengangguran Lebih Sehat Ketimbang Punya Pekerjaan tapi Stres!
(Foto:Thedailymail)
Pekerja yang stres

PENELITIAN baru-baru ini menyatakan bahwa tidak memiliki pekerjaan lebih menyehatkan dibanding mereka yang bekerja tetapi penuh dengan tekanan. Salah satu indikasi penelitian ini melihat dari tingkat stres yang akhirnya memengaruhi kualitas kesehatan. 

Dijelaskan, pada mereka yang bekerja tapi stres, memiliki kadar glukosa darah dan kolesterol yang jauh lebih buruk dibanding mereka yang tidak bekerja. Stres tersebut juga memengaruhi penyimpanan lemak, peningkatan kadar zat yang terkait dengan pembekuan darah, serta menyebabkan peradangan.

Perlu Anda ketahui, kadar kolesterol darah dan kolesterol tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Sementara itu, pembekuan darah dapat menyebabkan emboli paru yang mematikan. Peradangan juga dikaitkan dengan kerusakan sendi, penyakit gusi, dan risiko kanker yang lebih tinggi. 

Baca Juga:

Terkait dengan penelitian kasus ini, periset dari University of Manchester menganalisis 1.116 orang berusia antara 35 dan 75 yang menganggur antara 2009 dan 2010. Peserta studi diikuti dari tahun 2010 sampai 2012. 

Mereka diundang untuk mendapatkan penilaian kesehatan oleh seorang perawat, termasuk mengambil sampel darah. 

Baca Juga:

Efek stres terkait pekerjaan ditentukan dengan mengukur faktor kadar kolesterol, tekanan darah, denyut nadi, dan rasio pinggang sampai panggul. Kualitas pekerjaan dinilai melalui gaji, keamanan, kontrol, kepuasan, dan kecemasan.

Hasil menunjukkan bahwa orang dewasa yang beralih dari pengangguran menjadi pekerjaan berkualitas rendah lebih banyak mengalami masalah kesehatan yang berkaitan dengan stres. Orang-orang seperti itu memiliki kadar glukosa darah dan kolesterol yang jauh lebih buruk. 

Ini juga memengaruhi penyimpanan lemak mereka, meningkatkan kadar zat yang terkait dengan pembekuan darah dan menyebabkan peradangan. Tidak jelas mengapa hasil ini terjadi. 

Penulis studi Profesor Tarani Chandola coba menjelaskannya. "Kualitas pekerjaan tidak dapat diabaikan dari keberhasilan kerja para pengangguran. Sama seperti pekerjaan bagus untuk kesehatan, kita juga harus ingat bahwa pekerjaan berkualitas buruk bisa merugikan kesehatan," terangnya. Temuan ini dipublikasikan di International Journal of Epidemiology.

 

(ndr/okezone)

SHARE:
beritaTerkait
Bupati Kasmarni Buka Asistensi IEPK 2026, Perkuat Komitmen Pemerintahan Bersih dan Berintegritas
Inovasi Wali Kota Agung Genjot PAD, Pemprov Minta Daerah Lain Berdayakan PKK
Lantik 215 Kepala Sekolah, Bupati Kasmarni Tegaskan Zero Tolerance Terhadap Pungli PPDB
Bawa Pasien dari Bagansiapiapi, Ambulans Kecelakaan di Tol Permai, Tiga Tewas
Tolak Titipan, PWI Pekanbaru Siap Dampingi Pemko Kawal SPMB 2026/2027
Kepala Daerah Didorong Maksimalkan Forum DPR RI Dapil Riau untuk Akses APBN
komentar
beritaTerbaru