Jumat, 16 Oktober 2026 WIB

Jalan Rusak Sungai Keruh, Aktivitas Galian C di Desa Domo Kampar Kiri Resahkan Warga

Harijal - Jumat, 29 Maret 2024 21:36 WIB
Jalan Rusak Sungai Keruh, Aktivitas Galian C di Desa Domo Kampar Kiri Resahkan Warga
doni/RE

KAMPAR KIRI - Mengeliatnya usaha penambangan Galian C di wilayah hukum Kabupaten Kampar, khususnya di Kampar Kiri meresahkan warga karena berdampak buruk dan merusak lingkungan. Hal ini terlihat dengan keruhnya air sungai Subayang serta jalan raya desa Lipat Kain Selatan sampai perbatasan Desa Domo Gema Kampar Kiri Hulu yang hancur akibat angkutan penambangan.

Penegasan ini dituturkan beberapa warga masyarakat Kampar Kiri kepada riaueditor.com, Rabu (27/03/2024). Menurut Novri Efendi selaku Tokoh Pemuda Desa Kuntu Toeroba yang kesal dengan kegiatan galian c yang masih beraktifitas di desa Domo yang ada di Kecamatan Kampar Kiri. 

"Seharusnya instansi terkait pro aktif memantau serta mengawasi kegiatan yang dimaksud. Apakah ada izin atau tidak ada izin kegiatan tersebut sama saja ilegal, dan kalau memang ada izin instansi terkait perlu meninjau kembali untuk dicabut," ungkap Novri.

Baca Juga:

Dijelaskan Novri, aktifitas pertambangan sangat erat sekali hubungannya dengan rusaknya lingkungan dan juga akses jalan yang dilalui, hal ini harus ditindak lanjuti oleh instansi-instansi terkait yang ada di Kabupaten Kampar dan di Provinsi Riau.

Salah seorang tokoh agama di kecamatan Kampar Kiri yang tak mau disebutkan namanya, juga tak menampik, bahwa aktifitas galian c di wilayahnya sangat berdampak buruk terhadap lingkungan, khususnya sungai Subayang, jalan raya rakit gadang sampai perbatasan desa Gema Kampar Kiri Hulu yang menjadi hancur.

Baca Juga:

"Kami sangat berharap instansi terkait atau Pemerintah Kabupaten Kampar segera menindak pelaku-pelaku galian c yang diduga ilegal ini, khususnya yang beroperasi di Kampar Kiri," tukasnya.

Terpisah, awak media riaueditor.com mencoba mengkonfirmasi Dody Eka Putra, ST salah satu pemilik (owner) Galian C yang beroperasi di desa Domo Subangi, namun belum memberikan tanggapan atau pun komentar atas keresahan warga akibat keruhnya Sungai Subayang akhir-akhir ini.(Doni Piliang)

SHARE:
beritaTerkait
Aniaya Ayah Kandung hingga Tewas, Seorang Pria di Teluk Meranti Diringkus Polisi
Babinsa 0321-05/ RM Dampingi Petani Perawatan Jagung Di Bangko Sempurna
Kapolda Riau Irjen Arman Achdiat Pimpin Sertijab Dirlantas dan Kapolresta Pekanbaru
Operasi Gabungan di Kampung Narkoba Pekanbaru, Enam Pria Terjaring
Bupati Afni Masuk 15 Kepala Daerah Penerima Penghargaan BAZNAS RI 2026
Sekitar 2.000 Peserta dari 42 Paguyuban Meriahkan Arak-arakan Keberagaman HKN di Riau
komentar
beritaTerbaru