Jumat, 07 Agustus 2026 WIB

Gubernur Wahid Tabuh Genderang Perang Melawan PETI!

Redaksi - Kamis, 31 Juli 2025 14:04 WIB
Gubernur Wahid Tabuh Genderang Perang Melawan PETI!
Gubernur mendapat sambutan antusias masyarakat Kuansing saat berjalan kaki menyeberangi jembatan gantung menuju seberang sungai.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comKUANSING - Gubernur Riau Abdul Wahid memimpin apel gelar pasukan Operasi PETI (Penambangan Emas Tanpa Izin) 2025 di lapangan Desa Sebrang, Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Kamis pagi (31/7/2025). Dalam kegiatan ini, gubernur didampingi Kapolda Riau, DanreM dan jajaran Forkopimda lainnya.

Momen ini menjadi sorotan ketika rombongan berjalan kaki menyeberangi jembatan gantung menuju seberang sungai. Rombongan disambut ribuan masyarakat yang telah berkumpul sejak pagi.

Lambaian tangan dari masyarakat menjadi simbol dukungan terhadap langkah pemerintah dalam memerangi aktivitas tambang ilegal yang merusak lingkungan.

Baca Juga:

Apel gelar pasukan tersebut menjadi langkah awal upaya terpadu antara Pemprov Riau, Polda Riau, dan pemerintah kabupaten dalam menindak tegas aktivitas PETI yang kian marak. Operasi ini ditujukan untuk menghentikan kerusakan lingkungan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Gubernur Abdul Wahid menyampaikan pemerintah provinsi memberikan dukungan penuh terhadap penegakan hukum. Ia juga menyebut bahwa masalah PETI adalah persoalan bersama yang memerlukan penanganan jangka panjang, bukan hanya tindakan sesaat.

Baca Juga:

"Kita tidak bisa lagi menangani PETI secara sporadis. Diperlukan langkah terukur dan kolaboratif lintas lembaga," tegas Wahid.

Menurutnya, langkah ini penting untuk melindungi masyarakat sekaligus memulihkan alam Riau yang telah rusak akibat eksploitasi liar. Namun, ia juga menegaskan bahwa penegakan hukum saja tidak cukup. Pemerintah harus hadir dengan solusi ekonomi alternatif yang nyata dan berkelanjutan.

Masyarakat harus diberikan pilihan yang lebih baik, yang legal, yang ramah lingkungan, dan yang dapat meningkatkan kesejahteraan.

Operasi PETI 2025 menjadi bagian dari komitmen Riau dalam menjaga kelestarian lingkungan. Gubernur menyoroti konsep green policing yang diterapkan oleh Polda Riau sebagai pendekatan baru yang tidak hanya menindak pelanggar, tetapi juga mengedukasi masyarakat.

Wahid mengajak semua pihak untuk menjaga marwah daerah. "Riau tidak boleh dikenal karena tambang ilegal, tetapi karena keberanian kita menjaga alam dan hukum. Ini perjuangan kita bersama," pungkasnya.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis di sekitar lokasi sebagai bagian dari program green policing Polda Riau.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Lawan Pinjol Ilegal, Pers Didorong Jadi Garda Terdepan Edukasi Publik
Polda Riau Tindak Sawmil Ilegal Skala Besar di Kampar Kiri
Januari-Juli 2026, Polres Kuansing Musnahkan 1.183 Rakit PETI, 24 Tersangka
Diduga Angkut Batu Hasil Tambang Ilegal, Dump Truck Terpantau Melintas di Jalan Pemda Desa Pulau Pencong-Tanjung Mas
Polda Riau Selidiki Perambahan Hutan Mangrove di Palika Rohil
Hendry Munief Buka Fakta Ribuan Warga Meranti Bekerja Tanpa Visa di Malaysia, Dorong Solusi Kemenhan dan KKP
komentar
beritaTerbaru