Cegah Paparan Asap Karhutla, Ketua Kwarcab Pramuka Pekanbaru Bagikan Ribuan Masker kepada Warga
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditu
Sosial
IMAM al-Ghazali adalah ahli filsafat Islam dan tasawuf. Hidup di abad pertengahan, ulama besar asal Persia ini juga dikenal sosok sufi.
Dalam karya tulisnya yang berjudul “al-Munqidz min al-Dlalal”, Imam al-Ghazali menyebut beberapa karya, khususnya dalam bidang tasawuf, yang telah beliau tuntaskan.
Kitab-kitab ini merupakan bekal perjalanan intelektual-spiritual Imam al-Ghazali di kemudian hari. Di antaranya adalah karya Imam al-Harits al-Muhasibi (160-243 H). Hingga sekarang, setidaknya ada tiga judul kitab karya Imam al-Harits al-Muhasibi yang bisa kita nikmati.
Baca Juga:
Muhammad Hanifuddin, Musyrif Pesantren Darus Sunnah International Institute For hadits Sciences di Ciputat Tangeragh Selatan mengulas tiga kitab tasawuf yang dipelajari tuntas al-Ghazali sebagai bekalnya menjadi sufi, dalam laman jaringansantri.com seperti dilansir Okezone, Selasa (9/6/2020).
Pertama, kitab yang berjudul “Risalah al-Mustarsyidin”. Kitab ini sudah ditahqiq dan diberikan catatan kaki oleh Syaikh Abdul Fattah Abu Ghuddah (1336-1418 H). Kitab setebal 326 halaman ini sudah sepuluh kali naik cetak, diterbitkan oleh Darus Salam Kairo. Dengan menelaah kitab ini, kita akan mendapati bagaimana kajian tasawuf dikembangkan di abad II dan III H.
Baca Juga:
Kedua, kitab yang berjudul “Adab al-Nufus”. Kitab setebal 145 halaman ini mengulas istilah-istilah kunci dalam bidang tasawuf. Semisal muraqabah, khauf, raja’, ghaflah, yaqadhah, dan lain sebagainya. Di setiap bahasan, Imam al-Harits al-Muhasibi senantiasa menerakan sandaran al-Qur’an dan hadis. Karenanya, dengan membaca kitab ini, kita akan lebih mafhum bahwa tasawuf adalah salah satu cabang keilmuan dan laku hidup yang lekat dan bersumber dari al-Qur’an dan hadis.
Ketiga, kitab yang berjudul “al-Tawahhum”. Kitab ini mengulas problem kegamangan hati. Di mana dalam banyak hal, hati kita mudah lupa atau terlupakan dari hakikat dan tujuan hidup. Berbeda dengan dua kitab di atas, kitab ketiga karya Imam al-Harits al-Muhasibi ini di awal paragraf, senantiasanya diawali dengan kata “fatawahham”. Mungkin karena inilah, kitab ketiga ini diberi judul kitab “al-Tawahhum”.
Akhiran, memiliki dan membaca ketiga kitab di atas adalah sebuah kenikmatan dan kemewahan tersendiri. Dari huruf per huruf, kata per kata, kalimat per kalimat, paragraf per paragraf, lembar per lembar, kita diajak untuk menilik ulang, bagaimana dulu Imam al-Ghazali menapaki ilmu dan laku hidup dalam bidang tasawuf.
(okezone.com)
kabarmelayu.com,PEKANBARU Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditu
Sosial
kabarmelayu.com, PEKANBARU Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyatakan komitmen untuk mendukung percepatan pemerataan listrik h
Pemerintahan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Angka titik panas (hotspot) di wilayah provinsi Riau bertambah drastis. Pagi ini, Kamis (17/9/2026), dari sore s
Lingkungan
kabarmelayu.com,PEKANBARU Komisi I DPR RI bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Komdigi) menggelar Webinar Diskusi Publik Meraj
TNI/Polri
Jaga Semangat Ibadah di Usia Senja, Rumah Yatim Salurkan Paket Alat Sholat untuk 20 Lansia Dhuafa di Pekanbaru
Muslim
kabarmelayu.com,PEKANBARU BMKG Pekanbaru mencatat kenaikan jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Riau. Dari tadi pagi sebanyak 115, sore
Lingkungan
Kemnaker dan BAZNAS Perluas Akses Kerja Inklusif bagi Mustahik dan Penyandang Disabilitas
TNI/Polri
Pemerintah Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027
TNI/Polri
kabarmelayu.com,PEKANBARU Perkebunan adalah kekuatan dasar Riau yang harus diubah menjadi kesejahteraan rakyat. Perkebunan merupakan kekua
Ekbis
Polisi Bongkar Sindikat Pembuat dan Pengedar SIM Palsu di Riau, 8 Tersangka Diamankan
Hukrim