Kamis, 07 Mei 2026 WIB

243 KK Dua Desa di Kemuning Inhil Terdampak Banjir

Redaksi - Selasa, 16 Desember 2025 14:22 WIB
243 KK Dua Desa di Kemuning Inhil Terdampak Banjir
Banjir yang melanda Desa Lubuk Besar dan Desa Limau Manis di Kecamatan Kemuning Kabupaten Inhil.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Banjir kembali melanda Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Luapan sungai akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir merendam dua desa dan berdampak pada ratusan kepala keluarga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Provinsi Riau, Edy Afrizal mengatakan Desa Lubuk Besar dan Desa Limau Manis menjadi wilayah terdampak paling parah. Total sebanyak 243 kepala keluarga (KK) terdampak banjir.

"Tim BPBD Kabupaten Inhil sudah turun langsung ke lokasi sejak banjir terjadi untuk melakukan evakuasi dan pendataan warga," kata Edy, Senin (15/12/2025).

Baca Juga:

Di Desa Lubuk Besar, banjir merendam permukiman warga dan berdampak pada 188 KK. Sementara di Desa Limau Manis, genangan air mengganggu aktivitas 55 KK, dengan ketinggian air masuk hingga ke dalam rumah warga.

Seluruh warga terdampak telah dievakuasi. Namun, hingga saat ini belum didirikan posko pengungsian. Warga memilih mengungsi sementara ke rumah keluarga atau kerabat terdekat yang berada di lokasi lebih aman.

Baca Juga:

"Untuk sementara warga mengungsi mandiri ke rumah keluarga" jelasnya.
Banjir dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kecamatan Kemuning selama dua hari berturut-turut.

Akibatnya, debit air sungai meningkat tajam dan meluap ke permukiman serta sejumlah akses jalan warga.
Selain di Indragiri Hilir, BPBD Riau juga mengingatkan potensi banjir di wilayah lain. Sejumlah desa di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang berada di sepanjang bantaran Sungai Rokan disebut berpotensi terdampak seiring terus naiknya debit air sungai.

BPBD Riau mengimbau masyarakat di daerah rawan banjir agar tetap waspada, memantau perkembangan cuaca dan ketinggian air, serta segera melaporkan kondisi darurat kepada aparat setempat jika situasi memburuk.

"Kami terus memantau perkembangan di lapangan, terutama di wilayah-wilayah yang rawan banjir," tutur Edy.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pekanbaru Masih Dibelit Persoalan Banjir, Ini Kata Wawako Markarius
Wujud Solidaritas Kebangsaan, TNI Bersama UAH Care Bangun Harapan Pasca Bencana Aceh
Bermunajat Diturunkan Hujan, SD IT Ibu Harapan Bengkalis Gelar Sholat Istisqo
Sepanjang 900 Kilometer Drainase di Pekanbaru Dinormalisasi Tahun Ini
Data Sementara 9 Meninggal, 81 Hilang, 12 Drone Dikerahkan Cari Korban Longsor Bandung Barat
Pencarian Korban Bencana Sumut dan Sumbar Dihentikan, Aceh Berlanjut
komentar
beritaTerbaru