Minggu, 14 Juni 2026 WIB

Hasil Uji Laboratorium, Penyebab Kematian Gajah Tari Akibat Terinfeksi EEHV

Andi - Senin, 15 September 2025 13:22 WIB
Hasil Uji Laboratorium, Penyebab Kematian Gajah Tari Akibat Terinfeksi EEHV
Hasil uji laboratorium diketahui gajah Tari positif EEHV yang menginveksi organ hepar.(Foto: BTN Tesso Nilo)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Balai Taman Nasional Tesso Nilo menyampaikan hasil pemeriksaan laboratorium terkait penyebab kematian anak gajah binaan Kalistha Lestari (Tari). Hasil uji laboratorium yang dilakukan tim berwenang, Tari dinyatakan positif terinfeksi Elephant Endotheliotropic Herpes Viruses (EEHV).

Kepala Balai TNTN, Heru Sutmantoro, S. Hut, MM menyebutkan, pada kasus Tari, virus ini menyerang organ hati. EEHV merupakan jenis virus herpes yang khusus menyerang gajah, terutama anak gajah. Penyakit ini dikenal mematikan karena perkembangannya sangat cepat dan sulit ditangani.

Virus ini hanya menular antar gajah dan tidak berpengaruh dari pengunjung maupun interaksi manusia.

Baca Juga:

Pemeriksaan yang dilakukan Media Satwa Laboratoris pada 13 September 2025 olej Dr. drh. Christian Marco H N M. Si, EEHV positif ditemukan di organ hepar.

Sementara pada empat organ lainnya, jantung, ginjal, pulmo dan usus, hasilnya negatif EEHV.

Baca Juga:

"Kehilangan Tari menjadi duka besar bagi kami semua," tutur Heru.

Sebelumnya, Tari Kalista Lestari, yang selama dua tahun terakhir menjadi ikon pelestarian alam di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), ditemukan mati mendadak pada Rabu (10/9/2025) pagi.

Tari bukanlah gajah liar yang lahir di hutan. Ia lahir di Camp Elephants Flying Squad TNTN, Lubuk Kembang Bunga, pada 31 Agustus 2023 dari induk gajah bernama Lisa.

Kehadirannya sejak lahir mendapat perhatian besar, bukan hanya karena kelucuannya, tetapi juga karena Tari dipandang sebagai simbol harapan bagi masa depan konservasi gajah Sumatera yang kian terancam habitatnya.

Kematian Tari yang disebut sebagai anak angkat Kapolda Riau, Herry Heryawan ini juga mendapat perhatian khusus kepolisian.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Mencuci di Sungai, Perempuan Suku Akit Tewas Diserang Buaya
Harapan Baru Konservasi, Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo "Nona Seroja"
BBKSDA Riau Pasang Box Trap di Lokasi Kemunculan Beruang Madu Pelalawan
Belasan Gajah Liar Dewasa Masuk Perkebunan Warga Muara Fajar
Januari hingga April 2026,  DPKP Pekanbaru Evakuasi 214 Ular, Mulai Piton hingga Kobra
Penampakan Harimau Sumatera di Duri Field, BBKSDA Riau Sisir Area PHR
komentar
beritaTerbaru