Senin, 08 Juni 2026 WIB

Banmus DPRD Riau Sepakati Pemutihan Kawasan di Kuansing 497 ribu Hektar

Harijal - Senin, 08 Mei 2017 19:34 WIB
Banmus DPRD Riau Sepakati Pemutihan Kawasan di Kuansing 497 ribu Hektar
Suhardiman Amby

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Dari 1 juta hektar lebih kawasan yang masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Riau 2017, Pemkab Kuantan Singingi (Kuansing) mengusulkan 497 ribu hektar diputihkan.

Hal ini mengemuka usai Rapat Badan Musyawarah DPRD Riau yang dipimpin Suhardiman Amby bersama Bupati Kuansing, Mursini di ruang Medium DPRD, Senin (08/05/17).

“Dari ketentuan yang diatur oleh Keputusan Ombudsman kita menginginkan bahwa semua kepentingan Pemerintah daerah kemudian pemukiman desa, kebun rakyat dan kawasan strategis seperti agropolitan, agro wisata kita akan akomodir. Soal itu kita wajib hadir agar diputihkan oleh peraturan pemerintah,” ujarnya.

Baca Juga:

Suhardiman meyakini 497 ribu hektar yang diusulkan pemutihan tersebut nantinya dikurangi beberapa tempat kebun toke yang tidak diakui oleh Pansus.

“Intinya kita fokus pada kepentingan masyarakat,” ucap Suhardiman Amby meyakinkan.

Baca Juga:

Sejauh ini ucap Sekretaris Komisi A DPRD Riau itu data yang sudah cocok yakni Rohil. Sedangkan Kuansing tinggal penambahan pengurangan seperti kebun nasional yang akan dikeluarkan.

Sementara untuk kabupaten Inhil, Pelalawan, Siak dan Meranti datanya akan diagendakan Sabtu ini. Sedangkan daerah lainnya akan dituntaskan Senin pekan depan. Sehingga diharapkan akhir Ramadhan sudah disyahkan.

“Kita berharap momentum Ramadhan tahun ini menjadi semangat baru untuk pembangunan Riau kedepan,” ucap Suhardiman. (fin)

SHARE:
beritaTerkait
Mengurai Gurita Pemerasan WNA dan Urgensi Penegakan Hukum Radikal
Ini Kata Kadinkes Inhil Soal Pelaksanaan MBG dan Kepatuhan SPPG
Lawan Narkoba, Polresta Pekanbaru Kembali Gempur Pangeran Hidayat, Pria Terciduk Bawa Sabu
Hitungan Jam, TRC BPBD Inhil Taklukkan Dua Titik Karhutla
Pemprov Bakal Tanam 1.000 Pohon di Stadion Utama Pada Hari Jadi Riau ke-69
Dugaan Korupsi Dana Program Digitalisasi Desa, Masyarakat Siap Buat Laporan Aduan
komentar
beritaTerbaru